Sanjaya, Steven Tjahjadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perempuan dan Keterwakilan dalam Pemilu : Studi Kasus Grace Natalie sebagai Peserta Pemilu Legislatif Pada Pemilu 2024 Sanjaya, Steven Tjahjadi; Sarya, Muhammad Raul Zikra; Isommudin, Muhammad; Ummah, Aniqotul
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 11, No 1 (2025): Vol 11, No 1 (2025): (Mei) Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jipp.v11i1.10627

Abstract

Hak warga negara yang paling utama adalah hak untuk memilih dan dipilih, ungkapan ini berlaku bagi semua orang tanpa pandang bulu, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, kenyataan di lapangan berbeda dari teori, salah satunya Partai Solidaritas Indonesia ketika dipimpin oleh Grace Natalie, rekam jejaknya sebagai ketua partai yang kemudian mencalonkan diri sebagai peserta pemilu tentu mendapatkan kesulitannya tersendiri, salah satunya terkait pernyataannya yang kontroversi dari perspektif gender dan kelembagaan dari ambang batas lolos parlemen, sehingga perlu adanya  analisis mendalam terkait analisis sistem pemilu dan faktor yang memengaruhi di dalamnya. Melalui penelitian kualitatif ini, serta sumber yang relevan, artikel ini akan membahas tindakan pemerintah yang dianggap merugikan perempuan dalam sistem pemilu, utamanya calon legislative Grace Natalie yang berada pada suara terbanyak dalam sistem pemilu 2024 di daerah pemilihannya. Sehingga perlu penguatan dan pemberdayaan perempuan dan perbaikan secara mendasar pada sistem kelembagaan negara dalam pembuatan Undang-Undang terkait ambang batas yang dinilai diskriminatif dan menghasilkan suara terbuang yang jelas merugikan partai politik yang memiliki kapabilitas baik laki-laki maupun perempuan.
Village Autonomy and Land Disputes: Land Governance Politics in Traditional Villages in Papua, Indonesia, in the Issue of “All Eyes on Papua” Sanjaya, Steven Tjahjadi; Alfikri, Muhammad Sultan; Khoiriyah, Khairunnisa; Fatkhuri, Fatkhuri
Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Vol. 7 No. 1 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jpk.v7i1.24982

Abstract

The agrarian conflict in Papua involving the Awyu indigenous community shows the challenges of the weak implementation of the principle of recognition within the framework of village autonomy and regulation. Although customary villages hold a position as a government unit recognized by the 1945 Constitution, in practice, they are not involved or included in the land licensing process on a large scale. This article analyzes this lack of involvement through the findings of literature studies and news sources that highlight the absence of an active role for village governments in this conflict. The findings show that there is a lack of coordination between the government, indigenous communities, and the private sector in land issues, which has an impact on the marginalization of civil society voices represented by indigenous communities. Therefore, it is necessary to strengthen village governance based on the principles of participation and justice to prevent the neglect of communal rights.