Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Harmonisasi Manusia Dalam Al-Qur’an Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Saparina, Kaila; Aprison, Wedra; Akbar, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.7651

Abstract

Makalah ini membahas tentang asal usul manusia dalam perspektif islam. Konsep manusia dalam pandangan Islam adalah konsep sentral bagi setiap disiplin ilmu sosial kemanusiaan yang menjadikan manusia sebagai objek formal dan materialnya. Agar konsep manusia yang kita bangun bukan semata-mata merupakan konsep yang spekulatif, maka kita mesti bertanya pada zat yang mencipta dan mengerti manusia, yaitu Allah SWT, melalui al-Qur’an. Lewat al-Qur’an Allah memberikan rahasia-rahasia tentang manusia. Secara etimologi istilah manusia di dalam al-Qur’an ada empat kata yang dipergunakan, yakni al-Insan, al-Basyar, Bani Adam, al-Nas. Para ahli kerohanian Islam atau lebih populer para ahli ilmu tasawuf, memandang manusia bukan sekedar makhluk lahir yang berakal, akan tetapi manusia merupakan seorang hamba Allah Ta’ala yang mempunyai dua dimensi lahiriyah dan bathiniyah. Kedua dimensi tersebut memberikan pengaruh terhadap Pendidikan islam seperti hormat dan patuh kepada Guru.
Transisi Pendidikan Islam Tradisional dan Modernisasi (Tinjauan Pemikiran Azyumardi Azra) Saparina, Kaila; M, Iswantir
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7776

Abstract

Artikel ini membahas karya Azyumardi Azra dengan judul “Surau: Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi” akar peralihan pendidikan Islam di Indonesia ini sangat penting, karena telah menyajikan aspek intelektual yang mengetengahkan bentuk gagasan dan ajakan perubahan pendidikan islam melalui Surau. Surau sebagai salah satu pusat pendidikan islam di Minangkabau. Pertanyaan yang dijawab dalam artikel ini adalah (1) Bagaimana konsep pendidikan islam tradisional menurut Azyumardi Azra; (2) Bagaimana bentuk transisi pendidikan islam menurut Azyumardi Azra; (3) Bagaimana modernisasi komponen pendidikan islam tentang tujuan, kurikulum, lembaga pendidikan maupun sistem manajemen lembaga pendidikan islam itu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah teks-teks yang berkaitan dengan pemikiran Azyumardi Azra tentang pendidikan Islam. Data ditelaah menggunakan analisis isi (content analysis) dengan berusaha menggali maksud tokoh seputar pendidikan islam tradisional dalam transisi dan modernisasi. Kesimpulan dari pembahasan ini (1) Azyumardi Azra memandang konsep pendidikan islam tradisional menggunakan metode halaqah; (2) Bentuk transisi pendidikan islam tradisional beralih ke bentuk pendidikan sekuler; (3) Azyumardi Azra memandang modernisasi komponen pendidikan Islam berkaitan dengan tujuan, kurikulum, lembaga pendidikan dam sistem pembaga pendidikan islam. Modernisasi tujuan yaitu mengubah paradigma pendidikan yang hanya mengarah pada akhirat semata juga mementingkan kehidupan dunia; Modernisasi kurikulum dilakukan dengan mengembangkan ilmu-ilmu humaniora dengan ciri khas Islam dan memasukkan iptek dalam struktur kurikulum pendidikan islam; Modernisasi lembaga dilakukan dengan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan islam. Modernisasi sistem lembaga pendidikan islam dengan mengitegrasikan manajemen moderen dan kultur Masyarakat sekitar.
Educators in the Minang Region From an Islamic Perspective (Exploring the Role of Niniak Mamak) Lindra, Afni; Iswantir, Iswantir; Indria, Anita; Khamim, Siti; Saparina, Kaila
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 23 No. 1 (2026): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ajaip.2026.vol23(1).17959

Abstract

Mamak is also known as penghulu or Datuk in the Minangkabau community's governmental structure. Datuk has duties and responsibilities towards the education of Kemanakan. As society has developed rapidly, the Minangkabau region is no longer inhabited only by the Minang tribe, but also by people from outside the Minang tribe. Naturally, the duties of the Datuk as the highest leader in the traditional government structure in Minangkabau to educate the Kemanakan have increased. Moreover, in Minangkabau society, there are the terms Kandung Kemanakan and Malakok Kemanakan (children of adopted siblings). However, nowadays, sometimes the person entrusted as Datuk is not in Ranah Minang, some have migrated to other areas, leaving behind the duties that should be carried out in the village. Even those appointed as Datuk themselves were not born, raised and grew up in Ranah Minang but in other areas. As a tribe with the philosophy of adaik basandi syara', syara' basandi kitabullah (customs based on Sharia law, Sharia law based on the Holy Book), the implementation of these duties must be in accordance with Islamic teachings, where the Qur'an is the guideline for life. Observing this condition, it is necessary to conduct a study on the duties and responsibilities of the Datuk in educating kemanakan from an Islamic perspective. The purpose of this study is to determine the role of Mamak in educating kamanakan from the perspective of Islamic teachings, with the hope of revitalising the role of Mamak as educators in Minangkabau. The results of this study show that Mamak, as educators, have a responsibility to educate kamanakan in morals and provide education in social life, in accordance with Islamic teachings. This research is a literature study with a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used were interviews and documentation studies.