Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Tematik Batas Wilayah RT di Kawasan Kampung Berendam Tanjungriau, Kota Batam Roziqin, Arif; Widi Pratama, Rizki Widi; Gustin, Oktavianto; Sari, Diyan Rahma; Farhayati, Diah Dwi Putri; Dewi, Nanda Rahma Setia; Zibrael, Muhammad Taro; Raya, Fitra Kurnia; Mulia, Yogi Fahda; Erwin, Afifah Khairunnisa Erwin; Sunggu, Feni Indriani Ani Ompu; Samaloysa, Evitri Pirwanti; Manullang, Labora; Ibrahim, Ibrahim
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i1.72528

Abstract

Ketersediaan data geospasial batas RT di Indonesia sampai saat ini masih sangat terbatas, disebabkan oleh terkendala sumberdaya manusia dalam memetakan batas RT. Kampung Berendam merupakan salah satu kampung tua yang berlokasi di Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam dan belum memiliki batas RT.  Dalam penggambilan data batas wilayah RT menggunakan Drone DJI Phantom 4 RTK, untuk mendapatkan hasil foto udara wilayah Kampung Berendam. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan batas wilayah RT dan menentukan batas administrasi berdasarkan informasi di lapangan yang kemudian dipetakan sesuai dengan kaidah-kaidah kartografis. Metode yang digunakan di dalam pemetaan batas rukun tetangga (RT) adalah dengan menggunakan metode partisipatif, yaitu suatu metode berdasarkan dari informasi masyarakat setempat dalam menentukan batas wilayah. Batas rukun tetangga (RT) ini sangat penting untuk menciptakan tertib adminitrasi, dan meminimalisir terjadinya konflik. Hasil dari penelitian ini adalah Peta Batas Wilayah RT Kampung Berendam, Tanjungriau, Kota Batam, yaitu terdapat 4 batas wilayah RT, yaitu RT 03, RT 04, RT 05, RT 06, yang berada di kawasan RW 01.
A GIS-based spatio-temporal database approach to land suitability classification for papaya (Carica papaya L.) cultivation Irawan, Sudra; Sismanto, Sismanto; Sari, Diyan Rahma; Aji, Satriya Bayu
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.132.9817

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) is a high-value horticultural crop that can be cultivated year-round and helps improve farmers’ incomes. However, successful papaya cultivation depends heavily on environmental conditions, making land suitability assessment a critical step for sustainable development. This study examined the limiting factors influencing the suitability of agricultural land for papaya cultivation on Galang Island using a Geographic Information System (GIS) approach. The study used matching and scoring methods to evaluate land characteristics against papaya growth requirements. The assessment was conducted for each land unit to identify actual and potential land suitability classes based on key environmental parameters. The findings show that land suitability on Galang Island is divided into two categories: actual and potential. Under current conditions, land units 1, 2, and 3 fall into the S3 (marginally suitable) class, with water availability (wa) identified as the primary limiting factor, resulting in an S3wa classification. Improvement measures were proposed to enhance land suitability by increasing the suitability class by one level. The implementation of irrigation systems, improved soil management, and appropriate fertilization is expected to upgrade land units 1, 2, and 3 to the S2 (moderately suitable) class. After improvement, land suitability is classified as S2wa, tc, with water availability and temperature remaining as limiting factors. Some parameters cannot be improved due to inherent natural conditions. Overall, Galang Island demonstrates significant potential for sustainable papaya cultivation.