Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Empty Box Phenomenon in the 2024 Regional Elections: Manifestation of Public Resistance to Political Oligarchy Mustofa, Ilham; Sukmana, Oman; Soedarwo, Vina Salviana D.; Adi, Bambang Tri Sasongko
Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jske.v6i1.1461

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze this phenomenon through a qualitative, literature-based approach, using Jeffrey Winters' political oligarchy theory as an analytical framework. Methodology: This study uses a qualitative approach based on literature analysis. This study uses the theory of political oligarchy developed by Jeffrey Winters as the main analytical framework. The analysis process is carried out through three main stages. Main Findings: The results of the study show that the increasing number of single candidates is a manifestation of the strengthening of the power of political oligarchy, where political elites control the electoral mechanism to maintain power. However, the victory of the empty box in several regions indicates public resistance to the limitations of political choices and candidates who are considered not to meet expectations. This phenomenon has an impact on the quality of democracy and the legitimacy of local government, as well as being a warning of the need for political system reform to create a more inclusive and competitive democracy. Novelty/Originality of this study: Research on the Empty Box Phenomenon in the 2024 Election reveals manifestations of public resistance to political oligarchy, which reflects public dissatisfaction with the dominance of certain political forces and shows the potential for change in the dynamics of general elections at the regional level.
MERAWAT PERSATUAN DAN KESATUAN DITENGAH KEBERAGAMAN MASYARAKAT Yohanes Oci; Ilham Mustofa; Heru Wahyudi; Ade Nur Komalasari
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tensile.v3i1.43148

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang terletak di antara dua benua besar yaitu benua Asia dan benua Australia dan diapit oleh dua samudra seperti samudra Pasifik dan samudra Hindia. Negara ini dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang mana teridir dari ribuan pulau yang tersebar di seluruh kepulauan Nusantara. Sebagai negara kepulauan dan masyarakat yang sangat plural menjadi contoh konkret dari kekayaan alam dan budaya yang sangat luar biasa bagi bangsa ini. Kegiatan sosialisasi tersebut dengan sasaran utama yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat di Lingkungan Ciloang RT 03/09 Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang akan pentingnya merawat keberagaman agar memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.Sebelum melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yang mana tim PKM menyusun beberapa agenda penting agar terlaksananya kegiatan tersebut secara efektif dan efisien, seperti : 1) Ketua dan anggota tim melakukan rapat rutin untuk mendiskusikan tema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 2) Melakukan survey ke Lingkugan Ciloang RT 03/09 Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, 3) mengadakan diskusi dengan mitra PKM yaitu Ketua RT 03/09 Lingkugan Ciloang Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, 4) menyiapkan kelengkapan kegiatan seperti spanduk kegiatan serta kesiapan administrasi untuk kelancaran kegiatan tersebut, dan 5) tim melaksanakan pengabdiannya.Tema pada PKM kali ini yaitu Merawat Persatuan dan Kesatuan Ditengah Keberagaman Masyarakat yang mana sasarannya adalah masyarakat di Lingkugan Ciloang RT 03/09 Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten untuk memberikan pemahaman terkait dengan pentingnya merawat keberagaman untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kata Kunci : Persatuan dan Kesatuan dan Masyarakat.
Program Sosialisasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Kebakaran pada Kader Posyandu dan Masyarakat Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar Rici Riansyah; Jordan Syah Gustav; Nabila Putri 'Aisy Fauzia; Andrian Abib Abednego; Azka Nisa Nur Azizah; Dwita Nur Sabrina; Ilham Mustofa; Jannatika Finna Al Aufa; Naila Rizquna Maghriza; Rahsya Ariiqarlo Pahlavi; Theresia Nabila Pradita; Andrian Qymnastiar; Ezriani Ezriani; Rizqy Kartika Sari
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Mei : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v4i3.2708

Abstract

Mitigation is a series of efforts to reduce disaster risk, both through physical development and awareness and capacity building to deal with disaster threats. According to data from the Karanganyar District Disaster Management Agency (BPBD), fires are one of the most common disasters, especially in the Jumantono subdistrict. The lack of knowledge and awareness among villagers regarding fire management is a major threat. According to one community member, they have never received any socialization or training on fire disaster management. The Pos Pelayanan Terpadu or Posyandu is a basic health activity organized by, for, and with the community, especially for maternal and child health. Posyandu cadres are one of the driving forces in developing the knowledge of the Tunggulrejo Village community. The provision of socialization and training on fire preparedness for Posyandu cadres is a strategic step in instilling knowledge of fire emergency response in the community of Tunggulrejo Village. The results of the socialization that has been carried out show a significant increase in the knowledge and understanding of Posyandu cadres regarding the dangers, risks, and handling of fire disasters. Firefighting training using Traditional Fire Extinguishing Equipment (APAT) has become a provision for fire preparedness for Posyandu cadres.