Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan literasi digital dan anti hoaks dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap analisis kebutuhan dan pemetaan, perencanaan kurikulum dan penyusunan modul, sosialisasi program dan rekrutmen peserta, pelaksanaan pelatihan, simulasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital dan anti hoaks terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat, khususnya dalam memperkuat kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang cepat dan kompleks. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dasar dalam penggunaan perangkat dan platform digital, tetapi juga memperkuat aspek kognitif dan sikap peserta, terutama dalam berpikir kritis, selektif, dan bertanggung jawab terhadap informasi. Peningkatan literasi digital berdampak pada kesiapan masyarakat dalam menghadapi tuntutan dunia kerja, pengembangan kewirausahaan, serta partisipasi sosial yang lebih konstruktif. Selain itu, kemampuan verifikasi informasi dan pemahaman etika bermedia digital meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan disinformasi. Secara keseluruhan, pelatihan ini merupakan intervensi yang efektif dalam mendukung pembangunan SDM yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di era transformasi digital.