Zahra, Purbaningrum Tiara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Skor Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD Score) dengan Derajat Stenosis Berdasarkan One Vessel, Two Vessel, Three Vessel Disease Score Angiografi Cahyono, Erwin Budi; Zahra, Purbaningrum Tiara; Abduh, Muhammad Saugi
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 3 No. 1 (2024): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penumpukan plak pada arteri koroner, yaitu adanya akumulasi abnormal zat lemak dan jaringan fibrosa di dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya stenosis. Salah satu metode untuk menilai keparahan PJK adalah dengan klasifikasi Vessel Disease dengan faktor resiko yang dapat di hitung menggunakan ASCVD Score. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ASCVD Score dengan derajat stenosis berdasarkan klasifikasi One Vessel Disease (1VD), Two Vessel Disease (2VD), dan Three Vessel Disease (3VD) pada pasien PJK. Penelitian observasional dengan desain cross sectional dari data sekunder di RSI Sultan Agung Semarang tahun 2019 hingga 2021. Variabel yang dinilai adalah ASCVD Score, derajat stenosis, serta faktor risiko yaitu usia, jenis kelamin, DM, hipertensi, merokok dan LDL Data dianalisis secara bivariat dengan uji Spearman dan multivariat dengan regresi logistik Pada pasien PJK dengan derajat stenosis berdasarkan One Vessel 42 sebanyak 45 pasien (30,2%), derajat stenosis dengan Two Vessel sebanyak 50 pasien (33,56%) dan derajat stenosis dengan Three Vessel sebanyak 54 pasien (36,24%). Pasien PJK dengan ASCVD Score Low risk sebanyak 23 pasien (15,44%), ASCVD Score Borderline risk sebanyak 16 pasien (10,74%), ASCVD Score Intermediate risk sebanyak 63 pasien (42,28%), dan pasien dengan ASCVD High risk sebanyak 47 pasien (31,54%), LDL merupakan faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan derajat stenosis pasien PJK berdasarkan dengan nilai OR = 7.215. Terdapat hubungan yang sedang antara ASCD Score dengan derajat stenosis berdasarkan One Vessel, Two Vessel, Three Vessel Disease Score Angiografi pada pasien PJK di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dengan koefisien korelasi sebesar 0,409. Faktor yang paling berpengaruh adalah LDL.
Gambaran Hasil Kegiatan Intervensi Pentingnya Penggunaan KB pada Pasangan Usia Subur di Kelurahan Karangroto Semarang Yuliyanti, Suryani; Prasetijono, Purwito Soegeng; Nabih, Dimas Irfan; Pratiwi, Citra Permata; Safitri, Gita Dwi; Nisak, Khamidatun; Amal, Muhammad Ikhlasul; Septiani, Anita Indria; Khotimatun, Dwi Fara; Kusuma, Julia Salsa; Saputri, Pradita Bella Riski; Zahra, Purbaningrum Tiara; Putri, Trijati Cendikia
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i3.86446

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya yang gencar dilakukan pemerintah dalam pengendalian penduduk adalah program keluarga berencana (KB). Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan pasangan usia subur terbanyak di Indonesia, sebanyak 57,38 persen diantaranya menggunakan KB pada tahun 2021. Karangroto merupakan kelurahan di wilayah Jawa Tengah dengan hasil survei penggunaan KB sebesar 58,5% dari target 100%. Dari data tersebut peneliti melakukan kegiatan intervensi pada kelurahan Karangroto guna meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur pentingnya penggunaan KB.Metode: Intervensi yang dilakukan berupa edukasi mengenai pentingnya dukungan suami dalam program KB dan informasi pembayaran KB dalam bentuk ceramah, leaflet dan kuis mengenai materi yang diberikan. Sebelum diberikan intervensi, peserta diminta mengisi kuisioner pre test dan kuisioner post test akan dibagikan setelah intervensi.Analisis data pre post test menggunakan uji t berpasangan yang dilanjutkan dengan uji wilcoxon karena data tidak homogen dan tidak normal.Hasil dan pembahasan: Edukasi masyarakat tentang program KB di Kelurahan Karangroto diikuti 42 peserta yang seluruhnya meningkat pengetahuannya (rerata pretest 8,61 dan rerata posttest 9,30) dengan nilai p=0,001. Nilai pretest terendah adalah 5 dan tertinggi adalah 10. Sedangkan untuk nilai posttest terendah adalah 6 dan tertinggi 10.Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang bermakna pada pengetahuan pasangan usia subur pada Kelurahan Karangroto mengenai penggunaan kontrasepsi setelah diberikan intervensi berupa edukasi mengenai pentingnya dukungan suami dalam program KB dan informasi mengenai pembayaran KB.