Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Paparan Poster Iklan Kecantikan Terhadap Kekhawatiran Diri Masa Depan Pada Mahasiswa Perempuan Octafiani, Fanny; Fithriyah, Hasna; Nazhesda, Margaretha; Nabila, Siti Maharani
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 4 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i4.523

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji pengaruh paparan poster iklan kecantikan terhadap persepsi diri dengan menggunakan teori kognitif sosial dan teori perbandingan sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dilakukan dengan melibatkan 30 mahasiswi yang dibagi menjadi kelompok perlakuan (treatment) dan kontrol (control). Kelompok perlakuan dipaparkan poster dengan visual kecantikan ideal, sementara kelompok kontrol tidak menerima paparan apapun. Data kemudian dikumpulkan melalui survei post-test yang mengukur variabel self-esteem dan social comparison. Dari penelitian, ditemukan bahwa eksperimen yang dilakukan kepada kelompok yang mendapat perlakuan tidak dilihat adanya hubungan signifikan antara self-esteem dan social comparison. Temuan ini membuktikan bahwa paparan media tidak mempengaruhi kekhawatiran diri masa depan atau perbandingan sosial dari\ responden yang diteliti. Penelitian lanjutan diharapkan mempertimbangkan variabel tambahan yang mungkin relevan. Kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif, seperti wawancara mendalam juga penting untuk menggali lebih lanjut persepsi individu terhadap media dalam konteks budaya yang berbeda.Kata Kunci: Kekhawatiran diri, kognitif sosial, self-esteem, perbandingan sosial, eksperimen AbstractThis study investigates the influence of beauty advertisement poster exposure on future self-concerns in female university students. The study uses social cognitive theory and social comparison theory to examine how media exposure impacts self-perception. The research employed a quantitative experimental method involving 30 female students divided into treatment and control groups. The treatment group was exposed to posters featuring idealized beauty, while the control group was shown non-visual advertisements. Data were collected through post- test surveys analyzing self-esteem and social comparison. This study found that the experimental treatments did not affect the relationship between self-esteem and social comparison. These findings suggest that media exposure does not directly influence future self-concerns or social comparison. Subsequent research should examine other potentially relevant variables. Employing quantitative and qualitative approaches, including in-depth interviews, is essential for gaining deeper insights into how individuals perceive media within varying cultural frameworks.Keywords: Beauty advertising exposure, self-concern, cognitive social, self-esteem, social comparison, experiment
Chatbot In The Public Sector: A Systematic Literature Review (Chatbot In Public Sector: Sebuah Kajian Literatur Sistematis) Fithriyah, Hasna; Nazhesb, Margaretha
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7859

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah diimplementasikan di berbagai sektor, dengan chatbot sebagai salah satu produknya yang menawarkan manfaat serta efisiensi layanan. Chatbot memiliki potensi besar dalam penyediaan layanan berbasis teknologi, terutama pada sektor ekonomi. Namun, penerapan chatbot dalam layanan publik masih menjadi perdebatan karena dinilai belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini bertujuan memahami perkembangan terbaru chatbot pada sektor publik melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 32 artikel jurnal yang terindeks Scopus dan diterbitkan pada periode 2015–2025. Artikel yang memuat frasa “chatbot in public” pada judul diseleksi menggunakan standar PRISMA 2020. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan chatbot pada sektor publik dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, kebijakan, dan persepsi pengguna. Keberhasilan implementasi chatbot tidak hanya ditentukan oleh kemampuan AI dan machine learning, tetapi juga oleh user experience, trust, dan citizen engagement. Penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dari perspektif komunikasi, teknologi, regulasi, serta teori penerimaan dan nilai publik dalam layanan masyarakat di era transformasi digital sektor publik.