Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Komunikasi Pendakwah pada Konten Dakwah dalam Isu Sosial dan Politik di Media Sosial Muyassaroh, Inas Sany; Harto, Unggul Sugi; Suparto, Diryo; Permadi, Didi; Sutjiatmi, Sri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15480

Abstract

Penelitian ini menganalisis model komunikasi yang digunakan oleh dua pendakwah, yaitu Habib Husein Jafar dan Aab Elkarimi, dalam menyebarkan pesan-pesan dakwah melalui fenomena-fenomena dakwah di media sosial. Fokus penelitian ini adalah bagaimana kedua pendakwah ini menggunakan media sosial, khususnya Tiktok dan Instagram, untuk mengkomunikasikan pesan-pesan agama serta mengangkat isu-isu sosial dan politik yang relevan. Metode analisis dilakukan dengan mengamati konten-konten tiktok dari kedua pendakwah dan menganalisis pendekatan komunikasi yang mereka gunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendakwah Habib Husein Jafar mengadopsi gaya komunikasi yang modern dan sesuai dengan kalangan muda, dengan penampilan dan gaya berbicara yang berbeda dari citra umum "Habib". Ia memanfaatkan fenomena-fenomena sosial sehari-hari sebagai titik masuk untuk menyampaikan pesan-pesan agama Islam yang dapat diterima oleh kalangan anak muda. Di sisi lain, Aab Elkarimi sebagai konten kreator muda, mengadopsi pendekatan kritis dalam menyajikan analisis mendalam mengenai isu-isu sosial, politik, dan agama. Ia mengajak audiensnya untuk berpikir kritis tentang fenomena yang terjadi dan mengaitkannya dengan ajaran agama Islam. Keduanya berhasil mencapai target sasaran mereka, yaitu anak muda, dengan efek positif. Pesan-pesan yang mereka sampaikan membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama Islam, mengatasi stereotip negatif terhadap agama, dan mendorong pandangan yang lebih kritis terhadap isu-isu sosial dan politik. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendakwah dapat menggunakan media sosial sebagai sarana efektif untuk menyebarkan pesan-pesan agama dan menjembatani antara ajaran agama dengan realitas sosial dan politik yang dihadapi oleh audiens mereka di era digital saat ini.
Penerapan Kode Etik Jurnalistik Pada Peliputan Berita Kriminal di Panturapost.com Permadi, Didi; Florina, Ike Desi; Muyassaroh, Inas Sany; Edy, Sarwo
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v7i1.3639

Abstract

This study discusses the application of a journalistic code of ethics in the context of reporting on the online media panturapost.com. In the digital era, online media has become the main source of information for the community. However, with technological developments and intense competition, the journalistic code of ethics is often neglected. This study aims to analyze how the journalistic code of ethics articles 3, 4 and 5 are applied in online media reporting at panturapost.com. This study uses a qualitative research method with a case study approach. This study focuses on examining the application of a code of ethics in several aspects such as editorial policy, news production practices from planning to news loading, journalists' understanding of the code of ethics, to analyzing criminal news content published in panturpost. .com. The results of the study show that the implementation of the journalistic code of ethics in the online media panturapost.com has been implemented. Other results show that panturapost.com in the news production process has quite strict stages to make news worthy of broadcast according to the principles of the journalistic code of ethics.
Media Massa dan Kontruksi Realitas (Analisis Framing Terhadap Pemberitaan UU IKN pada Media Online Tempo.co dan mediaindonesia.com) Permadi, Didi; Muyassaroh, Inas Sany; Purnaweni, Hartuti; Widodo, Agus Setio
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.7754

Abstract

Wacana Pemerintah Indonesia memindahkan Ibu Kota Negara masih menjadi perbincangan diberbagai kalangan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana cara Media massa dalam hal ini adalah Tempo.co dan Mediaindonesia.com mengkonstruksi pemberitaan terkait Undang-undang Ibu Kota Negara. Penelitian ini menggunakan analisis framing yang dikemukakan oleh Zhongdang Pan dan Geralad M Kosickly. Cara teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan pemberitaan terkait UU IKN di media massa (Tempo.co dan Mediaindonesia.com). Tahapan berikutnya menganalisis berita tersebut dengan Teknik analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M Kosickly, di mana model analisis ini digunakan untuk mengetahui realitas yang dibentuk dibalik wacana atau framing dari media massa. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa media memiliki kebijakan redaksi masing-masing dalam hal pemberitaan yang mempengaruhi keberpihakan sebuah media sesuai dengan kepentingan media tersebut, hal ini menimbulkan konstruksi dan realitas yang berbeda dalam pemberitaan di media massa. Penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana media massa menggunakan framing (bingkai pemberitaan) dalam melaporkan isu-isu terkait UU IKN.
Analisis Semiotika Representasi Budaya Adat Jawa dalam Serial Drama “Gadis Kretek” Firmansyah, Ralfi; Permadi, Didi; Muyassaroh, Inas Sany
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026 (In Press)
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5293

Abstract

Drama series as part of popular literary works not only function as a medium of entertainment, but also play an important role in representing the social and cultural realities of society. With the development of digital technology, drama series are now increasingly easily accessible through various streaming platforms, one of which is Netflix. Gadis Kretek, a series adapted from a novel by Ratih Kumala directed by Kamila Andini and Ifa Isfansyah, is a representative example in presenting Javanese traditional culture in a strong and complex way, especially in the socio-historical context of Indonesia in the 1960s. This study aims to analyze the representation of Javanese traditional culture in the Gadis Kretek series using Roland Barthes's semiotic approach. The research method used is descriptive qualitative with Barthes's two-stage semiotic analysis technique, which includes denotative, connotative, and mythical meanings. Primary data was obtained from several selected scenes in the Gadis Kretek series that contain Javanese cultural symbols, while secondary data was obtained through library research from scientific journals and supporting literature. The analysis process was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that Javanese cultural symbols such as kebaya, Sido Asih batik cloth, jasmine garlands, blangkon, and chignon are not only displayed as visual elements, but also contain ideological meanings that represent the values ​​of harmony, social hierarchy, spirituality, and the construction of gender roles in Javanese culture. Through semiotic reading, these symbols form a cultural myth that subtly reproduces traditional values ​​and patriarchal structures. Thus, Gadis Kretek not only presents visual entertainment, but also becomes a discursive space that reflects and constructs Javanese cultural identity in popular media.