Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Pemanfaatan Sampah Organik Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Syaifudin, Andang; Avitasari, Ratna; Lestari, Yunita Dwi; Lutfi, Jihan; Maula, Indah Safaatul; Mauludi, Ahmad; Karnila, Karnila; Nadhiroh, Ayu Lailatun; Sari, Septina Putri Nur Wulan; Astuti, Fitri Puji
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i1.3326

Abstract

Soil conditions vary from region to region. Some are fertile, while others are less fertile. Factors such as nutrient imbalance, soil depletion, decreased organic content, and microbial activity affect soil fertility. To maintain the balance of soil nutrients and organic matter, it is necessary to add organic fertilizers to harmonize the nutrient content of the soil. Chemical fertilizers only provide one type of plant nutrient without improving soil properties. Socialization of organic fertilizers is needed so that people are wiser in maintaining soil fertility with organic materials. The community service was carried out to provide training and practice in making organic fertilizer from livestock manure and plant residues in Duku Candi Baru, Genting Village, Cepogo District, Boyolali Regency. This service activity uses two approaches, namely counseling and training. The extension stage is carried out by providing material about processing cow dung into organic fertilizer. Training is carried out by demonstrating how to make organic fertilizer in a simple way. This training begins with the socialization of making organic fertilizer and compost, which aims to make the community understand first about information about organic fertilizer and compost along with its benefits, then continued with the practice of making organic fertilizer and compost. This training educates the community about the use of organic waste for organic fertilizer in sustainable agriculture. Through a mixture of simple materials such as cow dung, vegetable waste, EM4, and molasses, it is hoped that the community will use organic fertilizers rather than chemical fertilizers for more environmentally friendly agricultural products.
Implementasi Ergovision Berbasis Computer Vision Sebagai Upaya Deteksi Dini Risiko Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Kreatif Animator Di Kota Malang Mauludi, Ahmad; Dewi, Rini; Latif, Antinah; Riana, Meisi; Firmanto, Angga; Aprilia, Arrahmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1980

Abstract

Abstrak: Pekerja kreatif, khususnya animator, dihadapkan pada risiko tinggi gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat tuntutan kerja yang melibatkan postur statis berkepanjangan dan gerakan repetitif. Di Kota Malang, yang berkembang pesat sebagai sentra industri animasi, kesadaran akan ergonomi dan akses terhadap alat evaluasi postur kerja masih minim. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ergonomi serta mengimplementasikan teknologi deteksi dini risiko MSDs bernama "ErgoVision" yang berbasis Computer Vision. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan Participatory Ergonomics melalui sosialisasi, pelatihan, dan Usability Testing aplikasi kepada 27 partisipan yang terdiri dari animator profesional, pelajar, dan pimpinan studio di Malang. Evaluasi dilakukan menggunakan rancangan pre-test dan post-test serta uji coba aplikasi secara langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 19,5%, dari 9,85 (SD=2,74) pada pre-test menjadi 11,78 (SD=2,21) pada post-test (p < 0,001). Peningkatan pemahaman tertinggi terjadi pada aspek identifikasi gejala MSDs dan aturan istirahat mata (20-20-20). Hasil Usability Testing menunjukkan bahwa teknologi ErgoVision dapat diterima sebagai alat bantu mandiri yang efektif dalam memvisualisasikan risiko postur secara real-time. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan teknologi kesehatan kerja di sektor ekonomi kreatif, memberikan solusi preventif yang aplikatif, dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta kualitas hidup pekerja kreatif di Kota Malang.