Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Kasus Intervensi Keperawatan Posisi Semi Fowler untuk Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Congestive Heart Failure di Ruang ICU.: Case Study of Nursing Intervention Using the Semi-Fowler Position to Improve Oxygen Saturation in Patients with Congestive Heart Failure in the ICU. Meliana, Rahma; Sulistia Nur; Giri Susanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.188

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung merupakan sindrom klinis yang ditandai oleh munculnya tanda dan gejala akibat gangguan struktur dan/atau fungsi jantung. Kondisi ini umumnya disertai peningkatan kadar peptida natriuretik dan/atau ditemukannya bukti objektif adanya kongesti, baik di paru-paru maupun pada sistem sirkulasi secara umum. Salah satu tanda klinis dari gagal jantung adalah kesulitan bernapas akibat dari mekanisme kompensasi gagal jantung yang dapat mengakibatkan kadar oksigen di bawah batas normal. Salah satu penerapan yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur posisi semi fowler. Tujuan penelitian mengetahui perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien CHF. Metode: penerapan intervensi keperawatan posisi semi fowler dilakukan sekali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi masing-masing sesi selama 15 menit di ruang ICU RSUD dr.A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi dan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Penerapan intervensi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan saturasi oksigen pada  2 responden. Responden 1 mengalami peningkatan 3% dari 94% ke 97% dan responden 2 mengalami peningkatan 5% dari 93% ke 98%. Kesimpulan: posisi semi fowler merupakan intervensi pasif untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF.
Studi Kasus Penerapan Massage Effleurage dengan Virgin Coconut Oil untuk Pencegahan Dekubitus pada 2 Pasien di Ruang ICU : Case Study on the Application of Effleurage Massage with Virgin Coconut Oil for the Prevention of Pressure Ulcers in Two Patients in the ICU Mulyana Syifa; Sulistia Nur; Giri Susanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.190

Abstract

Latar Belakang: Stroke non hemoragik (SNH) merupakan salah satu gangguan serebrovaskular yang menyebabkan imobilisasi dan peningkatan risiko dekubitus, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran di ruang perawatan intensif. Dekubitus yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk infeksi dan kematian jaringan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah massage effleurage dengan menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan penelitiam ini yaitu mengetahui penerapan massage effleurage menggunakan VCO terhadap pencegahan dekubitus pada pasien SNH dengan penurunan kesadaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua pasien SNH di ruang ICU RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo. Intervensi massage effleurage menggunakan VCO dilakukan dua kali sehari selama masa rawat. Penilaian risiko dekubitus dilakukan menggunakan Braden Scale melalui observasi langsung. Hasil: Setelah dilakukan intervensi, kedua pasien mengalami peningkatan skor Braden, menunjukkan penurunan risiko dekubitus. Tidak ditemukan tanda-tanda luka tekan atau kerusakan jaringan kulit selama intervensi berlangsung. Kulit tampak lebih lembab, elastis, dan tidak terjadi kemerahan. Massage effleurage dengan VCO efektif dalam mencegah dekubitus pada pasien stroke non hemoragik dengan penurunan kesadaran. Kesimpulan: Intervensi ini dapat dijadikan bagian dari tindakan keperawatan preventif di ruang ICU.
PEMBERDAYAAN KEPADA MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STROKE MELALUI EDUKASI FAKTOR RISIKO DAN PERTOLONGAN PERTAMA Sulistia Nur; Cucum Nurasih; Elin Tamaya; Fadillatun Nissa; Selvi; Firman Surya Sumardi; Devi Purnamasari; Mairoh; Wahyudhi Ariestian; Fifi Nanda Sari; Maraditha Aulia P.M; Rosa Aulia; Heni Wijaya; Ayu Indry Miranda; Sartika Noor Izzaty; Beni Pirnando; M. Ardiansyah; Yudhi Atna Jaya; Mustika Rahmi; Rian Pramana; Tia Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.642

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan masalah kesehatan global dan nasional. Peningkatan kasus stroke yang sebagian besar dipicu oleh gaya hidup modern didukung oleh data tingginya prevalensi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan peningkatan kasus pasien Hipertensi berkomplikasi menjadi stroke di Puskesmas Rawat Inap Tanjung Sari, Lampung Selatan. Data hingga Oktober 2025 menunjukkan adanya 8 kasus baru stroke di UGD Puskesmas tersebut, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan mayoritas pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol karena minimnya pengetahuan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan komprehensif masyarakat tentang stroke dan memotivasi perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat dan proaktif. Metode: Pemaparan materi menggunakan Power Point yang di tampilkan di layar LCD Serta Pemberian Leaflet Edukasi. Hasil: Kegiatan penyuluhan ini sangat efektif dan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh perbandingan skor Pre-test dan Post-test dari 35 partisipan, di mana nilai rata-rata pengetahuan melonjak drastis dari 45,14 (kategori rendah) menjadi 88,57 (kategori sangat baik). Peningkatan sebesar 43,43 poin ini diperkuat oleh fakta bahwa 100% peserta menunjukkan kenaikan skor, menegaskan bahwa materi dan metode penyuluhan yang disampaikan telah berhasil mentransfer pemahaman secara merata. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat setempat terkait risiko Stroke.