Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES PEMBUATAN PERATURAN DAERAH (PERDA) KABUPATEN PESISIR SELATAN : STUDI KASUS PERENCANAAN HINGGA EVALUASI KEBIJAKAN DAERAH Natasya Saputri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 4 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi April
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xm16sg38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Pesisir Selatan dengan menelaah setiap tahapan dalam siklus kebijakan publik. Fokus utama penelitian ini mencakup proses mulai dari penjaringan isu, penetapan agenda, pengorganisasian, perumusan kebijakan, uji coba dan pengayaan substansi, proses legitimasi atau pengesahan, sosialisasi, pelaksanaan hingga tahap evaluasi pasca-implementasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan perda di Kabupaten Pesisir Selatan melibatkan peran aktif dari pemerintah daerah, DPRD, serta partisipasi masyarakat. Penjaringan isu dilakukan baik secara formal melalui perangkat daerah maupun secara informal melalui masukan masyarakat dalam forum publik dan laporan lapangan. Agenda penyusunan perda disusun dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) berdasarkan skala prioritas dan urgensi kebutuhan masyarakat. Dalam tahapan pembahasan, terlihat adanya mekanisme kolaboratif antara tim teknis pemerintah daerah dan Panitia Khusus (Pansus) DPRD. Pengayaan substansi dilakukan melalui studi banding dan konsultasi dengan kementerian terkait. Namun, hasil kajian juga menunjukkan adanya tantangan yang cukup signifikan, terutama dalam hal efektivitas sosialisasi dan minimnya evaluasi yang sistematis setelah perda diterapkan. Diperlukan upaya penguatan kelembagaan dan perencanaan partisipatif agar setiap perda yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek legal formal, tetapi juga berdampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RISIKO (SIMR) DI LEMBAGA PENDIDIKAN Natasya Saputri; Irsyad; Tia Ayu Ningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gtsnfz21

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) di lembaga pendidikan sebagai upaya strategis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan akurasi data, serta mendukung transformasi digital dalam pengelolaan risiko. Penelitian ini berfokus pada tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi SIMR, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi guna memperoleh data yang komprehensif terkait pengembangan dan pemanfaatan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMR mampu meningkatkan efektivitas identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko melalui pendokumentasian data yang terstruktur serta fitur pelaporan real-time. Sistem ini juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data dengan menyediakan informasi risiko yang akurat dan terintegrasi bagi pimpinan lembaga. Namun, implementasi SIMR masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi teknologi informasi, minimnya infrastruktur, serta resistensi terhadap perubahan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SIMR merupakan inovasi strategis yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas manajemen dan kesiapan lembaga pendidikan dalam menghadapi risiko operasional.