Situmorang, Sisca Theresia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Refleksi Kritis Pendidikan Paulo Freire Terhadap Kurikulum Merdeka di Indonesia Situmorang, Sisca Theresia; Pandiangan, Diva Indah Maria; Simangunsong, Sarah Fergy; Siboro, Grace Angel Florense Purba; Marbun, Valentina Margaretha; Purba, Enzeria Neva; Pandianga, Mesriana; Sinaga, Christa Voni Roulina
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kurikulum Merdeka dalam perspektif pendidikan kritis Paulo Freire, khususnya dalam kaitannya dengan konsep pendidikan sebagai praksis pembebasan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis kritis-interpretatif terhadap kebijakan Kurikulum Merdeka, buku-buku utama karya Freire, serta literatur ilmiah yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa semangat desentralisasi dan fleksibilitas melalui konsep seperti merdeka belajar, projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), dan diferensiasi pembelajaran, secara substantif kurikulum merdeka belum sepenuhnya mewujudkan pendidikan pembebasan dalam makna Freirean. Guru masih diposisikan sebagai pelaksana kebijakan ketimbang sebagai subjek ideologis yang mampu merumuskan pendidikan secara kontekstual dan transformatif. Pelatihan guru lebih banyak bersifat teknis dan prosedural, bukan penguatan kapasitas kritis. Selain itu, ruang dialog dalam pembelajaran masih bersifat superfisial dan belum menyentuh struktur ketimpangan sosial secara sistematis. Proyek P5 juga cenderung menekankan aktivitas moral-spiritual yang netral secara politik dan belum diarahkan untuk membongkar realitas ketidakadilan sosial. Dalam pandangan Freire, situasi ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berpotensi menjadi instrumen kontrol baru yang terselubung dalam narasi kebebasan. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan perlunya reorientasi ideologis dan praksis dalam implementasi Kurikulum Merdeka agar lebih sesuai dengan semangat pendidikan kritis dan transformatif.
Eksplorasi Etnomatematika pada Permainan Tradisional Kelereng dan Makanan Tradisional Onde-onde Situmorang, Sisca Theresia; Ananta, Fibra; Saragih, Elice Twenty; Saragih, Fizka Yulia Justin; Sinaga, Reymond Dwi Putra; Hutahean, Jatenra Holan Jaya
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4341

Abstract

Matematika sering dianggap sulit dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari, padahal konsep matematika sebenarnya banyak ditemukan dalam budaya. Salah satu pendekatan yang dapat menghubungkan matematika dengan budaya adalah etnomatematika, yang mengkaji praktik budaya yang mengandung unsur matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesamaan konsep matematika yang terdapat pada permainan tradisional kelereng dan makanan tradisional onde-onde. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi yang didukung oleh studi literatur. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap aktivitas permainan kelereng serta proses pembuatan onde-onde. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan konsep matematika pada kedua objek budaya tersebut, yaitu bilangan bulat positif, operasi bilangan, pengukuran, bangun ruang sisi lengkung (bola), serta konsep integral volume benda putar. Pendekatan etnomatematika mampu menunjukkan keterkaitan antara matematika dan budaya, serta dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika untuk membantu siswa memahami konsep secara kontekstual dan lebih bermakna.