Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Controversy to Credibility: The Crucial Role of Spokespersons in the Digital Age Butarbutar, Benny Siga
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): December 2025 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v10i2.1315

Abstract

One of the main challenges facing spokespersons in the digital era is the intensity of media and public spotlight and scrutiny in which any statement will be analyzed and criticized openly. The other equally important challenges are keeping message consistency in various digital platforms and ensuring harmony with the core values of the organization. Answering journalists is nothing more than a technical affair but requires tranquility, a holistic mind, and deep knowledge about the context of the surrounding situation. In transparency pressure, spokespersons are not easy because they must be able to keep a balance between information transparency and policy in maintaining the integrity of sensitive data. Digital platform transformation has decentralized information flow, strengthened public skepticism, and increased the risk of social conflict as a result of controversial speech or video. Additionally, it has brought about a serious implication on speech etiquette. In this context, the application of strategic communication becomes a crucial strategy in the digital age, requiring approaches that are not merely reactive but also systematically designed, adaptive to the emerging dynamics, measurable to achieve it, and constantly based on strong communication ethics. Moreover, strategic communication plays a significant role in strengthening institutional legitimacy and building enduring public trust in the long run. These research findings underscore the need to develop a collaborative, cross-functional, and cross-sectoral strategic communication ecosystem in order to improve the effectiveness of message delivery and the credibility of the institution in responding to communication challenges that demand speed, real-time, transparency, and social sensitivity.
Strategic Health Service Communication to Strengthen Competitive Advantages in BPJS Partner Clinics Novianty, Suci Marini; Ningsih, Diana Hestya; Butarbutar, Benny Siga
Jurnal InterAct Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v14i1.6515

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi layanan kesehatan sebagai alat strategis untuk memperkuat keunggulan kompetitif klinik mitra BPJS di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Penelitian berfokus pada komunikasi yang bertujuan mengubah perilaku kesehatan masyarakat. Penelitian ini secara khusus meneliti praktik komunikasi dalam layanan klinis, termasuk komunikasi antarindividu, organisasi, dan digital yang membentuk pengalaman pasien, serta mempengaruhi daya saing klinik. Metode penelitian menggunakan campuran secara kuantitatif dan kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui survei kepada 200 klinik mitra BPJS, wawancara dengan pemimpin bidang komunikasi BPJS, dan umpan balik pasien. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi layanan kesehatan yang efektif, ditandai dengan kejelasan, empati, responsif, dan penyampaian di berbagai platform media dapat secara langsung meningkatkan indikator keunggulan kompetitif: kepercayaan, kepuasan, dan loyalitas pasien. Namun, perlu juga melakukan integrasi interaksi tradisional antara penyedia layanan dan pasien dengan platform digital, terutama aplikasi seluler JKN, karena secara signifikan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan, penanganan keluhan, konsultasi jarak jauh, dan kelangsungan untuk perawatan. Klinik dengan sistem komunikasi yang kuat menunjukkan tingkat kepuasan pasien yang tinggi, efisiensi operasional, dan kepatuhan terhadap standar regulasi BPJS. Studi ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian komunikasi layanan kesehatan yang efektif, termasuk kompetensi komunikasi staf, kesiapan digital, kualitas infrastruktur, dan karakteristik demografis pasien. Indikator pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kualitas komunikasi yang dirasakan, ketahanan pasien, skor loyalitas, dan posisi kompetitif klinik. Meskipun manfaatnya telah terbukti, tantangan tetap ada, seperti literasi digital yang terbatas di kalangan pasien lanjut usia dan gangguan teknis secara periodik. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa memprioritaskan komunikasi layanan kesehatan dalam kerangka kerja manajemen strategis, serta memanfaatkan inovasi digital seperti aplikasi JKN, merupakan hal esensial bagi klinik BPJS untuk mempertahankan daya saing dalam lingkungan kesehatan yang semakin kompleks.