Kemampuan untuk berbahasa adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh siswa Sekolah Dasar, sebab bahasa berfungsi vital dalam proses pembelajaran dan interaksi sehari-hari. Namun, pada kenyataannya, masih banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan, dan penyebabnya belum sepenuhnya dimengerti, termasuk langkah-langkah untuk memperbaikinya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tipe-tipe kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa SD, menganalisis penyebabnya, serta menjelaskan usaha yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan melibatkan tiga siswa kelas V dan satu orang guru Bahasa Indonesia yang dipilih secara sengaja. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis tulisan siswa dan wawancara dengan guru untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kesalahan berbahasa dan strategi perbaikannya. Temuan penelitian mengindikasikan adanya kesalahan dalam penggunaan huruf kapital, tanda baca, struktur kalimat, serta pemilihan kata yang kurang tepat. Beberapa faktor penyebabnya meliputi kebiasaan siswa berbicara tanpa mengikuti aturan bahasa tulisan, kurangnya latihan menulis yang sistematis, serta lemahnya penguatan materi bahasa dari guru. Untuk mengatasinya, guru melakukan perbaikan dengan memberikan koreksi langsung, mendorong latihan menulis ulang, dan menekankan kembali aturan berbahasa dengan konsisten. Penelitian ini memiliki batasan pada jumlah partisipan yang relatif sedikit sehingga tidak dapat diterapkan secara umum. Sebagai kesimpulan, pengajaran bahasa Indonesia yang berbasis pada praktik menulis yang terencana dan berkesinambungan perlu diperkuat agar siswa SD dapat menguasai bahasa Indonesia dengan baik sejak usia dini, sehingga mendukung prestasi mereka di mata pelajaran lainnya.