Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Meniru Gerakan Shalat Melalui Metode Demonstrasi Di Taman Penitipan Anak Darun Najah Ulya Lina, Helina Himmatul
Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan meniru gerakan shalat pada anak karena metode pembelajaran yang diterapkan seperti memperlihatkan gambar gerakan shalat ternyata belum dapat mengembangkan kemampuan anak meniru gerakan shalat. Selain itu diketahui bahwa tidak semua pendidik memberikan latihan dan petunjuk kepada peserta didik dalam melakukan gerakan shalat karena dianggap anak belum diwajibkan sejak dini sehingga untuk kegiatan melakukan gerakan shalat hanya disampaikan secara sekilas melalui penggunaan media gambar. Oleh karena itu perlu suatu metode yang tepat untuk diterapkan dalam materi shalat, diantaranya yaitu dengan metode demonstrasi. Adapun tujuan penelitian dari skripsi ini adalah sebagi berikut: (1) Untuk mengetahui upaya meningkatkan kemampuan meniru gerakan shalat dengan metode demonstrasi di Taman Penitipan Anak Darun Najah Megawon. (2) Untuk mengetahui hasil peningkatan kemampuan meniru gerakan shalat dengan metode demonstrasi di Taman Penitipan Anak Darun Najah Megawon. Lokasi penelitian ini akan dilakukan di Taman Penitipan Peserta didik Darun Najah Megawon dengan subyek penelitian peserta didik usia 5-6 yang terdiri dari 15 peserta didik. Adapun penelitian ini dilakukan pada semester I dimulai dari minggu pertengahan bulan 4 hingga pertengahan bulan 5 yang dilakukan selama 1 bulan. Namun sebelum melakukan pelaksanaan tindakan peneliti sudah membuat kegiatan rancangan penelitian. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hasil peningkatan kemampuan meniru gerakan shalat peserta didik 5-6 tahun di TPA Darun Najah Megawon di Desa Megawon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun Ajaran 2021/2022 melalui metode demonstrasi. Berdasarkan penelitian, penulis dapat menarik kesimpulan bahwasanya upaya yang dilakukan oleh pendidik telah berhasil meningkatkan kemampuan meniru gerakan shalat, peserta didik mencapai indikator-indikator yang terdapat dalam rencana kegiatan yang telah disusun meskipun dalam pelaksanaannya ada beberapa faktor yang menjadi penghambat untuk mencapai indikator tersebut diantaranya peserta didik kurang fokus memperhatikan saat pendidik memberikan arahan. Kata kunci: Kemampuan Meniru Gerakan Shalat, Metode Demonstrasi
Pengembangan Lembar Eksperimen Mini Code dan Science Fun untuk Literasi Sains Anak Kelompok B Lathifah, Shinta Nur; Chusna, Cahya Amalia; Ulya Lina, Helina Himmatul
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i2.12644

Abstract

Pengembangkan lembar eksperimen mini Code & Science Fun merupakan media pembelajaran sains yang menyenangkan dan interaktif bagi anak kelompok B (usia 5–6 tahun). Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya literasi sains anak usia dini karena guru masih menggunakan metode ceramah dan lembar kerja pasif tanpa memberikan pengalaman eksploratif yang bermakna. Produk berupa lembar eksperimen mini ini dirancang dengan memadukan unsur sains sederhana dan pengenalan dasar konsep pemrograman (coding unplugged) melalui kegiatan bermain dan percobaan yang mudah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba adalah anak kelompok B di salah satu TK di wilayah Kabupaten Blora utara. Data dikumpulkan melalui observasi secara langsung di TK Sendangharjo Kecamtan Blora Kabupaten Blora. Kelayakan lembar eksperimen mini Code & Science Fun berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar eksperimen mini Code & Science Fun memenuhi kriteria sangat valid dari rata-rata ahli materi sebesar 89% dan rata-rata ahli media sebesar 87,5%, serta dinilai praktis digunakan oleh guru.. Dengan demikian, lembar eksperimen mini ini layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran yang mendukung literasi sains anak sejak usia dini.
Metode Cerita Sebagai Media Penguatan Akhlak Mulia Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VII di Mts Miftahul Ilmiyah Blora Saputra, Sri Angga Dwi; Ulya Lina, Helina Himmatul; Sa’adah, Latifatus
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 24 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v24i4.1863

Abstract

The formation of noble morals is the main objective of the Akidah Akhlak subject, in practice, students are still found to reflect less Islamic behavior such as low honesty, lack of respect, and minimal responsibility. This requires the application of learning methods that are able to touch the affective domain. This study aims to describe the implementation of the story method in learning Akidah Akhlak and analyze it in strengthening the noble morals of grade VII students of MTs Miftahul Ilmiyah Blora. The study used a descriptive qualitative approach with subjects of Akidah Akhlak teachers and grade VII students. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the story method can strengthen students' morals, instill moral values ​​effectively, and form positive attitudes such as honesty, responsibility, and respect. The implementation of this method is done through selecting stories that are relevant to real life, interesting delivery, and reflection on values ​​after the story. In conclusion, the story method is proven to be effective in strengthening students' noble morals because it is able to touch the cognitive, affective, and psychomotor aspects.