Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Media Sosial dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Irfan Pratama, Muhammad; Rahman, Abdul; Bachmid, Fahri
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol. 3 No. 1: Maret – Agustus 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/qawaninjih.v3i1.406

Abstract

Abstract: This study aims to explain and analyze the forms of regulation of freedom of opinion and expression in social media that apply in indonesia and explain and analyze whether the regulation of freedom of opinion and expression in social media is appropriate and in line with the principles of human rights protection. This study uses normative methods. The results showed that people's freedom of expression to express their opinions is the right and responsibility of the Democratic state. The application of the ITE Law in relation to the basic rights of every citizen in terms of freedom of opinion and expression cannot be reduced or limited by anyone and by anything, even the state. Because the state here is a party that assumes responsibility in terms of respecting and protecting these human rights through the provisions of legislation. Criticism of the government is not a violation of the law, freedom of opinion and expression is guaranteed in the Indonesian constitution. The restriction in freedom of expression and opinion is intended to create a security and welfare among fellow citizens so as not to violate other human rights. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis bentuk pengaturan kebebasan berpendapat dan berekspresi di media social yang berlaku di indonesia serta menjelaskan dan menganalisis apakah pengaturan kebebasan berpendapat dan berekspresi di media sosial sudah sesuai dan sejalan dengan prinsip-prinsip perlindungan hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan masyarakat dalam berekspresi untuk mengemukakan pendapatnya merupakan hak dan tanggung jawab dari negara demokrasi. Penerapan UU ITE dalam kaitannya dengan hak dasar setiap warga negara dalam hal kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak dapat dikurangi atau dibatasi oleh siapapun dan oleh apapun, bahkan negara sekalipun. Sebab negara disini merupakan pihak yang mengemban tanggung jawab dalam hal menghormati dan melindungi hak-hak asasi manusia tersebut melalui ketentuan perundang-undangan. Kritikan kepada pemerintah bukan merupakan pelanggaran hukum, kebebasan dalam berpendapat dan berekspresi dijamin dalam konstitusi Indonesia. Adapun pembatasan dalam kebebasan berekspresi dan berpendapat ditujukan agar terciptanya suatu kemanan dan kesejahteraan antar sesama warga negara sehingga tidak melanggar hak asasi manusia lain.
Likuiditas, Asset Tangibility, Sales Growth, dan Firm Size sebagai Determinan Tobin’s Q pada Perusahaan Nonkeuangan dalam Indeks KOMPAS-100 Periode 2022–2025 Kevin Alfredo, Harold; Agung Wibowo, Rizki; Irfan Pratama, Muhammad; Sejati, Hiro
Journal of Economics and Business UBS Vol. 15 No. 4 (2026): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/8vqvcx42

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik perusahaan yang mencakup likuiditas, asset tangibility, sales growth, dan firm size terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q pada perusahaan non-keuangan dalam indeks KOMPAS-100 periode 2022–2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai arah dan signifikansi pengaruh karakteristik perusahaan terhadap nilai perusahaan, serta masih terbatasnya penelitian yang menguji keempat variabel tersebut secara terintegrasi pada perusahaan non-keuangan dalam indeks KOMPAS-100. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan kombinasi variabel karakteristik internal perusahaan, objek perusahaan lintas sektor dengan kapitalisasi relatif besar, serta periode pengamatan terkini setelah pemulihan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan situs resmi Bursa Efek Indonesia. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan menghasilkan 49 perusahaan dengan 196 observasi perusahaan-tahun. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan aplikasi Gretl. Berdasarkan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, Random Effect Model dipilih sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas, asset tangibility, dan sales growth tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan firm size berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa investor perlu lebih memperhatikan efisiensi dan produktivitas pengelolaan sumber daya dibandingkan sekadar tingkat likuiditas, pertumbuhan penjualan, aset berwujud, dan besarnya perusahaan. Bagi manajemen, peningkatan skala usaha perlu disertai pengendalian biaya, efisiensi operasional, dan optimalisasi aset agar mampu meningkatkan nilai perusahaan.