Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN Artemia salina YANG DIPERKAYA DENGAN ASAM AMINO TERHADAP SINTASAN LARVA RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linn. 1758) STADIA ZOEA Dananjaya, Wayan Kantun; Sukriani, Sukriani; Latief, Nursidi; Cahyono, Indra
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.173-180

Abstract

Sintasan dalam usaha budidaya rajungan sangat ditentukan oleh pakan yang diberikan selama pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan asam amino pada Artemia salina pada dosis yang berbeda untuk meningkatkan sintasan larva rajungan. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan diberikan dengan cara memperkaya A. salina menggunakan multi asam amino sesuai dengan dosis meliputi perlakuan A: 0,0; B: 2,5; C: 5,0; dan D: 7,5 ppm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sintasan larva rajungan pada masing-masing perlakuan yaitu A.11,85 ± 0,40%; B. 16,18 ± 0,18%; C. 37,68 ± 0,20%; dan D. 50,35 ± 0,10% dengan pola hubungan yang polinomial antarpemberian dosis multi asam amino dengan sintasan larva rajungan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa penambahan multi asam amino pada A. salina sebagai pakan alami mampu meningkatkan sintasan larva rajungan pada stadia zoea. Survival in blue swimming crab cultivation is largely determined by the feed provided during the rearing period. This study aimed to evaluate the addition of amino acids to Artemia salina at different doses to increase the survival of blue swimming crab larvae. The study was designed using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications. Treatments were applied by enriching A. salina using multi amino acids according to the doses including treatment A: 0.0; B: 2.5; C: 5.0; and D: 7.5 ppm. The results of the study showed that the survival of blue swimming crab larvae in each treatment was A. 11.85 ± 0.40%; B. 16.18 ± 0.18%; C. 37.68 ± 0.20%; and D. 50.35 ± 0.10 with a polynomial relationship pattern between administration of multi-amino acids doses and survival of blue swimming crab larvae. Based on the results of this study, it was concluded that the addition of multi amino acids to A. salina as a live feed was able to increase the survival of blue swimming crab larvae at the zoea stage.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Elektronik Rekam Medis (ERM) di Instalasi Rawat Jalan RSUD Provinsi NTB Sukriani, Sukriani; Menap, Menap; Karjono, M.
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.24474

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the acceleration of digital healthcare transformation and the mandatory implementation of Electronic Medical Records (ERM). However, ERM compliance at the NTB Provincial Hospital has not yet reached the target. An internal evaluation in 2024 showed a 75% compliance rate of 24 hours. This lack of perfection has implications for the completeness and strictness of time documentation and has led to delays in claim verification due to incomplete data, which can reduce revenue and the provision of service facilities in various outpatient units. This study aims to analyze the influence of seven factors: individual, organizational, technological, performance expectations, ease of use expectations, social environment, and facility conditions on ERM compliance in the outpatient unit. The method used was a quantitative cross-sectional design in 2025, involving 145 respondents from a population of 227 ERM users. Data were collected through a HOT-FIT and UTAUT indicator-based questionnaire using a 5-point Likert scale. Data were then analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square), and multivariate logistic regression (α0.05). Univariate results showed that the majority of respondents were consistently compliant (56.6%), with individual factors categorized as high at 51.0% and facility conditions as sufficiently available/available at 76.6%. Bivariate analysis revealed that all variables were significantly associated with compliance (p0.001). However, multivariate analysis revealed that only individual factors (p=0.006) and facility conditions (p0.001) had a partial effect, with facility conditions being the most dominant determinant. Keywords: Compliance, Electronic Medical Records, Outpatient Facilities.  ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh percepatan transformasi digital layanan kesehatan dan kewajiban penerapan Elektronik Rekam Medis (ERM), namun kepatuhan pengisian ERM di RSUD Provinsi NTB belum mencapai target. Evaluasi internal tahun 2024 menunjukkan kepatuhan pengisian 24 jam sebesar 75%. Kesenjangan tersebut berimplikasi pada kelengkapan dan ketepatan waktu dokumentasi, serta memicu tertundanya verifikasi klaim pembiayaan karena data tidak lengkap yang dapat menekan pendapatan dan pengadaan sarana pelayanan di berbagai unit rawat jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tujuh faktor seperti faktor individu, organisasi, teknologi, harapan kinerja, harapan kemudahan, lingkungan sosial dan kondisi fasilitas terhadap kepatuhan penggunaan ERM di Instalasi Rawat Jalan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional pada tahun 2025, melibatkan 145 responden dari populasi 227 pengguna ERM, data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis indikator HOT-FIT dan UTAUT menggunakan skala Likert 5 poin, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square) dan multivariat regresi logistik (α0,05). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden selalu patuh (56,6%), dengan proporsi faktor individu kategori tinggi 51,0% dan kondisi fasilitas cukup tersedia/tersedia 76,6%. Uji bivariat memperlihatkan seluruh variabel berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p0,001). Namun, pada analisis multivariat hanya faktor individu (p=0,006) dan kondisi fasilitas (p0,001) yang berpengaruh secara parsial dengan kondisi fasilitas sebagai determinan paling dominan. Kata Kunci: Kepatuhan, Elektronik Rekam Medis, Instalasi Rawat Jalan.