Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrating Traditional Medicine into Mainstream Healthcare Systems: Challenges and Opportunities Cahya, Dini Aulia; Dewi, Riskha Dora Candra; Tanggono, Aninda; Hidayat, Rachmad
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April, Culture and Identity
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.45054

Abstract

The integration of traditional medicine into mainstream healthcare systems presents both significant challenges and unique opportunities. This study employs a literature review methodology to examine the current landscape of traditional medicine practices and their potential role within conventional healthcare frameworks. By analyzing various studies, policy documents, and case reports, this paper identifies key barriers to integration, including regulatory issues, lack of standardization, and the prevailing skepticism among healthcare professionals. Additionally, it highlights the opportunities for enhanced patient care through a more holistic approach that combines the strengths of both traditional and modern medical practices. The findings suggest that successful integration requires collaborative efforts among stakeholders, including policymakers, healthcare providers, and traditional medicine practitioners. Furthermore, the study emphasizes the need for comprehensive training programs to educate healthcare professionals about traditional medicine and its benefits, as well as the establishment of regulatory frameworks to ensure safety and efficacy. This paper contributes to the growing discourse on healthcare integration by providing insights into the complexities of merging traditional and modern medical systems and offering recommendations for future research and policy development.
Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Cahya, Dini Aulia; Wahjuni, Endang Sri; Abidah , Hafshah Yasmina; Sasongko, Devi Purnamasari; Sugianto, Yenny Meilany; Putri, Anggie Sasmita Kharisma; Munasib, Abqariyatuzzahra
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1844

Abstract

Literasi kesehatan reproduksi remaja merupakan komponen penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kemampuan remaja memahami perubahan biologis, psikososial, serta mengambil keputusan yang aman dan bertanggung jawab. Namun demikian, di banyak lingkungan sekolah, topik kesehatan reproduksi masih dipengaruhi oleh mitos, norma tabu, serta keterbatasan akses terhadap informasi yang tervalidasi secara ilmiah. Kondisi ini berpotensi memperkuat miskonsepsi, ketimpangan pengetahuan berbasis gender, serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai risiko kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendekatan edukasi yang holistik, ilmiah, dan interaktif, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 5 (Gender Equality). Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 dengan sasaran 60 siswa sekolah menengah pertama. Intervensi dilakukan melalui sesi edukasi interaktif yang mencakup pemahaman dasar anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, kesehatan pubertas dan menstruasi, penguatan konsep kesehatan reproduksi yang setara gender, serta pelurusan mitos kesehatan reproduksi berbasis bukti ilmiah. Evaluasi kegiatan menggunakan desain pra–pasca dengan pre-test dan post-test masing- masing terdiri atas 10 soal pilihan ganda yang mencakup domain materi sepadan. Hasil evaluasi dianalisis dan disajikan secara deskriptif menggunakan kategori tingkat pemahaman. Sebelum intervensi, tingkat pemahaman siswa secara umum berada pada kategori rendah–sedang, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan pubertas, menstruasi, dan persepsi peran gender dalam kesehatan reproduksi. Setelah kegiatan edukasi, terjadi pergeseran kecenderungan tingkat pemahaman menjadi sedang–tinggi, disertai peningkatan kemampuan siswa dalam membedakan mitos dan fakta kesehatan reproduksi serta meningkatnya sikap saling menghormati antara siswa laki-laki dan perempuan. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang dirancang secara holistik dan interaktif tidak hanya berpotensi meningkatkan literasi kesehatan remaja, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan kesenjangan gender dalam akses pengetahuan kesehatan. Dengan demikian, program ini relevan sebagai strategi penguatan peran sekolah dalam mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 5 secara berkelanjutan.