Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kelulushidupan Biota pada Sistem Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA)-Padi Hamsiah Hamsiah; Indra Cahyono; Heriansah Heriansah; Wayan Kantun; Arnold Kabangnga
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2021.Vol.5.No.2.119

Abstract

Survival rate is a determinant factor of success in multibiota cultivation. This study aims to determine the survival rate of biota cultivated in various combinations in the Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA)-Paddy system. Three combinations (K) of biota and three replications, namely milkfish and paddy(K-2), milkfish, tiger prawns, and paddy (K-3), and milkfish, tiger prawns, and shellfish (K-4) were investigated experimentally in the field using a tarpaulin pond model. Biota was reared for 80 days with a density of 30 individuals each integrated with 30 clumps of rice by floating method. The results showed that the difference in the survival rate of milkfish at K-2 (97.8±1.91%), K-3 (94.4±1.96%), and K-4 (98.9±1.90%) was in the range of 1.1- 3.6% which was not statistically significant (P> 0.05). The survival rate of tiger prawns in K-4 (88.9±1.91%) was descriptively 2.2% higher than K-3 (86.7±1.90%). The survival rate of shellsfish on K-4 biota is 85.6±1.90%. Water quality during experimental is in the range that can be tolerated by each biota. More research is needed which in-depth to optimize the IMTA-Paddy system in brackishwater.
Pengaruh fermentasi limbah jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) terhadap kelimpahan fitoplankton dan sintasan larva kepiting (Scylla serrata) Indra Cahyono; Wayan Kantun; Nursyahran Nursyahran
Agrokompleks Vol 21 No 2 (2021): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v21i2.335

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu komoditas ikan air laut yang mendapat perhatian besar bagi usaha perikanan, harga jual yang selalu naik dan teknologi budidaya yang sudah berkembang. Namun pembudidaya masih mengalami kendala ketersediaan bibit yang belum kontinyu dan masih sulit mendapatkan kelangsungan hidup yang optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan fermentasi limbah jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) untuk optimalisasi kelimpahan fitoplankton sebagai pakan alami utama perbenihan kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah jeroan cakalang terhadap kelimpahan fitoplankton dan kelangsungan hidup stadia larva kepiting. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.Wadah larva kepiting diberi air dari fermentasi limbah jeroan cakalang dengan dosis berbeda (5 ppm; 7,5 ppm;10 ppm; dan 0%). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah jeroan 10 ppm dapat memberikan hasil kelimpahan fitoplankton 6,09×104 sel/mil dengan kelangsungan hidup larva kepiting sebesar 15%.
Diversifikasi Olahan Produk Perikanan Sebagai Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional Di Desa Sampulungan Kabupaten Takalar Indra Cahyono; Nuraeni L. Rapi; Wayan Kantun; Harianti Harianti; Suryawati Salim; Fatahuddin Fatahuddin; Anugerah Saputra
PENGABDI PENGABDI: VOL. 3, NO.2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v3i2.40868

Abstract

Abstrak. Mitra Program kedaireka ini adalah adalah Koperasi Serba Usaha TURIN. Masalahnya adalah: (1) diperlukan program diversifikasi yang dapat mendukung pemulihan masyarakat nelayan (2) terkait pengelolahan limbah di desa sampulungan kabupate takalar perlu dilakukan edukasi kepada masyarat. Sasaran eksternal adalah hasil olahan perikanan baik makanan maupun hasil olahan dari limbah dalam bentuk pupuk cair. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan pendampingan serta pengarahan hingga penjualan produk. Hasil yang dicapai adalah (1) Masyarakat nelayan mampu menghasilkan penghasilan tambahan melalui program diversifikasi produk olahan hasil perikanan berupa aneka kreasi makanan.(2)Masyarakat nelayan mempu mengatasi permasalahan limbah dengan metode pengolahan yang dikembangkan oleh dosen kami yakni Pupuk cair olahan sotong. Kata kunci: Diversifikasi, Olahan hasil perikanan, produk makanan, Produk olahan limbah
APLIKASI ASIA & AFRICA HD BERBASIS ANDROID PADA PENANGKAPAN CUMI-CUMI (Loligo chinensis, Gray 1849) DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Irsandi Irsandi; Wayan Kantun; Indra Cahyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.2.2022.%p

Abstract

Penangkapan cumi-cumi dapat dilakukan pada malam dan siang hari. Penangkapan yang intensif diduga telah menyebabkan terjadinya perubahan biologi cumi-cumi. Sehubungan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biologi cumi-cumi yang meliputi distribusi ukuran, pola pertumbuhan, nisbah kelamin, kematangan gonad dan ukuran kali pertama matang gonad. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui keterlibatan langsung pada operasi penangkapan dengan nelayan yang memakai dan tidak memakai aplikasi Asia&Africa HD berbasis Android. Penelitian dilakukan mulai Maret sampai Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan distribusi ukuran panjang mantel cumi-cumi yang tertangkap dengan memakai aplikasi berkisar 0,9-14,6 cm (11,42 ±1,73 cm) dan tidak memakai aplikasi berkisar 0,9-14,6 cm (11,19 ± 1,81 cm) baik untuk jantan maupun betina, pola pertumbuhan allometrik negatif (b < 3) baik jantan maupun betina, nisbah kelamin jantan betina dengan memakai aplikasi sebesar 30,25 : 69,75% (1,0 : 2,3) dan tidak memakai aplikasi sebesar 38,95 : 61,05% (1,0 : 1,5), kematangan gonad cumi-cumi jantan hanya pada tahapan belum matang gonad (tahapan I-II) baik tertangkap memakai dan tanpa memakai aplikasi, sedangkan cumi-cumi betina ditemukan mulai tahapan belum matang gonad, matang gonad dan memijah (tahapan I-V) baik tertangkap memakai dan tanpa memakai aplikasi. Ukuran kali pertama matang gonad cumi-cumi betina dicapai pada ukuran 9,187 cm untuk yang memakai aplikasi sedangkan pada ukuran 10,942 cm yang tidak memakai aplikasi. Dampak dari penggunaan aplikasi ini adalah cumi-cumi yang tertangkap lebih banyak dengan ukuran matang gonad lebih kecil, nisbah kelamin tidak seimbang, dan tidak terjadi keselarasan tahapan kematangan gonad jenis kelamin jantan dengan betina.Squid fishing can be done at night and during the day. Intensive fishing is thought to have caused a change in the biology of the squid. In this regard, this study aims to analyze squid’s biology, including size distribution, growth pattern, sex ratio, gonad maturity and the size of the first gonad maturity. The research was conducted using a survey method through direct involvement in fishing operations with fishermen who use and do not use the Android-based Asia & Africa HD application. The study was conducted from March to May 2022. The results showed that the distribution of the mantle length of squid caught using the application ranged from 0.9 to 14.6 cm (11.42 ± 1.73 cm) and not using the application ranged from 0, 9-14.6 cm (11.19 ± 1.81 cm) for both males and females, negative allometric growth pattern (b < 3) for both males and females, male to female sex ratio using the application of 30.25: 69, 75% (1.0 : 2.3) and did not use the application of 38.95 : 61.05% (1.0 : 1.5), male squid gonad maturity is only at the immature stage of gonads (stages I- II) both caught using and without using the application, while female squid were found from the immature, gonadal and spawning stages (stages I-V) both caught using and without using the application. The size of the female squid's first gonad maturity was reached at 9.187 cm for those who used the application, while the size of 10,942 cm for those who did not use the application. The impact of using this application is that more squid are caught with have smaller gonad maturity sizes, unbalanced sex ratio, and there is no alignment of the stages of male and female gonad maturity.
Pengaruh Penggunaan Media Pencucian Telur terhadap Daya Tetas Telur Ikan Patin Daif Kurniawan; Nursyahran Nursyahran; Indra Cahyono
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i2.644

Abstract

Ikan patin merupakan jenis ikan air tawar yang mempunyai rasa daging yang enak, lezat, dan gurih, serta tekstur daging yang lembut sehingga banyak masyarakat yang gemar mengonsumsinya maka dari itu perlu peningkatan produksi ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pencucian telur terhadap daya rekat dan daya tetas telur ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april 2022 selama 7 hari. Perlakuan yang diuji cobakan adalah Perlakuan pencucian telur menggunakan media batu bata sebanyak 14 gram(A), pencucian telur menggunakan media sekam padi sebanyak 14 gram (B), pencucian telur menggunakan media lumpur sebanyak 14 gram (C). Dan kontrol atau tanpa melakukan perlakuan pencucian telur (D). Variabel penelitian terdiri dari daya rekat telur ikan patin dan juga daya tetas telur ikan patin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu dari penggunaan media batu bata dengan persentase rata-rata daya rekat yaitu 90,50% dan daya tetas sebesar 68,83%, kemudian di susul oleng perlakuan media lumpur dengan persentase rata-rata daya rekat yaitu 75,33% dengan daya tetas sebesar 58,33%, dan ketiga dari perlakuan media sekam padi dengan persentase rata-rata daya rekat yaitu 61,83% dan daya tetas sebesar 45,17%, dan yang terakhir atau yang paling buruk dari kontrol atau tanpa perlakuan dengan nilai rata-rata daya rekat yaitu 42,67% dan daya tetas sebesar 24,17%. Hasil analisis of varians menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0.05). Hasil uji W-Tukey menunjukkan adanya perbedaan pengaruh antar perlakuan. Penggunaan media pencucian telur berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan patin.
Identifikasi Waktu Efektif Menumbuhkan Kandungan Bakteri Pada Fermentasi Ampas Tahu dengan Isi Perut Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) Tandirerung, Chaterine Rumambo Tulak; Cahyono, Indra; Alifia, Frida; Kantun, Wayan
SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 3 No 2 (2022): SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/siganus.v3i2.1506

Abstract

Pakan merupakan kompenen utama dengan biaya paling mahal dalam budidaya ikan secara intensif. Oleh sebab itu, dicari alternatif pakan murah dengan teknologi sederhana untuk menekan biaya operasinal pakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui waktu efektif yang dibutuhkan untuk fermentasi limbah ampas tahu dan isi perut ikan tongkol krai (Auxis thazard) dan mengetahui koloni bakteri. Penelitian dilaksanakan Juni sampai Juli 2021 di Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan (BPMPP) Makassar. Metode penelitian ini bersifat eksperimental yaitu fermentasi limbah ampas tahu dan isi perut ikan tongkol selama 4, 8 dan 12 hari dengan perbandingan 1:1 (isi perut ikan tongkol: ampas tahu). Hasil fermentasi kemudian dilakukan perhitungan koloni bakteri menggunakan ALT. Hasil penelitian ALT menunjukkan jumlah bakteri pada fermentasi ampas tahu dengan isi perut ikan tongkol yakni 3.7x106 koloni/g - 5.4x106 Koloni/g pada ikan kecil, 4.2x105 koloni/g - 22.3x105 koloni/g pada ikan sedang, dan 4.2x105 koloni/g - 22.3x105 koloni/g pada ikan besar. Bahwa waktu fermentasi ampas tahu dengan isi perut ikan tongkol berkontribusi terhadap peningkatan jumlah total bakteri. A B S T R A C T Feed is the main component with the most expensive cost in intensive fish farming. Therefore, it is necessary to look for cheap feed alternatives with simple technology to reduce feed operational costs. This study aims to determine the effective time required for fermentation of tofu waste and entrails of tuna krai (Auxis thazard) and to determine bacterial colonies. The research was carried out from June to July 2021 at the Makassar Fishery Product Quality Application Center. This research method is experimental, namely the fermentation of tofu waste and tuna entrails for 4, 8, and 12 days with a ratio of 1:1 (tofu dregs: tuna stomach contents). The results of the fermentation were then calculated using ALT. The results of the ALT study showed that the number of bacteria in tofu dregs fermentation with tuna stomach contents was 3.7x106 colonies/g - 5.4x106 Colonies/g in small fish, 4.2x105 colonies/g - 22.3x105 colonies/g in medium fish, and 4.2x105 colonies. /g - 22.3x105 colonies/g in large fish. That the fermentation time of tofu dregs with tuna stomach contents contributed to the increase in the total number of bacteria.
Community Perceptions of Whale Shark (Rhincodon typus) Conservation in the Coastal District of Yaur Nabire, Papua Tipagau, Otniel; Rapi, Nuraeni L.; Cahyono, Indra
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 16 No. 2 (2023): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conservation and management of resources that have an economic impact on the community will save the shark population in the Cendrawasih Bay Marine Park. Therefore, the government needs to implement conservation management efforts and limit shark catches. The aim of this research is to determine public perceptions regarding the conservation of whale sharks (Rhincodon Typus) on the coast of Yaur district, Nabire district. Data collection techniques used at the research location are: Observation, interviews, and documentation of activities. Data obtained from observations and distribution of questionnaires were processed using Microsoft Excel software. The results of the processed data are displayed in the form of tables, graphs or diagrams. The results of the research show that the perception of coastal communities in Yaur district towards the conservation of whale sharks (Rhincodon typus) is positive with the dominant percentage knowing about shark conservation and infrastructure. Communities in the Coastal Yaur District actively participate in the conservation of whale sharks (Rhincodon typus) and maintain and maintain infrastructure.
Analysis of the Sustainability of Tilapia (Oreochromis niloticus) Fish Cultivation Business in Muara Tami District, Jayapura Arismon, Donni; Cahyono, Indra; Heriansah, Heriansah
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 16 No. 2 (2023): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v16i2.1845

Abstract

There are several threats to the sustainability of the Tilapia fish cultivation business in the Muara Tami District, which is one of the Tilapia fish production centers in Jayapura, Papua Province. The research was carried out with the aim of analyzing the sustainability of fish cultivation development in the Muara Tami District, Jayapura City, carried out from October to December 2023 with interviews with 30 fish cultivators, data processing and analysis methods using Multi-Dimensional Scaling-Rapid Appraisal for Sustainability ( MDS-Raps) which is a modification of Rapid Appraisal for fisheries (Rapfish). The research results show that the sustainability status of fish farming in the Muara Tami District in the ecological, social, economic, technological and institutional dimensions (multidimensional analysis) is 36.63% in the less sustainable category and the results of the analysis show that the sustainability dimension that has the largest index value is the economic dimension. So a simultaneous strategy is needed for all four dimensions to develop and improve indicator attributes in the social, ecological and technological dimensions, especially in the institutional dimension.
Analysis of the Relationship Between Carrageenan Content of Seaweed (Kappaphycus alvarezii Doty, 1986) with Water Quality in The Makassar Strait Sudar, Kasmawati; Latief, Nursidi; Cahyono, Indra; Kantun, Wayan
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 1 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v17i1.2004

Abstract

Analysis of the relationship between carrageenan content of seaweed (Kappaphycus alvarezii Doty, 1986) with water quality in the Makassar Strait) Kappaphycus alvarezii seaweed is experiencing high demand and supply as an industrial raw material, so it is important to analyze its carrageenan content. This study aims to analyze the carrageenan content of Kappaphycus alvarezii seaweed cultivated in estuaries, around corals and the open sea. This research is classified as a type of quantitative research with observation methods. The research was conducted from September to October 2022 in the waters of the Makassar Strait. The results showed that the carrageenan content of red seaweed Kappaphycus alvarezii as a whole ranged from 53.05 to 58.37% (55.84 ± 1.57%) with details of 55.52 ± 0.242% for carrageenan content in samples from the estuary, 55.57 ± 2.671% for the area around the reef and 56.43 ± 1.388% for the open sea. The highest carrageenan content of Kappaphycus alvarezii seaweed was obtained in the high seas cultivation areas.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN BUBU SEKITAR BIOREEFTEK DI PERAIRAN GALESONG UTARA, SELAT MAKASSAR Dananjaya, Wayan Kantun; Cahyono, Indra; Rapi, Nuraeni Lewa; Mansur, Harianti; Fathuddin, Fathuddin; Salim, Surya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.4.2022.167-175

Abstract

Penangkapan ikan demersal telah berlangsung secara intensif sehingga berdampak pada perubahan populasi dan dinamika ekosistem. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman jenis, keseragaman jenis, dan dominansi jenis ikan yang tertangkap di sekitar  bioreeftek. Penelitian ini dilakukan di perairan Pantai Desa Sampulungan, Galesong Utara Kabupaten Takalar pada bulan September sampai November 2022. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan memasang bioreeftek pada kedalaman perairan berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei melalui pengamatan bawah air dan melakukan penangkapan langsung pada bioreeftek dengan menggunakan alat tangkap bubu. Pengamatan ini dilakukan dua kali seminggu  selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel ikan yang tertangkap pada lokasi penelitian sebanyak 358 individu yang dikelompokkan ke dalam 11 spesies. Komposisi spesies ikan yang paling sedikit tertangkap adalah  spesies  Nemipterus theodorei sebesar 4,75% dan tertinggi dari spesies Lutjanus malabaricus sebesar 17,04%, keanekaragaman berkisar 2,460-18,394 dengan kategori sedang dan tinggi, keseragaman 0,134-1,00 dengan kategori rendah, sedang dan tinggi serta dominansi rendah (0,002-0,029). Komposisi hasil tangkapan pada bioreeftek didominasi oleh ikan kakap merah, keanekaragaman dan keseragaman yang bervariasi dengan dominansi yang rendahDemersal fishing has taken place intensively so that it has an impact on changes in population and ecosystem dynamics. Based on this, the research was conducted to determine the composition of fish species, species diversity, species uniformity, and the dominance of fish species caught around the bioreeftech. This research was conducted in the coastal waters of Sampulungan Village, North Galesong, Takalar Regency from September to November 2022. This study used an experimental method by installing fish apartments at different water depths. Data collection was carried out using a survey method through underwater observations and direct capture of bioreeftek using fishing traps. These observations were made twice a week for two months. The results showed that the samples of fish caught at the study site were 358 individuals which were grouped into 11 species. The composition of fish species caught the least was the species Nemipterus theodorei at 4.75% and the highest was the species Lutjanus malabaricus at 17.04%, diversity ranged from 2,460-18,394 with medium and high categories, uniformity 0.194-2.896 with low, medium and high categories and low dominance range of 0,002-0,029. The composition of catches in fish apartments is dominated by red snapper, varied and uniformity of diversity with low dominance.