Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Deteksi Cacat Produk Kemasan Karton Lipat Pada Minuman Berbasis Computer Vision Firmanto, Angga Dwi; Aprilia, Arrahmah
JoMMiT Vol 8 No 1 (2024): Artikel Jurnal Volume 8 Issue 1, Juni 2024
Publisher : Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jommit.v8i1.1358

Abstract

Kemasan memegang peranan penting pada sebuah produk minuman, baik sebagai wadah, pelindung juga sebagai alat pemasaran produk. Sebelum kemasan produk didistribusikan, perlu terlebih dahulu dilakukan pengecekan dan kepastian apakah kemasan tersebut terdapat kecacatan atau tidak. Sistem deteksi diarahkan menuju otomatiasai sebagai upaya mengurangi kesalahan jika deteksi dilakukan secara manual oleh manusia. Penggunaan computer vision dalam medeteksi cacat kemasan menggunakan algoritma SSIM dengan membandingkan citra referensi asli dengan citra uji. Dari hasil data, algoritma SSIM berhasil mendeteksi jika citra kemasan uji secara visual sama dengan citra kemasan referensi ditandai dengan nilai indeks 1. Sementara untuk citra kemasan uji dan citra kemasan referensi bernilai indeks dari 0,361 hingga 0,546.
DESAIN DOUBLE MARKER AUGMENTED REALITY INTERAKTIF PENGENALAN KLASIFIKASI JENIS MAKANAN HEWAN Muzakki, Yazki; Aprilia, Arrahmah; Ridwan, Muhamad
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i3.6793

Abstract

Penggunaan metode pembelajaran tradisional seperti buku teks yang bersifat pasif masih sering dijumpai di lingkungan sekolah, sehingga menyebabkan keterbatasan dalam penyampaian materi secara visual dan interaktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran interaktif menggunakan Augmented Reality (AR) dengan sistem double marker yang memungkinkan siswa melihat representasi hewan dan jenis makanan dalam bentuk tiga dimensi, dilengkapi fitur rotasi dan efek suara 3D. Pemilihan topik ini didasarkan pada potensi AR dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, sesuai dengan pendekatan teori insentif salience merupakan proses kognitif dalam memberikan daya tarik dan motivasi terhadap rangsangan yang dianggap sebagai hadiah, dalam hal ini berupa informasi. Dalam pengembangan aplikasi ini, digunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC). MDLC yang meliputi enam tahapan: konsep, desain, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Hasil pengujian black box terhadap media pembelajaran ini menunjukkan bahwa seluruh fitur yang dirancang pada perangkat Android berfungsi dengan baik dan telah divalidasi. Media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality ini diharapkan dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam meningkatkan rasa ingin tahu serta motivasi siswa terhadap materi klasifikasi hewan, melalui penyajian yang menarik dan interaktif.
the Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran bagi Masyarakat dan Karang Taruna di Kawasan Pemukiman Padat: Enhancing Fire Disaster Preparedness Capacity for Communities and Youth Organizations in Densely Populated Residential Areas kuswoyo, deni; Riana, Meisi; Aprilia, Arrahmah; Ilham, Muhammad Nur; Rosdesmyanto, Dimaz
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.965

Abstract

Kawasan pemukiman padat di Kelurahan Kedoya Utara memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana kebakaran yang disebabkan oleh faktor seperti korsleting listrik, kebocoran gas, dan akses jalan yang sempit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat serta Karang Taruna dalam mencegah dan menanggapi keadaan darurat kebakaran. Kegiatan melibatkan 20 anggota Karang Taruna dan masyarakat dari RT.14/RW.02 di Keurahan Kedoya Utara. Metode pelaksanaan terdiri dari (1) Penyuluhan kepada Karang Taruna sebagai kader siaga bencana, (2) Sosialisasi massal kepada masyarakat bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), (3) Workshop praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan (4) Workshop partisipatif pembuatan poster edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 18% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test. Peserta mampu mengidentifikasi titik bahaya kebakaran di rumah mereka, mempraktikkan teknik menggunakan APAR dengan metode T.A.T.A., dan menghasilkan media edukasi poster yang kreatif dan kontekstual. Hal terpenting, kegiatan ini berhasil memicu pembentukan Tim Siaga Bencana di tingkat RW yang terdiri dari para karang taruna. Efektivitas media edukasi dievaluasi menggunakan pendekatan Cognitive Walkthrough untuk mengukur kejelasan instruksi, kemudahan pemahaman visual, dan relevansi konteks lokal. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendekatan multi-metode yang melibatkan kader (Karang Taruna) dan masyarakat luas terbukti efektif dalam membangun ketangguhan komunitas. Untuk keberlanjutan, disarankan agar Karang Taruna melakukan simulasi kebakaran (fire drill) secara berkala dan memasang poster-poster hasil workshop di titik-titik strategis lingkungan.
Implementasi Ergovision Berbasis Computer Vision Sebagai Upaya Deteksi Dini Risiko Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Kreatif Animator Di Kota Malang Mauludi, Ahmad; Dewi, Rini; Latif, Antinah; Riana, Meisi; Firmanto, Angga; Aprilia, Arrahmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1980

Abstract

Abstrak: Pekerja kreatif, khususnya animator, dihadapkan pada risiko tinggi gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat tuntutan kerja yang melibatkan postur statis berkepanjangan dan gerakan repetitif. Di Kota Malang, yang berkembang pesat sebagai sentra industri animasi, kesadaran akan ergonomi dan akses terhadap alat evaluasi postur kerja masih minim. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ergonomi serta mengimplementasikan teknologi deteksi dini risiko MSDs bernama "ErgoVision" yang berbasis Computer Vision. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan Participatory Ergonomics melalui sosialisasi, pelatihan, dan Usability Testing aplikasi kepada 27 partisipan yang terdiri dari animator profesional, pelajar, dan pimpinan studio di Malang. Evaluasi dilakukan menggunakan rancangan pre-test dan post-test serta uji coba aplikasi secara langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 19,5%, dari 9,85 (SD=2,74) pada pre-test menjadi 11,78 (SD=2,21) pada post-test (p < 0,001). Peningkatan pemahaman tertinggi terjadi pada aspek identifikasi gejala MSDs dan aturan istirahat mata (20-20-20). Hasil Usability Testing menunjukkan bahwa teknologi ErgoVision dapat diterima sebagai alat bantu mandiri yang efektif dalam memvisualisasikan risiko postur secara real-time. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan teknologi kesehatan kerja di sektor ekonomi kreatif, memberikan solusi preventif yang aplikatif, dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta kualitas hidup pekerja kreatif di Kota Malang.
Analisis Penerapan Metode PDCA Untuk Meminimalisir Komplain Delaminasi Produk Oilpack Di PT XYZ Febriyan, Nazwa; Aprilia, Arrahmah; Setyahadi, Alfred
Kreator Vol. 12 No. 2 (2025): Kreator
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/kreator.v12i2.1735

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing the PDCA (Plan-Do-Check-Act) method in reducing delamination complaints in Oilpack products at PT XYZ. Delamination is a type of defect that significantly affects product quality and customer satisfaction. Through the PDCA stages, this research identifies the main causes of delamination, such as raw material quality and inconsistencies in the production process. Corrective actions were then implemented, including improved quality control and employee training. Evaluation was conducted by comparing complaint data before and after the improvements. The results show a decrease in the number of complaints, indicating that the PDCA method is effective in enhancing quality control and production process efficiency. Therefore, PDCA is considered an appropriate approach for continuous improvement efforts in the manufacturing industry.