Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pimpinan Pondok Pesantren Dalam Menanggulangi Perilaku Ghasab (Pengawasan Berjenjang) Yuana, Dika Novri; Lubis, Mawardi; Marhayati, Nelly
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: 1.Faktor Apakah yang menyebabkan terjadinya perilaku ghasab dikalangan santri putri Pondok pesantren. 2. Bagaimana strategi yang dilakukan oleh pimpinan Pondok pesantren dalam menanggulangi perilaku ghasab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk validasi data peneliti menggunakan sampel Snow Ball dan menggunakan teknik triangulasi untuk mengumpulkan data-data yang ada di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku ghasab di kalangan santri putri Pondok pesantren ada dua yaitu faktor Internal diantaranya; 1).Kebiasaan (Habit), 2). Lemahnya Kesadaran Santri Untuk Tidak Melakukan Perilaku Ghasab, 3). Menganggap Remeh Tindakan Ghasab, 4). Santri Memiliki Penyakit Kleptomania. Selanjutnya faktor eksternal diantaranya; 1). Pola Interaksi Santri Yang Terlalu Dekat, 2). Membudayanya Perilaku Ghasab Di Lingkungan Pesantren, 3). Kualitas Pendidik Yang Kurang Terjaga, 4). Kurang Maksimalnya Pembinaan Akhlak Yang Dilakukan. Kemudian strategi yang dilakukan oleh Pimpinan Pondok pesantren Dalam Menanggulangi Perilaku Ghasab diantaranya; Strategi Preventif yaitu; 1). Pekan Ta’aruf Santri, 2). Pengelompokkan Santri Berdasarkan Latar Belakang, 3). Pengawasan Berjenjang, 4). Mading Aturan, Selanjutnya Strategi Represif yaitu; 1). Apabila melakukan pelanggaran sebanyak satu kali, maka akan diberi sanksi teguran. 2). Apabila melakukan pelanggaran sebanyak dua kali, maka akan diberi sanksi penugasan hafalan atau menulis atau membersihkan musholah/masjid, membawa satu sak semen. 3). Apabila melakukan pelanggaran sebanyak tiga kali, maka akan diberi sanksi pemanggilan orang tua. Dan 4). Apabila melakukan pelanggran sebanyak empat kali, maka akan dikeluarkan dari pondok.
Metode Jitu Tahsin Al-Quran 2 Tahun Khatam 30 Jus Al-Quran Prananosa, Ahmad Gawdy; Yuana, Dika Novri; Umartin, Dodi
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 5 No. 1 (2022): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v5i1.3558

Abstract

This study aims to determine the purpose of learning Tahsin Al-Quran and knowing the method of learning Tahsin Al-Quran. Knowing the evaluation of learning Tahsin Al-Quran. This study uses a qualitative type with a phenomenological approach. Data collection techniques include; observation, interviews and documentation, the techniques used in data collection include: observation, interviews, and documentation. Analysis of the data using an interactive model (Miles and Huberman, where the analysis process is carried out simultaneously with the process of observation and interviews as well as direct documentation is analyzed. The results show that; The purpose of Tahsin Al-Uthmani learning at the Qur'an Al Fida Islamic Boarding School is so that students are able to read Al - The Koran properly and correctly in accordance with the makhrojul letters and the rules of tajwid science, namely being able to read the Koran in tartil, fluently, paying attention to the correct legal rules of recitation, and being able to read the Koran smoothly. Then the use of the Ottoman method in learning Tahsin Al -The Qur'an at Pesantren Qur'an Al Fida Bengkulu can be declared effective and can be a good guide for learning Al-Qur'an Tahsin, of course, accompanied by a lot of practice and reading practice. effective in learning Tahsin Al-Qur'an making it easier for students to read the Qur'an well and right. Keywords: Learning Method, Tahsin Al-Qur'an