Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Inhalation of Rose Aromatherapy Against Anxiety of Heart Patients Yulianti, Yeli; Awaludin, Sidik
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i3.1053

Abstract

Cardiovascular disease remains a serious global threat and the leading cause of death worldwide. Patients with heart problems face significant physical and emotional challenges. This article uses a systematic design review concerning PRISMA to investigate the effect of rose aromatherapy inhalation on anxiety of heart patients. Data were synthesized from the Quasy Experiment and RCT by formulating PICO (Heart patients, Rose aromatherapy inhalation, Control group, Decreased anxiety levels). The results of the analysis of the six articles showed that rose aromatherapy had a positive influence on reducing anxiety in heart patients. Despite variations in research methods, these results overall support the potential effectiveness of rose aromatherapy as an additional approach to relieve anxiety in heart patients.
Pengaruh Peer Teaching Terhadap Peningkatan Keterampilan CPR (Cardiopulmunary Resuscitation) Pada Siswa SMA 7 Tasikmalaya Yulianti, Yeli; Subantara, Dandi Oka; Agustin, Teti
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v8i1.22978

Abstract

Sudden cardiac arrest is one of the leading causes of death worldwide and requires immediate bystander intervention through Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). However, CPR skills among high school students remain suboptimal. Peer teaching has been identified as an effective learning strategy to enhance psychomotor skills through peer-based interaction. This study aimed to examine the effect of peer teaching on improving CPR skills among students at SMA Negeri 7 Tasikmalaya. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed involving 38 tenth-grade students selected using purposive sampling. CPR skills were assessed using a checklist based on the American Heart Association (AHA) 2020 guidelines. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and paired t-test. The results demonstrated a significant increase in posttest CPR skill scores compared to pretest scores (p < 0.001), with a very large effect size (Cohen’s d = 1.98). In conclusion, peer teaching is highly effective in improving CPR skills among high school students.
Implementasi Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) sebagai Upaya Pengelolaan Kecemasan pada Siswa di SMAN 8 Tasikmalaya Rismawan, Wawan; Marpatmawati, Idhfi; Yuningsih, Aneng; Sambas, Etty Komariah; Suprapti, Betty; Nurliawati, Enok; Wayunah, Wayunah; Yulianti, Yeli; Anwar, Saefunnuril
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2668

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang sering dialami remaja dan dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai upaya pengelolaan kecemasan pada siswa SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 30 siswa kelas X melalui sesi edukasi kesehatan mental dan praktik langsung terapi SEFT secara berkelompok. Tingkat kecemasan siswa diukur menggunakan instrumen Skrining Dini Kecemasan Sederhana (SDKS) yang terdiri dari 10 item pertanyaan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori kecemasan sedang hingga tinggi (69,9%). Selama pelaksanaan terapi SEFT, secara observasional terlihat adanya penurunan ketegangan fisik, pernapasan yang lebih teratur, serta perubahan emosi menjadi lebih tenang dan nyaman. Siswa juga melaporkan berkurangnya rasa khawatir berlebihan dan meningkatnya kepercayaan diri dalam menghadapi aktivitas belajar. Implementasi SEFT terbukti mudah dipelajari, dapat dilakukan secara mandiri, serta memberikan efek relaksasi langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa terapi SEFT berpotensi menjadi intervensi promotif dan preventif kesehatan mental berbasis sekolah yang sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan.
BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) dalam Upaya Mitigasi Risiko Kardiovaskuler pada Remaja di SMAN 8 Tasikmalaya Yuningsih, Aneng; Sambas, Etty Komariah; Nurliawati, Enok; Rismawan, Wawan; Anwar, Syaefunnuril; Marpatmawati, Idhfi; Yulianti, Yeli; Suprapti, Betty; Wayunah, Wayunah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2669

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap munculnya faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat perubahan gaya hidup, seperti pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik. Upaya deteksi dini melalui skrining kesehatan berbasis sekolah menjadi penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan kardiovaskuler dan status gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan profil kesehatan remaja melalui program BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) di SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Januari 2026 dengan melibatkan 120 siswa dalam edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan komprehensif pada 37 siswa yang meliputi pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, dan kadar hemoglobin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tekanan darah normal (48,65%) dan status gizi normal (62,16%), namun masih ditemukan siswa dengan prehipertensi dan hipertensi sebesar 40,54%, serta status gizi berlebih (overweight dan obesitas) sebesar 27,03%. Selain itu, sebanyak 24,32% siswa teridentifikasi mengalami anemia. Temuan ini menunjukkan adanya potensi masalah kesehatan remaja yang memerlukan perhatian dan intervensi dini. Kegiatan BEAT-SCREEN terbukti efektif sebagai pendekatan promotif dan preventif melalui integrasi skrining, edukasi, dan konseling kesehatan. Diperlukan keberlanjutan program dan kolaborasi dengan pihak sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan PTM dan peningkatan derajat kesehatan remaja.
Efektivitas high-quality CPR terhadap survival pasien henti jantung di IGD dan perawatan kritis: A systematic review Yulianti, Yeli; Robby, Asep
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2256

Abstract

Background: Cardiac arrest is a life-threatening emergency that requires immediate resuscitation. The quality of cardiopulmonary resuscitation (CPR) plays a crucial role in determining the success of return of spontaneous circulation (ROSC) and patient survival. Emergency and critical care nurses have a strategic role as first responders in initiating CPR; however, variations in CPR quality remain a challenge in clinical practice. Purpose:  To examine the effectiveness of high-quality CPR–based nursing interventions on outcomes of cardiac arrest patients in emergency and critical care settings. Method: Systematic review design following the PRISMA guidelines. Literature searches were conducted using PubMed, Scopus, CINAHL, ScienceDirect, and Google Scholar databases for articles published between 2019 and 2024. Eligible studies were systematically analyzed, and methodological quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Results: Nursing interventions including high-quality CPR implementation, use of CPR feedback devices, continuous CPR training, and nurse-led resuscitation protocols significantly improved ROSC, enhanced chest compression quality, and increased survival rates among cardiac arrest patients. Conclusion: High-quality CPR–based nursing interventions are effective in improving clinical outcomes of cardiac arrest patients. Strengthening emergency and critical care nurses’ competencies through continuous training and evidence-based protocols is strongly recommended. Suggestion: Heathcare facilities can integrate high-quality CPR Standars into estabilished nursing protocols, particulary by utilizing feedback technology in emergency and criticals care units to ensure consistent compression quality.   Keywords: Cardiac Arrest; Critical Care Nursing; Emergency Department (ER); High-Quality Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).   Pendahuluan: Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan tindakan resusitasi segera. Kualitas Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) berperan penting dalam menentukan keberhasilan Return of Spontaneous Circulation (ROSC) dan survival pasien. Perawat gawat darurat dan kritis memiliki peran strategis sebagai penolong pertama dalam pelaksanaan CPR, namun variasi kualitas tindakan masih menjadi tantangan dalam praktik klinik. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas high-quality CPR terhadap survival pasien henti jantung di IGD dan perawatan kritis. Metode: Systematic review yang disusun berdasarkan panduan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, CINAHL, ScienceDirect, dan Google Scholar pada periode 2019–2024. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis dan dinilai kualitas metodologinya menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil: Intervensi keperawatan berupa pelaksanaan high-quality CPR, penggunaan feedback device, pelatihan CPR berkelanjutan, serta penerapan nurse-led resuscitation protocol terbukti meningkatkan ROSC, kualitas kompresi dada, dan survival pasien henti jantung. Simpulan: Intervensi keperawatan berbasis high-quality CPR efektif meningkatkan outcome klinis pasien henti jantung. Oleh karena itu, penguatan kompetensi perawat melalui pelatihan dan penerapan protokol berbasis bukti sangat direkomendasikan. Saran: Fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengintegrasikan standar high-quality CPR ke dalam protokol tetap keperawatan, khususnya dengan memanfaatkan teknologi feedback device di unit gawat darurat dan perawatan kritis guna menjamin kualitas kompresi yang konsisten   Kata Kunci: Henti Jantung; High-Quality Cardiopulmonary Resuscitation (CPR); Instalasi Gawat Darurat (IGD); Keperawatan Kritis.
Barriers and Changing Perceptions in Family Dietary Management of Hypertension: A Phenomenological Study in Primary Health Care Yuningsih, Aneng; Marpatmawati, Idhfi; Yulianti, Yeli
Asy-Syifa : Journal of Science and Technology Nursing Vol. 4 No. 1 (2026): Asy-Syifa: Journal of Science and Technology Nursing
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/asyjstn.v4i1.985

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to explore family experiences in managing dietary practices among family members with hypertension. Methods:This study employed a qualitative approach with a descriptive phenomenological design. Participants were selected using purposive sampling, involving 12 families who had members diagnosed with hypertension in the working area of Kersanegara Primary Health Care, Tasikmalaya City. Data were collected through in-depth interviews using semi-structured interview guidelines and supported by field observations. Data analysis was conducted using thematic analysis based on phenomenological principles to identify key themes from participants’ experiences. Results: The findings revealed three main themes: (1) cultural barriers and preferences for salty foods, (2) lack of family support in implementing a low-salt diet, and (3) changes in family perceptions after receiving dietary education. In addition, families demonstrated improved understanding regarding appropriate salt intake for hypertensive patients after receiving education. Conclusions: Family dietary management in hypertension is influenced by cultural habits, family support, and health literacy. Therefore, community-based nursing interventions should emphasize family-centered education through integrated health programs and home visits to improve adherence to low-salt diets among hypertensive patients.