Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Enhancing lettuce (Lactuca sativa L.) production with plant growth-promoting rhizobacteria Gafur, Muzna Ardin Abdul; Sangadji, Zulkarnain; Riskawati, Riskawati; Mayor, Felia Imelda
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v21i3.11527

Abstract

Cultivating lettuce (Lactuca sativa L.) using plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) in Sorong Regency is uncommon, limiting production despite the high market potential. This study aims to evaluate the effect of PGPR and identify the optimal concentration to improve lettuce growth and yield. The research was conducted in Malawili Village, Sorong Regency, Indonesia, using a randomized block design (RBD) with four treatments: P0 (7.5 mL/L), P1 (10.5 mL/L), P2 (13.5 mL/L), and P3 (16.5 mL/L). Results revealed that PGPR significantly enhanced growth parameters, including plant height, leaf number, fresh biomass weight, biomass weight per plot, fresh weight for consumption, and root length. Among all treatments, 13.5 mL/L (P2) demonstrated the best outcomes, with plant height reaching 14.6 cm, fresh biomass weight of 633.3 g, and root length of 9.6 cm. PGPR application at appropriate concentrations effectively stimulates growth, increases nutrient uptake, and improves yield. These findings underline PGPR's potential to enhance lettuce production sustainably.
Pengaruh Konsentrasi ZPT Alami Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Stek Batang Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Rombe, Wanti; Gafur, Muzna Ardin Abdul; Fajeriana, Nurul
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.390

Abstract

Tanaman buah naga adalah tanaman beriklim tropis yang dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek batang, untuk mempercepat pertumbuhannya bisa dilakukan dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diperoleh dari air kelapa muda. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT air kelapa muda terhadap parameter persentase pertumbuhan stek, waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas dan panjang akar primer. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Konsentrasi yang digunakan yaitu K1 (0%); K2 (30%); K3 (60%); dan K4 (90%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif stek batang buah naga merah dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa. Konsentrasi 30% berpengaruh pada jumlah tunas 90 HST yaitu 3,33 helai dan panjang tunas 30 HST 31,20 cm. Konsentrasi 60% berpengaruh pada waktu muncul tunas yaitu 21,00 hari, panjang tunas 60 HST yaitu 77,33 cm, dan panjang tunas 90 HST yaitu 116,66 cm. konsentrasi 90% menghambat pertumbuhan vegetatif karena kandungan sitokininnya. Konsentrasi terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi 60%.
EDUKASI PENGGUNAAN AIR BERSIH DALAM PROSES PENGOLAHAN SAGU SECARA TRADISIONAL Gafur, Muzna Ardin Abdul; Maipauw, Niny Jeni; Amir, Amir; Wulandari, Diah Kartika; Fajariani, Vinani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31640

Abstract

Abstrak: Pengolahan sagu tradisional di beberapa Lokasi di Kabupaten Sorong masih menggunakan sumber air yang kurang higienis, seperti air sungai keruh, yang berpotensi menurunkan mutu produk dan membahayakan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani sagu tentang pentingnya penggunaan air bersih dalam proses pengolahan sagu. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan mitra, mencakup pengembangan soft skills seperti kepedulian terhadap lingkungan, perilaku hidup bersih, serta kemampuan berkomunikasi dalam kelompok, dan hard skills seperti penerapan teknik sanitasi air bersih serta prosedur pengolahan sagu yang higienis dan ramah lingkungan.Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, dokumentasi, serta penyuluhan disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Dari 30 peserta di empat kampung, rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 40–60% pada pre-test menjadi 80–100% pada post-test. Hasil ini menunjukkan sebagian besar petani belum menyadari risiko kesehatan akibat air tercemar, namun setelah edukasi mereka mulai memahami pentingnya sanitasi air dan bersedia menerapkan solusi sederhana, seperti penyaringan air. Program ini menjadi langkah awal pengembangan sistem pengolahan sagu yang higienis dan berkelanjutan dengan mengedepankan kearifan lokal.Abstract: Traditional sago processing in several locations in Sorong Regency still uses less hygienic water sources, such as murky river water, which has the potential to reduce product quality and endanger health. This community service activity aims to improve sago farmers' understanding of the importance of using clean water in the sago processing process. In addition, this activity is also directed at strengthening partner skills, including the development of soft skills such as environmental awareness, clean living behavior, and the ability to communicate in groups, and hard skills such as the application of clean water sanitation techniques and hygienic and environmentally friendly sago processing procedures. The methods used include field observation, documentation, and counseling accompanied by pre-tests and post-tests to measure increased knowledge. Of the 30 participants in four villages, the average knowledge score increased significantly from 41.6% in the pre-test to 87% in the post-test. These results show that most farmers are not yet aware of the health risks of polluted water, but after education they begin to understand the importance of water sanitation and are willing to implement simple solutions, such as water filtration. This program is the first step in developing a hygienic and sustainable sago processing system by prioritizing local wisdom.
Composition and Diversity of Understory Plants in Agathis labillardierei Stands in the Sorong Nature Park Forest, West Papua Ponisri, Ponisri; Gafur, Muzna A.A; Ulim, Rahasela Savira
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 6 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v6i2.2525

Abstract

This study aims to analyze the species composition, diversity, dominance, and evenness of deciduous understory plant species in Agathis labillardierei stands in the Sorong Nature Park Forest, West Papua. The survey method used was plot sampling in Agathis labillardierei stands of various ages. The results of the study showed that there were 37 species of understory plants distributed across 25 families, including Araceae, Fabaceae, Poaceae, Piperaceae, Euphorbiaceae, Zingiberaceae, Acanthaceae, Urticaceae, Verbenaceae, Solanaceae, Bromeliaceae, Pteridaceae, Gleicheniaceae, Orchidaceae, Myrtaceae, Athyriaceae, Ophioglossaceae, Rubiaceae, Pandanaceae, Asteraceae, Marantaceae, Schizaeaceae, Dennstaedtiaceae, Thelypteridaceae, and Araucariaceae. The diversity index of understory plants was classified as moderate, with a value of 1.497; the dominance index was low, at 0.037; and the evenness index was 0.954. These findings indicate that the understory plant community in Agathis labillardierei stands is in a relatively ecologically stable condition, with a high level of evenness that contributes to the stability of species diversity.
SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH SAGU DALAM MENDORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI INDUSTRI KREATIF BAGI MASYARAKAT KAMPUNG BATU LUBANG Rosalina, Febrianti; Rawi, Rais Dera Pua; Wahyudien, Mohammad Arief Nur; Riskawati, Riskawati; Gafur, Muzna Ardin Abdul
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i4.50662

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk pertanian, serta menumbuhkan semangat jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan dan menunjang perekonomian masyarakat yang ada di Kampung Batu Lubang. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian terdiri dari beberapa tahap kegiatan diantaranya adalah Survei lapangan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi keberhasilan program. Berdasarkan hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan, diperoleh data bahwa tingkat pengetahuan pengolahan limbah sagu menjadi pupuk organic meningkat dari 31,43% menjadi 88,57%, tingkat keterampilan pembuatan pupuk organic meningkat dari 28% menjadi 85,14%, tingkat pengetahuan terkait pengolahan lahan dan budidaya tanaman meningkat dari 38,29% menjadi 80,57%, dan tingkat pengetahuan terkait pengembangan sumber daya manusia dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis ekonomi industry kreatif meningkat dari 28% menjadi 77,14%. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang pembuatan pupuk kompos secara langsung terkait dengan kemampuan mereka dalam memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan menciptakan peluang ekonomi di sektor industri kreatif. Oleh karena itu, sosialisasi, pelatihan, dan penyuluhan yang lebih baik dalam hal ini dapat menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan perekonomian lokal dan industri kreatif yang berkelanjutan.
Identifikasi Potensi Ekowisata Kampung Batu Lubang Pantai Distrik Makbon Kabupaten Sorong Mugama, Indriani; Febriadi, Ihsan; Gafur, Muzna Ardin Abdul
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2143

Abstract

Ekowisata sebagai salah satu kegiatan ekonomi di kawasan pesisir diharapkan dapat menjadi pendekatan konservasi yang strategis. Ekowisata diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru atau mata pencaharian alternatif. Sebagai kawasan pesisir yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya lingkungan, hal ini merupakan salah satu potensi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekowisata di Desa Batu Lobang Kecamatan Makbon Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menerapkan analisis kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil kajian, tujuh tempat merupakan daya tarik wisata, antara lain (Pantai Bainggak, Bukit Salib, Pantai Pasir Pendek, Pantai Klaswolik, Pantai Kladimala, Pantai Pasir Timbul, dan Tanjung Batu Lubang. Selain wisata pantai, juga terdapat wisata budaya dan wisata religi dan penjualan Hasil Hutan Bukan Kayu berupa berbagai jenis anggrek.
Pengaruh Perbedaan Dosis Nutrisi AB Mix Sistem Hidroponik Rakit Apung Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Tiljuir, Jesvina Natalia Dwipratiwi; Gafur, Muzna Ardin Abdul; Rosalina, Febrianti
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2220

Abstract

Sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman sayuran seperti selada dalam pemenuhan kebutuhan sayur bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat pengaruh pemberian nutrisi AB mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Selada (Lactuca sativa L.) dengan menggunakan sistem rakit apung. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan. Adapun konsentrasi dosis perlakuan yang diberikan terdiri dari perlakuan K0 (kontrol), K1 (Dosis AB mix 2 ml/1 liter air), K2 (Dosis AB mix 2.7 ml/1 liter air), dan K3 (Dosis AB mix 3.4 ml/1 liter air). Analisis data menggunakan analisis varian (uji F) pada taraf kepercayaan α= 0.05. Bila pengujian tersebut terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan pengujian dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nutrisi AB mix berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada karena pupuk AB mix memiliki unsur-unsur hara yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selada. Dari hasil pengamatan dilapangan menunjukan pemberian dosis AB mix dengan dosis tertinggi yaitu 3.4 ml/1 liter air menghasilkan selada yang lebih baik dari segi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan berat segar.