Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KELEMBAGAAN SOSIAL DALAM PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA DI KOTA PADANG Muhammad Razif Hariel Syahputra; Syamsir; Gilang Muhammad Zidane; M Zacky Morandez; Nadya Rahma Oktariandani; Iqbal Faizul Candra; Deffano Yunico
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 4 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi April
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/6ma0fz42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kelembagaan sosial dalam penguatan identitas budaya Minangkabau di Kota Padang, dengan fokus pada peran lembaga adat dan lembaga sosial dalam mempertahankan dan mentransmisikan nilai-nilai budaya tradisional kepada generasi muda. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi yang semakin berkembang pesat, identitas budaya lokal semakin terancam oleh masuknya pengaruh budaya asing yang lebih mudah diterima oleh generasi muda. Kelembagaan sosial berperan penting dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan dihargai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang mengandalkan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota lembaga sosial yang terlibat langsung dalam pelestarian budaya Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya Minangkabau, terutama melalui pengelolaan ritual adat, pendidikan budaya, dan penerapan hukum adat. Sementara itu, lembaga sosial juga berperan dalam memperkuat identitas budaya melalui penyelenggaraan kegiatan budaya, seperti festival budaya, pelatihan seni tradisional, serta seminar yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda. Namun, kedua lembaga tersebut menghadapi tantangan besar dalam menarik minat generasi muda yang cenderung lebih tertarik pada budaya asing akibat pengaruh media global. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar kelembagaan sosial dan adat dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai sarana untuk memperkenalkan serta melestarikan tradisi Minangkabau, sehingga dapat melibatkan generasi muda secara lebih efektif dalam pelestarian budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pelestarian budaya yang lebih efektif, dengan melibatkan peran kelembagaan sosial yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Analisis Peran DLH Bukittinggi dalam Pengelolaan Sampah Iqbal Faizul Candra; Daniel Arif Hendrawan; Syamsir Syamsir
MASALIQ Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v6i2.8996

Abstract

Waste management is one of the most pressing environmental issues in developing cities, including Bukittinggi City, and therefore requires governance that is effective, sustainable, and compliant with regulatory frameworks. The Dinas Lingkungan Hidup (DLH) of Bukittinggi, as the competent authority, plays a strategic role in directing and coordinating various solid waste programs. This study aims to analyze the role of DLH Bukittinggi in waste management, encompassing its functions in planning, implementation, supervision, environmental education, and cooperation with communities and third parties. The research employed a descriptive qualitative approach through literature review, document analysis, and policy analysis related to local waste governance. The results indicate that DLH Bukittinggi has implemented several waste management programs, including the development of waste banks (bank sampah), the provision of waste management facilities and infrastructure, waste reduction at the source, and transportation and final processing at the Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) facility. Nevertheless, the implementation of these programs still faces multiple challenges, such as limited waste collection fleets, low community participation in waste sorting, and the need to strengthen education and supervision. The study concludes that optimizing the role of DLH Bukittinggi requires strengthening institutional capacity, fostering multisectoral collaboration, and enhancing public awareness so that the waste management system can operate more efficiently and sustainably. These findings are expected to serve as a basis for evaluation and recommendations to improve waste management policies in Bukittinggi City.