Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUDAYA INDONESIA UNTUK MEMPERKUAT PEMAHAMAN NASIONALISME PADA MURID SANGGAR BIMBINGAN AR-RAHMAH Musyaffa, Alifa Salma; Goniyah, Gia Azizatul; Novelda, Mercy Della; Mahardhani, Ardhana Januar; Wulansari, Betty Yulia
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan budaya Indonesia dalam proses pembelajaran dapat menjadi strategi efektif untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru sambil mempertahankan identitas budaya Indonesia asli mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya Indonesia diterapkan dalam pendidikan anak-anak migran dan dampaknya terhadap perkembangan akademik dan sosial mereka. Integrasi budaya Indonesia dalam memulai pelajaran harian dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti penggunaan bahasa Indonesia, pengenalan tradisi lokal dan tarian kreatif, serta pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai budaya, dapat meningkatkan kepercayaan diri dan hubungan sosial siswa. Kegiatan ini dikemas sebagai Program Pendidikan Kemitraan Internasional (KKNDik-KI). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa banyak siswa tidak mengenal budaya Indonesia secara langsung. Dengan kegiatan ini, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan meningkatkan cinta mereka terhadap Indonesia, meskipun mereka belum pernah ke Indonesia, namun mereka merupakan bagian dari warga negara Indonesia.
Cross-Cultural Communication to Support the Education of Indonesian Migrant Children: An Ethnographic Study at the AMI Tutoring Center in Penang, Malaysia Musyaffa, Alifa Salma; Nugroho, Oki Cahyo; Lestarini, Niken; Megantari, Krisna
COMMICAST Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/commicast.v6i3.15090

Abstract

Increasing numbers of undocumented Indonesian migrant children in Malaysia face limited access to formal schooling and must navigate multilingual, multicultural environments that shape their learning experiences. While previous studies focus on legal and administrative barriers, the role of cross-cultural communication in non-formal education remains understudied. This research examines how communication practices support inclusive education at the AMI Penang Guidance Center. The study aims to explore how migrant children manage linguistic and cultural differences in daily learning and how educators adapt their communication to meet diverse needs. Using an ethnographic approach, data were collected through participant observation and semi-structured interviews with six children (ages 9–11) and educators at the center. Analysis followed thematic coding and was interpreted using Hurn and Tomalin’s cross-cultural communication and STAR (Stop, Think, Assess, Respond) frameworks. Findings show that children frequently experience confusion, hesitation, and identity negotiation when switching between Indonesian, Malay, and their mother tongues. Educators interpret these behaviors through cultural rather than purely linguistic lenses and respond with bilingual scaffolding, culturally familiar materials, emotional support, and flexible teaching strategies. These practices enhance students’ confidence, communication skills, and sense of belonging. The study contributes theoretically by positioning cross-cultural communication as a core dimension of inclusive education in transnational settings. Practically, it offers insights for designing culturally responsive non-formal education for undocumented migrant children.