Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Jasa Lingkungan Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Meilani, Farah; Arlysia, Vidda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11789

Abstract

Jasa lingkungan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Keberadaan RTH mengandung berbagai potensi jasa ekosistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi jasa lingkungan yang terdapat di Kawasan Ruang Terbuka Hijau Kajen. Adapun lokasi penelitian ini yaitu berada di kawasan RTH Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah tepatnya di Taman Mandurejo, Taman Pendopo, dan Alun - alun Kajen. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan dan kuesioner menggunakan teknik accidental sampling. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Ruang Terbuka Hijau Kajen mampu menyediakan jasa lingkungan berupa jasa penyediaan (provisioning services), jasa pengaturan (regulating services), jasa pendukung (supporting services), dan jasa budaya (cultural services) atau manfaat non-material.
Analisis Vegetasi Riparian Sungai Sukoyoso, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan Arlysia, Vidda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13229

Abstract

Upaya menjaga vegetasi riparian dapat dilakukan dengan menjaga keberadaannya dan mengupayakan keanekaragaman jenis tumbuhan penyusunnya sehingga mampu menyediakan jasa bagi lingkungan dengan optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi riparian di Sungai Sukoyoso. Penelitian ini dilakukan di Sungai Sukoyoso, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2024 pada 2 titik stasiun menggunakan metode plot. Pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis kuantitatif, yaitu dengan menghitung jumlah jenis dan jumlah individunya, keanekaragaman jenis tumbuhan menggunakan indeks Shannon Wiener (H’), indeks keseragaman (Evennes index), dan Indeks dominansi. Dari hasil penggabungan seluruh stasiun penelitian, diperoleh 34 spesies yang masuk ke dalam 25 famili. Indeks keanekaragaman jenis vegetasi pada ketiga habitus dari 2 stasiun berada pada kategori sedang. Sedangkan indeks keseragaman pada ketiga habitus dari 2 stasiun pengamatan menunjukkan hasil keseragaman tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan, tidak terdapat vegetasi yang mendominansi, baik di stasiun 1 maupun stasiun 2.
Analisis Potensi Titik Rawan Kemacetan di Kecamatan Jebres Berbasis Sistem Informasi Geografis Meilani, Farah; Arlysia, Vidda; De Wela, Syahita Martha; Mahendra, Abel Surya
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 27, No 1 (2025): March
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v27i1.101206

Abstract

Setiap tahunnya pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan akibat adanya pergerakan. Sehingga, berpengaruh pada kebutuhan transportasi. Potensi ekonomi yang semakin tinggi juga berdampak pada pertambahan angka kendaraan yang signifikan. Dampaknya adalah kemacetan yang dapat memunculkan dampak negatif secara luas terhadap masyarakat dan lingkungan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi titik rawan kemacetan di Kecamatan Jebres dan tingkat kerawanannya berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta dampak yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi pustaka dan didukung data-data primer serta sekunder untuk memperkuat analisis penelitian, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan 7 titik rawan kemacetan pada 5 ruas jalan di Kecamatan Jebres yang dibagi menjadi dua kategori kemacetan yaitu kuning yang artinya rawan terjadi kemacetan dan merah yang artinya sangat rawan terjadi kemacetan. Dampak dari kemacetan adalah pemborosan BBM dan biaya transportasi, polusi udara, pemborosan waktu, dan menyebabkan stres.
Kandungan Kadmium (Cd) pada Jenis Beras C4 Super, C4 Raja, Mentik, dan Rojolele Agustin, Yonanda Surya; Syahrani, Lathifa Putri Wiedhya; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Arlysia, Vidda; Herbowo, Ardia Candra Fajar
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.98161

Abstract

Beras merupakan sumber pangan pokok bagi masyarakat Indonesia sehingga kualitasnya perlu diperhatikan. Salah satu zat yang menjadi kontaminan dalam beras adalah logam berat kadmium. logam ini memiliki sifat toksik bagi tubuh manusia apabila terkonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam kadmium (Cd) dalam 4 jenis beras yang beredar di masyarakat meliputi beras jenis C4 Super, C4 Raja, mentik, dan rajalele menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil analisis kandungan kadmium (Cd) dari keempat sampel menunjukkan indikasi kandungan logam berat kadmium dari mulai terendah sampai tertinggi yaitu jenis Menthik dengan kandungan logam berat 1,0913 mg/Kg. Kadar logam berat terendah berikutnya yaitu Rojolele dengan kandungan logam berat 1,1415 mg/Kg. Kadar logam berat C4 Super sebesar 1,147 mg/Kg dan kadar logam berat tertinggi yaitu C4 Raja 1,1568 mg/Kg. Dari hasil tersebut menunjukkan semua hasilnya diatas 0,4 mg/Kg artinya semua sampel tersebut melebihi baku mutu kandungan Cd pada beras sesuai dengan SNI 7287 : 2009. Logam berat Kadmium (Cd) memberikan dampak negatif pada aspek abiotik, biotik, dan kultural. Dampak yang timbul pada aspek abiotik dapat berupa penurunan kualitas tanah. Dampak pada aspek biotik berupa akumulasi logam berat kadmium (Cd) pada tanaman dan produk tanaman yang dihasilkan yang nantinya akan mengalami biomagnifikasi. Dampak pada aspek kultural berupa terganggunya keseimbangan biologis dan kesehatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Upaya rekomendasi yang dapat ditawarkan untuk meminimalkan potensi terjadinya cemaran logam berat kadmium (Cd) terutama di sektor pertanian adalah dengan mengganti pupuk kimia menjadi pupuk organik, menggunakan adsorben berupa arang aktif, dan memanfaatkan teknik fitoremediasi menggunakan Impatiens balsamina L. dan bunga Mirabilis jalapa L. untuk mengurangi kadar kadmium di dalam tanah.