Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PROGRAM HIBAH MBKM UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SUMBER Zaky, Fadhil Achmad; Al-Dzahabi, Muhammad Adib; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Fil'ardiani, Nida Ulhaq; Agustin, Yonanda Surya
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi di muka bumi mengancam kehidupan manusia dan kerusakan ekosistem. Dalam menghadapi perubahan iklim diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang sejalan dengan komitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-13. Pelaksanaan program hibah MBKM membangun desa bertujuan untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rentang Bulan Agustus hingga Desember 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang objektif. Adapun hasil yang didapatkan dari pelaksanaan program ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan yang dilakukan pada program ini adalah pemasangan instrumen pemantauan kualitas udara EENNOS, pemasangan perangkap sampah di sungai, pemberian bibit ikan nila, edukasi lingkungan kepada anak-anak, pemanfaatan limbah kulit buah menjadi eco enzym, pembuatan lilin dari minyak jelantah, pembuatan taman bumi hijau, dan vertical garden. Dukungan dan partisipasi dari masyarakat dan stakeholder Kelurahan Sumber dapat mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber. Beberapa saran untuk keberjalanan kegiatan kedepannya adalah kerja sama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta keberlanjutan kelembagaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat merawat partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber.
PENERAPAN SDGS DALAM PROGRAM HIBAH MBKM UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SUMBER Agustin, Yonanda Surya; Zaky, Fadhil Achmad; Al-Dzahabi, Muhammad Adib; Ahsani Taqwim, Muhammad Hanif; Fil'ardiani4, Nida Ulhaq
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerubahan iklim yang terjadi di bumi mengancam kehidupan manusia dan merusak ekosistem. Menghadapi perubahan iklim memerlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang sejalan dengan komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penyelenggaraan program hibah pembangunan desa MBKM bertujuan untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Desa Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta pada bulan Agustus hingga Desember 2023. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui atau menggambarkan realitas peristiwa yang diteliti, sehingga memudahkan peneliti memperoleh data yang obyektif. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program ini adalah pemasangan Hotrality yang memerangkap sampah di Sungai Gajah Putih mencapai target 6,3 pada indikator 6.3.2 (b). Kegiatan pengolahan limbah menjadi eco enzim dan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi mencapai indikator 11.6.1(a) dan indikator 11.6.1(b). Kegiatan Taman Bumi Hijau, pendistribusian ikan nila, dan pemasangan ENNOS mencapai target 11.7 pada indikator 11.7.1(a). Sedangkan kegiatan Teras Lingkungan mencapai indikator 12.8.1(a) dan indikator 13.3.1(a). Dukungan dan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan di Desa Sumber dapat mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Desa Sumber. Beberapa saran untuk keberlangsungan kegiatan ke depan adalah kerjasama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta keberlanjutan kelembagaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjaga partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Desa Sumber.Kata kunci:  Adaptasi, Keberlanjutan, Mitigasi, MBKM, SDGs AbstractClimate change that occurs on earth threatens human life and damages ecosystems. Facing climate change requires adaptation and mitigation efforts that are in line with commitments to the Sustainable Development Goals (SDGs). The implementation of the MBKM village development grant program aims to carry out adaptation and mitigation efforts based on sustainable development. This program was implemented in Sumber Village, Banjarsari District, Surakarta City between August and December 2023. The method used is a qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Data is analyzed descriptively to find out or describe the reality of the events being studied, making it easier for researchers to obtain objective data. The results obtained from the implementation of this program are that the installation of Hotrality which traps waste in the White Gajah River reaches target 6.3 in indicator 6.3.2 (b). The activities of processing waste into eco enzymes and processing used cooking oil waste into aromatherapy candles reach indicator 11.6.1(a) and indicator 11.6.1(b). Green Earth Park activities, distribution of tilapia fish, and installation of EENNOS achieved target 11.7 in indicator 11.7.1(a). Meanwhile, Environmental Terrace activities achieved indicator 12.8.1(a) and indicator 13.3.1(a). Support and participation from the community and stakeholders in Sumber Village can support the achievement of sustainable development in Sumber Village. Some suggestions for the continuity of activities in the future are better cooperation between the government and the community, increasing the quality and quantity of socialization and education activities, as well as the sustainability of community institutions. This program is expected to maintain community participation and increase awareness in realizing sustainable development in Sumber Village.Keywords: Adaptation, Sustainability, Mitigation, MBKM, SDGs
Kandungan Kadmium (Cd) pada Jenis Beras C4 Super, C4 Raja, Mentik, dan Rojolele Agustin, Yonanda Surya; Syahrani, Lathifa Putri Wiedhya; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Arlysia, Vidda; Herbowo, Ardia Candra Fajar
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.98161

Abstract

Beras merupakan sumber pangan pokok bagi masyarakat Indonesia sehingga kualitasnya perlu diperhatikan. Salah satu zat yang menjadi kontaminan dalam beras adalah logam berat kadmium. logam ini memiliki sifat toksik bagi tubuh manusia apabila terkonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam kadmium (Cd) dalam 4 jenis beras yang beredar di masyarakat meliputi beras jenis C4 Super, C4 Raja, mentik, dan rajalele menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil analisis kandungan kadmium (Cd) dari keempat sampel menunjukkan indikasi kandungan logam berat kadmium dari mulai terendah sampai tertinggi yaitu jenis Menthik dengan kandungan logam berat 1,0913 mg/Kg. Kadar logam berat terendah berikutnya yaitu Rojolele dengan kandungan logam berat 1,1415 mg/Kg. Kadar logam berat C4 Super sebesar 1,147 mg/Kg dan kadar logam berat tertinggi yaitu C4 Raja 1,1568 mg/Kg. Dari hasil tersebut menunjukkan semua hasilnya diatas 0,4 mg/Kg artinya semua sampel tersebut melebihi baku mutu kandungan Cd pada beras sesuai dengan SNI 7287 : 2009. Logam berat Kadmium (Cd) memberikan dampak negatif pada aspek abiotik, biotik, dan kultural. Dampak yang timbul pada aspek abiotik dapat berupa penurunan kualitas tanah. Dampak pada aspek biotik berupa akumulasi logam berat kadmium (Cd) pada tanaman dan produk tanaman yang dihasilkan yang nantinya akan mengalami biomagnifikasi. Dampak pada aspek kultural berupa terganggunya keseimbangan biologis dan kesehatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Upaya rekomendasi yang dapat ditawarkan untuk meminimalkan potensi terjadinya cemaran logam berat kadmium (Cd) terutama di sektor pertanian adalah dengan mengganti pupuk kimia menjadi pupuk organik, menggunakan adsorben berupa arang aktif, dan memanfaatkan teknik fitoremediasi menggunakan Impatiens balsamina L. dan bunga Mirabilis jalapa L. untuk mengurangi kadar kadmium di dalam tanah.
Analisis Potensi Pengembangan Ekowisata Di Taman Tirtonadi, Kota Surakarta Agustin, Yonanda Surya; Aldzahabi, Muhammad Adib; Daniswara, Agnar Pradipa; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Ally, Haydar
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.98464

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkann dan dimanfaatkan. Salah satu wisata di Kota Surakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah Taman Tirtonadi yang merupakan hasil revitalisasi pemukiman kumuh bantaran sungai dan dengan menganut konsep waterfront city dijadikan ruang terbuka hijau sehingga dapat dimanfaatkan. Taman Tirtonadi memadukan sungai dan taman menjadi daya tarik wisata bagi para pengunjung untuk datang ke Taman Tirtonadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi pengembangan ekowisata di Taman Tirtonadi dengan metode ADO-ODTWA & analisis SWOT. Metode ADO-ODTWA merupakan metode untuk menilai kelayakan suatu objek atau area alam yang memiliki potensi daya tarik sebagai destinasi wisata. Metode ini menjadi standar dalam mengevaluasi apakah suatu objek alam memenuhi kriteria untuk dijadikan tujuan wisata yang layak. Analisis SWOT dalam konteks kajian ekowisata adalah suatu pendekatan yang memungkinkan untuk memahami kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang terkait dengan pengembangan dan pengelolaan destinasi ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis ADO-ODTWA yang menggunakan 3 indikator meliputi daya tarik, aksesibilitas, juga sarana dan prasarana, menyatakan bahwa Tirtonadi memiliki potensi dan layak untuk dikembangkan. Sedangkan analisis SWOT menunjukkan pada ekowisata ini sudah bagus namun perlu ada peningkatan pada beberapa sisi seperti kenyamanan, perluasan area parkir, jumlah tempat sampah, jumlah kamar mandi, dan pengelolaan sampah yang lebih baik kedepannya.