Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN EDUKASI KESEHATAN IBU DAN ANAK SERTA PENCEGAHAN DIARE PADA KOMUNITAS SUKU ANAK DALAM DI DESA DWI KARYA BAKTI KECAMATAN PELEPAT KABUPATEN BUNGO Dwi Noerjoedianto; Ummi Kalsum; M. Ridwan; Rd. Halim; Hendra Dermawan Sitanggang; Helmi Suryani Nasution; Renny Listiawaty
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 05 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Anak Dalam (SAD) merupakan suku terasing yang ada di Provinsi Jambi yang tersebar di beberapa Kabupaten, Kecamatan dan Desa, salah satunya di Desa Dwi Karya Bhakti, Kabupaten Bungo. Kesehatan masih menjadi masalah pada komunitas SAD, khususnya kesehatan ibu dan anak. Posyandu merupakan salah satu upaya efektif berbasis masyarakat untuk meningkatakan kesehatan masyakat. Namun, Komunitas SAD membutuhkan pendampingan secara khusus, melalui Posyandu yang dirancang secara khusus dan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan dasar komunitas ini. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan edukasi kesehatan ibu dan anak serta pencegahan diare pada komunitas SAD di Desa Dwi Karya Bhakti, Kabupaten Bungo. Kegiatan ini dilaksanakan melalui upaya pendampingan komprehensif dengan menempatkan 5 mahasiswa tinggal bersama mitra selama 6 bulan (bulan Juli s.d. Desember 2023). Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa langkah yaitu pendekatan kepada pemuka adat, pendampingan interpersonal kader Posyandu Khusus SAD, edukasi, pengadaan media edukasi, dan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, serta kegiatan pendampingan edukasi KIA dan pencegahan diare. Untuk memperlengkapi kader posyandu, maka telah dikembangkan media edukasi berbahasa lokal. Kegiatan pendampingan edukasi KIA dan pencegahan diare kepada kader di posyandu khusus SAD telah terlaksana dengan baik. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang KIA dan pencegahan diare dari komunitas SAD serta kemampuan dari kader posyandu khusus SAD dalam melaksanakan kegiatan posyandu. Kegiatan ini diharapakan dapat berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyakat komunitas Suku Anak Dalam di Desa Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo.
Praktik Kesehatan Masyarakat pada Komunitas Adat Terpencil dengan Edukasi Kebersihan Lingkungan Sekolah di Desa Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam Provinsi Jambi Mefita Brilliana Hutabarat; Putri, Arimbi; Azzahra Lazka Ranjani R; Nadia Rahmadani; Galang Gemilang Siahaan; Muhammad Ridwan; Widia Alfiana; Lance Mirino; Firona Helinda; Sasya Chayara Alima; Hendra Dermawan Sitanggang
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/80vp4178

Abstract

Kebersihan lingkungan sekolah merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan. Namun, kondisi kebersihan yang masih rendah pada siswa SD 191 Desa Pematang Kabau, khususnya masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT), menjadi tantangan dalam penerapan perilaku hidup bersih. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik kebersihan lingkungan sekolah melalui metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi edukasi tentang kebersihan lingkungan sekolah, praktik langsung seperti operasi semut dan gotong royong, serta evaluasi sederhana untuk menilai perubahan pemahaman siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan sekolah setelah kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam penerapan keilmuan kesehatan masyarakat berbasis pendekatan budaya terhadap komunitas KAT. Program “BERSIH KABAU” berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan menunjukkan potensi untuk diterapkan sebagai program berkelanjutan dengan dukungan pihak sekolah dan pemangku kepentingan.