Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN INTEGRATIF MODERASI BERAGAMA DALAM ISLAM TERHADAP PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA (STUDI ANALISIS : BUKU PAI SMA KELAS XII BAB VI) St Wikowati; Mohammad Muchlis Solichin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2081

Abstract

Kajian ini mengkaji secara integratif konsep moderasi beragama dalam Islam dan kaitannya dengan pendidikan sosial dan budaya, khususnya melalui analisis materi pada buku Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XII Bab VI. Moderasi beragama dipahami sebagai sikap toleran, seimbang, dan menghindari ekstremisme dalam menjalankan ajaran Islam, yang sangat relevan dalam konteks masyarakat plural dan multikultural seperti Indonesia. Penelitian ini menyoroti peran penting pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama untuk membentuk karakter siswa yang inklusif, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis. Selain itu, kajian ini juga membahas implementasi moderasi beragama dalam kurikulum, peran guru, serta strategi penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama dalam Islam merupakan pilar utama dalam pendidikan sosial dan budaya yang berkontribusi signifikan terhadap terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, dan beradab. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama melalui pendidikan harus terus dikembangkan dan didukung secara menyeluruh untuk menghadapi tantangan dinamika global dan keberagaman lokal.
PENGEMBANGAN SOAL EVALUASI DARI BUKU PAKET: STRATEGI PENILAIAN EFEKTIF St Wikowati; Heni Listiana; Nur Gilang Ramadhan Al-Haris
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas V UPTD SDN Sokobanah Laok 2 dengan menggunakan pendekatan penilaian berbasis tes tulis dan penilaian kinerja. Pendekatan ini tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik, guna memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai penguasaan materi sekaligus penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan meliputi soal pilihan ganda dan uraian singkat untuk tes tulis, serta lembar observasi dan rubrik kinerja untuk menilai aspek kejujuran, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori “Baik” dalam aspek kognitif, dengan rata-rata nilai sebesar 79,56. Sementara itu, skor rata-rata penilaian kinerja mencapai 81,48, dengan indikator kejujuran sebagai aspek tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi antara tes tulis dan penilaian kinerja efektif dalam memberikan gambaran capaian belajar yang komprehensif dan sejalan dengan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Transformasi Dan Problematika Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi di Era Disrupsi St Wikowati; Hafid Effendy, Moh.; Gilang Ramadhan Al-Haris, Nur
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 3 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (November)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i3.413

Abstract

This study aims to analyze the transformation and challenges of Islamic Religious Education (PAI) in higher education amid the disruptions brought by the Society 5.0 era. The research employs a qualitative method with a literature review approach by examining contemporary scholarly publications and policy documents related to Islamic education and technological development. The findings reveal that PAI in higher education faces several significant challenges, including limited digital competence among lecturers, inadequate technological infrastructure, and a curriculum that is not yet fully responsive to rapid socio-technological changes. These conditions lead to learning processes that are less integrative between scientific knowledge and Islamic values. The study also highlights the need for curriculum reform that emphasizes the balance between faith, knowledge, practice, and character, supported by adaptive learning models such as blended learning, digital platforms, and artificial intelligence. Strengthening the digital and pedagogical competence of lecturers is essential to ensure effective and relevant learning. The study concludes that multi-stakeholder collaboration is crucial to advance Islamic education in preparing a generation that is intelligent, adaptive, and possesses strong ethical integrity in the digital era.