Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pembelajaran Biologi SMA di Surakarta Berbasis LMS (Learning Management System) di Masa Pandemi Covid-19 Hariyatmi, H; Pramudiyanti, Vitri; Pratiwi, Neti Selvia; Susanto, Muhammad Yudi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran daring menggunakan media Learning Management System (LMS) pada masa pandemi Covid-19, memberikan dampak pada bidang pendidikan yang mengharuskan pelaksanaan pembelajaran secara daring termasuk mata pelajaran Biologi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pembelajaran Biologi berbasis LMS di Surakarta di masa pandemi Covid -19. Jenis penelitian termasuk deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah guru Biologi dan siswa SMA di Surakarta. Sampel penelitian ini (tiga sekolah) meliputi satu guru Biologi MIPA kelas XI dan semua siswa kelas XI yang diajar oleh guru tersebut, yaitu SMA Muhammadiyah I Surakarta, MAN I Surakarta dan SMAN 7 Surakarta dan masing-masing terdiri dari 3 rombongan belajar, sehingga samplingnya adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi SMA menggunakan GC dan Elearning Madrasah, menggunakan RPPJJ 1 lembar per pertemuan, pendahuluan memiliki komponen lengkap, kegiatan inti sesuai dengan RPP, pendekatan saintifik model Discovery Learning, metode pembelajaran observasi, diskusi dan ceramah, serta tugas. Bagian penutup meliputi kesimpulan dan rencana tindak lanjut. Penilaian berupa post test, penilaian diskusi kelas dan unggah tugas, dan penilaian psikomotor. Media pembelajaran menggunakan PPT dan Video. Maka kesimpulan yang dapat diajukan adalah Pembelajaran Biologi SMA di Surakarta berbasis LMS di masa pandemi Covid 19 dilaksanakan secara daring menggunakan menggunakan GC dan E-learning Madrasah, RPP yang digunakan RPPJJ satu lembar. Pendekatan yang digunakan Saintif model Discovery learning, rata-rata keaktifan peserta didik termasuk sangat rendah (dibawah 24.99%). Penilaian Cognitif dan afektif dilakukan namun penilaian Psikomotor hanya dilakukan oleh MAN I Surakarta.
Pembelajaran IPA Kelas VII di MTs Boyolali menggunakan Blended Learning Mariadini, Merlanita Firsty; Hariyatmi, H
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran jarak jauh mengharuskan siswa untuk belajar secara online dan mengurangi interaksi secara langsung antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran ini siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran IPA dan kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru terutama saat melakukaan pengamatan. Berdasarkan hal tersebut upaya untuk memperbaiki hasil belajar siswa pada pembelajaan IPA di kelas VII yaitu dengan menerapkan model pembelajaran blended learning. Model pembelajaran ini mengombinasikan pembelajaran online dan luring serta dapat dimanfaatkan oleh guru dalam menyampaikan materi terutama pada materi yang membutuhkan pendampingan lebih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil belajar siswa yaitu aspek kognitif. Dalam penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desai Nonequivalent Control Group Design yaitu menggunakan pretest dan posttest. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kontrol. Pada kelas eksperimen rata-rata penilaian kognitif yaitu 78,80 dan rata-rata NGain yaitu 48,07. Pada kelas kontrol diperoleh rata-rata penilaian kognitif yaitu 68,20 dan NGain diperoleh 9,46. Model pembelajaran blended learning mampu diterapkan saat pembelajaran IPA.
Implementasi Model Pembelajaran Blended Learning Pada Mata Pelajaran IPA di MTs Boyolali Tahun Pelajaran 2021/2022 Anggraini, Yunita Dewi; Hariyatmi, H
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA disebabkan oleh rendahnya kemampuan bernalar siswa, hal tersebut dikarenakan penerapan model pembelajaran yang kurang tepat serta aspek kognitif dan karakteristik siswa. Adanya teknologi dapat memudahkan siswa dan guru untuk mencari informasi saat proses pembelajaran. Pembelajaran IPA membutuhkan model yang tepat pada saat proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang tepat diterapkan yaitu model pembelajaran blended learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hasil belajar IPA siswa kelas VIII menggunakan model pembelajaran blended learning di masa pandemic. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasy eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design dengan menggunakan pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas blended learning rata-rata hasil belajar ranah kognitif pada nilai pretest 80.89, nilai posttest 77.32, dan nilai NGain rata-rata 46.82. Pada kelas tanpa blended learning memiliki ratarata nilai pretest 52.67, nilai posttest 61.07 dan nilai NGain 16.30. Hasil uji hipotesis pada nilai posttest mendapatkan nilai signifikasi pada tabel sebesar 0.001 < 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima bahwa hasil pada nilai post terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas dengan model pembelajaran blended learning dengan kelas tanpa blended learning pada mata pelajaran IPA materi sistem pernapasan manusia. Hasil uji NGain menunjukkan bahwa pada kelas yang menggunakan blended learning memiliki peningkatan hasil belajar nilai pretest ke posttest yang lebih tinggi dibandingkan kelas tanpa model pembelajaran blended learning dengan pembelajaran online. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran blended learning lebih efektif diterapkan pada pembelajaran IPA kelas VIII dibandingkan pembelajaran online.
Analysis of The Emergence of Critical Thinking in Biology Teaching Modules on Cell Material for Grade XI High School Students In The Surakarta Residency Widyaningrum, Winda; Hariyatmi, H
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

21st century education emphasizes the development of six core skills (6Cs): critical thinking, collaboration, communication, creativity, culture, and connectivity. In biology education, deep understanding and analytical thinking is crucial, yet challenges such as time constraints, a dense curriculum, and insufficient support hinder the integration of critical thinking. This study aims to analyze the presence of critical thinking indicators in grade XI Biology teaching module on cell material across high schools in the Surakarta Residency. A descriptive qualitative method was used in this study. Data were collected from five teaching modules each provided by selected biology teachers from public, private and Muhammadiyah high schools, using documentation and interviews. Result show that the most frequency appearing critical thinking indicator was "providing simple explanations" (64.28%) at Muhammadiyah schools, while the least frequent was "strategies and tactics" (3.57%). These findings offer valuable insights for biology teachers in improving their instructional design to better foster critical thinking.
Analysis of the Occurrence of Critical Thinking in Biology Teaching Modules on Enzymes Class XII High School in Surakarta Putri, Rinanda Arini; Hariyatmi, H
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking skills are very important in learning biology which emphasizes on providing direct learning experiences by developing thinking skills. The study of biology requires problem solving skills through critical thinking. The purpose of this study was to analyze the emergence of critical thinking in the biology teaching module of high school enzyme material in Surakarta. The type of research included descriptive qualitative. The population in this study were all biology teachers in Surakarta. The sample was 15 high school biology teachers in Surakarta, one teacher each per school (Public, Private, Muhammadiyah). Sampling was done purposively with each school analyzed 5 teaching modules. Data collection techniques by means of documentation and interviews and then the data were analyzed descriptively. The results showed that the emergence of critical thinking in each indicator was different for State, Private and Muhammadiyah schools. Thus, the conclusion that can be put forward is that the highest occurrence of critical thinking is in private school teaching modules (35.37%), with the most frequently appearing indicator being giving simple explanations (45.33%) and the least frequently appearing tactical strategies (2.67%). These findings can provide information to high school biology teachers regarding critical thinking strategy and tactics indicators.