Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan IPS dalam Meningkatkan Rasa Nasionalisme di Era Revolusi 4.0 Putri, Dwi Nirmala; Az-Zahra, Fajerina Eka; Noviyanti, Silvina; Chan, Faizal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10772

Abstract

Tujuan menulis artikel ini adalah untuk membahas dan menjabarkan Peran Pendidikan IPS dalam Meningkatkan Rasa Nasionalisme di Era Revolusi 4.0. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu kajian literatur terkait dengan peran pendidikan IPS dalam meningkatkan rasa nasionalisme di era revolusi 4.0. Berbagai kajian literatur yang digunakan dalam artikel ini berupa: berbagai referensi buku, artikel jurnal, dan berbagai naskah akademik lainnya. Berbagai data kajian literasi tersebut, dikumpulkan dan pada selanjutnya dilakukan analisis kajiannya. Tujuan analisis literatur ini yaitu untuk memperkuat kemampuan berpikir terhadap berbagai teori dari para ahli maupun hasil kajian penelitian yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah menjabarkan bahwa pendidikan IPS sebagai salah satu bidang keilmuan yang berfokus mempelajari kehidupan dan lingkungan manusia dengan berbagai dinamikanya, pendidikan IPS menjadi pokok substansi yang fundamental dalam membentuk karakter nasionalisme peserta didik. Penguatan nasionalisme dapat dilakukan dengan memberikan pembelajaran IPS yang lebih bermakna. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengimplementasikan outdoor learning. Pembelajaran outdoor dengan mengunjungi situs-situs seperti museum, monumen dan berbagai peninggalan sejarah lainnya dapat memberikan wawasan yang konkrit kepada siswa tentang perjuangan dalam mencapai kemerdekaan. Menguatkan nasionalisme tanpa menoleh ke belakang adalah hal yang mustahil, maka dari itu perlu untuk membuka lembaran lama, belajar dari sana, dan mulai mempersiapkan dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.
ANALISIS PENERAPAN COMPUTATIONAL THINKING OLEH GURU DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Rumapea, Vanni Sulastri Dewi; Putri, Dwi Nirmala; Sofwan, Muhammad; Putri, Febby Ayuni Esya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52685

Abstract

This study was motivated by the importance of implementing Computational Thinking in elementary school IPAS learning to develop students’ critical thinking and problem-solving skills. However, the implementation of Computational Thinking (CT) in IPAS learning still faces various challenges, particularly related to teachers’ understanding and readiness in integrating CT elements into the learning process. This study aimed to describe the implementation of Computational Thinking in IPAS learning at elementary schools and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of two fifth-grade IPAS teachers from two public elementary schools selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and classroom observations. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, including data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of CT in IPAS learning was still not optimal. The most commonly applied CT elements were decomposition and pattern recognition, while abstraction and algorithmic thinking were rarely implemented. Supporting factors included teachers’ basic understanding of CT and the contextual characteristics of IPAS learning, whereas inhibiting factors included limited teacher understanding, lack of training, limited CT-based learning references, and limited instructional time.