Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PENTINGNYA SUPLEMEN BESI (FE) DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA PELAJAR PUTRI SMA DI JAYAPURA Sianturi, Elfride Irawati; Longe, Viona S; Nawipa, Yuliance; Susilowati, Rizka Agustine; Bakri, Nur Fadilah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2325

Abstract

Angka kejadian stunting di Indonesia meningkat setiap tahunnya dan Provinsi Papua menunjukkan peningkatan yang relatif tinggi dibanding provinsi lainnya. Perlunya penanganan yang komprehensif dari berbagai sektor menjadi hal yang perlu diprioritaskan. Salah satu target utama pencegahan stunting selain ibu hamil dan anak di bawah umur 5 tahun adalah perlunya pencegahan sedini mungkin pada perempuan muda yang telah memulai siklus menstruasi. Sehingga siswi-siswi terutama di sekolah menengah menjadi salah satu prioritas dalam program pencegahan stunting yang komprehensif. Hal ini didasarkan bahwa mereka rentan mengalami anemia selama mendapatkan siklus tersebut ditambah lagi dengn kurangnya asupan makanan yang sehat. Hal ini bila tidak ditangani segera maka perempuan akan mengalami masalah kurang energi kronis (KEK). Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan informasi apa stunting itu, bahaya stunting serta apa yang perlu dilakukan agar kejadian stunting tidak terjadi terutama pentingnya suplemen Fe pada siswi-siswi SMA di Jayapura. Program ini diikuti oleh 19 siswi, sebelum dan sesudah kegiatan disebarkan kuesioner untuk menilai keefektifan program ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswi. Hasil yang diperoleh bahwa ada peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya suplemen Fe di antara siswi-siswi yang mengikuti program ini. Diharapkan pelatihan ini akan berdampak bahwa siswi-siswi mengerti bahwa mereka sangat riskan mengalami anemia. Hal ini akan menyebabkan kemungkinan mereka akan melahirkan anak dengan risiko mengalami stunting. Selain itu mereka diharapkan menjadi agen informasi kepada siswi-siswi lain mengenai angka kejadian KEK dapat dicegah dengan mengkomsumsi tablet suplemen Fe setidaknya selama mereka mendapatkan periode menstruasi.
Uji Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Daun Dollu (Dodonaea viscosa Jacq.) terhadap Sel Kanker Payudara T47D serta Ekspresi Protein p53 dan Bcl-2 Susilowati, Rizka Agustine; Sunarni, Titik; Indrayati, Ana
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.837

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, dengan lebih dari 396.000 kasus per tahun. Tanaman Dollu (Dodonaea viscosa Jacq) diketahui memiliki sifat antibakteri, namun potensinya sebagai agen antikanker belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi daun Dollu terhadap sel kanker T47D, menilai selektivitasnya, dan menyelidiki efeknya terhadap ekspresi protein p53 dan Bcl-2 pada sel kanker tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama tiga hari. Ekstrak dan fraksi yang dihasilkan (etanol, air, etil asetat, dan n-heksan) dianalisis untuk senyawa kimia, termasuk flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT, diikuti dengan uji selektivitas, dan ekspresi protein p53 serta Bcl-2 dianalisis menggunakan imunositokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air menunjukkan aktivitas sitotoksik paling efektif dengan nilai IC50 139,84 ± 13 µg/mL. Ekstrak dan fraksi menunjukkan nilai selektivitas >2. Selain itu, fraksi air secara signifikan meningkatkan ekspresi protein p53 dengan nilai EC50 44,41 ± 7,09 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji ANOVA (nilai p 0,000 < 0,05). Sebaliknya, fraksi air secara signifikan menurunkan ekspresi Bcl-2 dengan nilai EC50 193,22 ± 20,99 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji Kruskal-Wallis (nilai p 0,022 < 0,05).