Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Hukum dan Kesehatan : Sinergi Dosen Interdisipliner dalam Penguatan Literasi Hak Kesehatan Muhammad Ahwan; Agus Suryanto; Suryadi Suryadi; Ucik Ernawati; Naylil Mawadda Rohma; Tri Rettagung Diana; Dyah Erlina Sulistyaningrum
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): November: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i4.6660

Abstract

Public literacy regarding health rights remains low, especially in communities with limited access to legal and health-related information. This lack of understanding often leads to unfulfilled rights and unequal access to quality healthcare services, contributing to a cycle of inequity and poor health outcomes. In response to this issue, this community service program seeks to enhance public awareness of health rights through interdisciplinary education, combining the expertise of lecturers from legal and health sciences. The program’s activities include the development of educational modules designed to provide clear, accessible information about health rights, as well as interactive legal-health counseling sessions aimed at addressing specific concerns. Group discussions serve as a platform for individuals to engage with experts and peers, furthering their understanding of how to navigate healthcare systems and advocate for their rights. Additionally, printed materials are distributed to reinforce learning and serve as ongoing references for participants. The program targets communities with high needs for health literacy, focusing on empowering individuals to recognize their rights and take action to ensure their healthcare needs are met. It also encourages the collaboration of interdisciplinary academic staff, fostering a collective approach to community empowerment. By improving health literacy, the program aims to promote social equity and improve access to quality healthcare services for underserved populations. Through this initiative, participants are better equipped to make informed decisions regarding their health and advocate for fair treatment in the healthcare system.
LGBT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HAM Dyah Erlina Sulistyaningrum; Muhammad Ahwan; Suryadi
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) menjadi isu global yang menimbulkan berbagai perdebatan, baik dari segi sosial, moral, hukum, maupun hak asasi manusia (HAM). Dalam konteks hukum Islam, perilaku LGBT dipandang bertentangan dengan fitrah manusia dan norma syariat yang menekankan pentingnya hubungan heteroseksual dalam ikatan pernikahan sebagai sarana menjaga keturunan dan moral masyarakat. Sementara itu, dalam perspektif HAM, setiap individu memiliki hak untuk memperoleh perlindungan, kebebasan berekspresi, dan hak atas identitas diri tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hukum Islam memandang eksistensi LGBT serta bagaimana prinsip-prinsip HAM menempatkan hak-hak kelompok LGBT dalam sistem hukum modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-komparatif, yaitu membandingkan sumber hukum Islam seperti Al-Qur’an, Hadis, dan pendapat ulama dengan instrumen internasional HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik perbedaan mendasar antara hukum Islam dan prinsip HAM dalam memandang perilaku LGBT; namun demikian, keduanya memiliki kesamaan dalam penghormatan terhadap martabat manusia serta larangan terhadap kekerasan dan diskriminasi. Kesimpulannya, diperlukan pendekatan dialogis dan kontekstual agar pemahaman terhadap isu LGBT dapat diletakkan dalam kerangka yang adil, manusiawi, dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan serta prinsip universal HAM
Sinergi Lintas Universitas dalam Pendampingan Literasi Pupuk Mandiri dan Perlindungan Hak Petani untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Muhammad Ahwan; Agus Suryanto; Tri Rahayuningsih; Sunarso Sunarso; Suyani Suyani; Dyah Erlina Sulistyaningrum; Tri Rettagung Diana; Wildan Nur Hidayatullah
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v5i2.2674

Abstract

This community service program aims to enhance farmers’ literacy on independent fertilizer production and strengthen their understanding of farmers’ rights within national fertilizer governance as an effort to achieve food sovereignty. The program was implemented in Belang Village, Bungkal Sub-district, Ponorogo Regency, involving GAPOKTAN Baungan consisting of farmer groups from Tempel, Kepuh, Pakal, Kanigoro, and Klatakan hamlets. This initiative represents cross-university synergy involving lecturers from Universitas Merdeka Malang, Universitas Soerjo Ngawi, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, and Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang. The implementation adopted a participatory hybrid approach combining Zoom Meeting dissemination and offline field activities. Activities included literacy enhancement on independent fertilizer production, training on organic fertilizer processing, strengthening farmer group institutions, and legal literacy regarding farmers’ rights in accessing subsidized fertilizers, including RDKK mechanisms and national policies. Methods comprised participatory socialization, hands-on training, group discussions, field practice, and monitoring and evaluation. Results show improved understanding of independent fertilizer concepts, increased technical skills in organic fertilizer production, and greater awareness of farmers’ rights and obligations in the fertilizer distribution system. The program strengthened inter-university collaboration and farmer networks, supporting sustainability, farmer independence, reduced dependence on chemical fertilizers, and community-based food sovereignty.