Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

“CEMARA JUKAJU” Cegah Anemia dengan Jus Kacang Hijau Nurhayati, Diah; Rahayu, Dida Hera; Rohani, Rohani; Jahinus, Yuliana; Novida, Novida; Sugiharti, Novi; Arlym, Lisa Trina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15535

Abstract

ABSTRAK Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan anemia di Indonesia tahun 2018 pada karakteristik umur 5- 14 tahun sebesar 26,8% dan umur 15-24 tahun sebesar 32,0%dan prevalensi anemia secara keseluruhan dari jenis kelamin menunjukkan anemia pada laki-laki sebesar 20,3%dan perempuan sebesar 27,2% dapat dilihat dari data tersebut bahwa kejadian anemia lebih tinggi terjadi padaperempuan (Sandala et al., 2022). Tujuan dilakukannya sosialisasi ini adalah agar masyarakat di kelurahan Sukamaju dapat lebih memperhatikan bagaimana kondisi gizi anak dan bagaimana cara memanfaatkan Kacang Hijau. Hasil penelitian Meishella Ayu Reyaning Tyas tahun 2022, Berdasarkan penelitian ini menunjukkan hasil setelah diberisari kacang hijau pada kelompokintervensi (sari kacang hijau) dengan kategori anemia tidak ada, 17 orang kelompok intervensi setelahdiberi sari kacang hijau berada di kategori tidak anemia (100%). Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi, yang berfokus pada Remaja. Remaja dapat memahami konseling dan demonstrasi mengenai Anemia dan asuhan komplementer “CEMARA JUKAJU” yang bisa di diberika pada Remaja untuk mencegah Anemia. Berdasarkan hasil evaluasi setelah pemberian konseling dan demonstrasi asuhan komplementer saat pengabdian masyarakat. Intervensi berjalan dengan baik dan efektif dengan hasil partisipan dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dan dapat mempraktekan kembali asuhan komplementer yang dipraktikan yaitu untuk mengatasi payudara bengkak menggunakan kubis dingin. Kata Kunci: Anemia, Kacang Hijau, Remaja  ABSTRACT The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) show that anemia in Indonesia in 2018 was 26.8% for those aged 5-14 years and 32.0% for those aged 15-24 years, and the overall prevalence of anemia by gender shows anemia in men. men amounted to 20.3% and women amounted to 27.2%. It can be seen from this data that the incidence of anemia is higher in women (Sandala et al., 2022). The aim of this outreach is so that people in the Sukamaju sub-district can pay more attention to the nutritional conditions of children and how to use Mung Beans. Meishella Ayu Reyaning Tyas' research results in 2022, based on this research, showed that the results after being given green bean juice in the intervention group (green bean juice) were in the no anemia category, 17 people in the intervention group after being given green bean juice were in the no anemia category (100%). This community service uses lecture, discussion and demonstration methods, which focus on teenagers. Adolescents can understand counseling and demonstrations regarding Anemia and the complementary care "CEMARA JUKAJU" which can be given to Adolescents to prevent Anemia. Based on evaluation results after providing counseling and demonstration of complementary care during community service. The intervention went well and effectively with the result that participants were able to answer the questions given and were able to re-practice the complementary care that was being practiced, namely to treat swollen breasts using cold cabbage. Keywords: Anemia, Green Beans, Adolescents
Health Education on Perimenopause and Menopause for Indonesian Migrant Workers in South Korea Vivi Silawati; Damayanti, Ivanda Eka; Asya Nawar Karimah; Nurahayu, Siti; nabilah; kristiningrum, dian; sugiharti, novi; samsiah, Nur; purnawati, neneng santi; megawati
International Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): InJCS Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Rajaki of Tulip Medika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61777/injcs.v3i2.82

Abstract

This community service program aimed to improve knowledge and awareness of perimenopause and menopause among Indonesian migrant women in South Korea. Many Indonesian female workers face unique challenges related to hormonal changes, limited health access, and low reproductive health literacy. The activity was conducted at Rumah Indonesia Seoul (RUMAISA) through interactive counseling, bilingual educational materials, and relaxation practice sessions. A total of 35 participants attended the session, which included pre-test and post-test evaluations. The results showed a significant increase in participants’ understanding of hormonal changes, menopause management, and healthy lifestyle practices. This program demonstrates that culturally sensitive, bilingual health education can effectively enhance reproductive health awareness and support the well-being of migrant women.