Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terapi Kelasi Besi Pada Penyandang Thalassemia Mayor Di Kabupaten Bekasi Sylviasari Risgiantini; Yeny Sulistyowati; Atik Kridawati
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1132

Abstract

Kepatuhan yang rendah terhadap terapi kelasi besi membuat penyandang Thalassemia Mayor lebih berisiko mengalami komplikasi, penurunan kesehatan, dan kualitas hidup yang rendah. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan agar kepatuhan pasien dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi kelasi besi pada pasien Thalassemia Mayor di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh pasien Thalassemia Mayor yang menjalani transfusi dan terapi kelasi besi di Kabupaten Bekasi, berjumlah 296 orang. Dari jumlah tersebut, 181 pasien yang telah menjalani terapi minimal satu tahun dipilih dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan Health Belief Model (HBM) dan skala MMAS-8. Analisis data dilakukan menggunakan metode univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pendidikan pasien (p=0,001), hambatan yang dirasakan (p=0,000), kepercayaan diri (p=0,025), serta dukungan keluarga (p=0,029) dengan kepatuhan terapi. Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa efikasi diri merupakan faktor paling berpengaruh setelah dikontrol dengan dukungan keluarga dan hambatan yang dirasakan. Upaya peningkatan kepatuhan perlu difokuskan pada peningkatan kepercayaan diri pasien, penguatan dukungan keluarga, serta pengurangan hambatan dalam menjalani terapi.
Risk Factors for Anemia in Pregnant Women at Hj Ida Maternity Clinic, Bogor Regency, 2022 yelaruci; Atik Kridawati; Yenni Ariestanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2fwjg004

Abstract

Anemia in pregnant women is a maternal health problem influenced by various risk factors, making it an important focus in nursing and midwifery studies. Understanding these factors is necessary to support prevention efforts and improve health. This study aims to determine the risk factors for anemia in pregnant women. This is a descriptive analytical study using a cross-sectional approach. The sample consisted of 145 pregnant women. Data were collected using questionnaires, medical records or KIA books, and upper arm circumference measurements. Data analysis was performed using logistic regression. Knowledge, parity, chronic energy deficiency, dietary patterns, and iron supplement adherence were associated with anemia (p < 0.05), while education, age, and occupation were not (p > 0.05). Furthermore, parity, dietary patterns, and iron supplement adherence were simultaneously associated with anemia (p < 0.05), with dietary patterns being the dominant variable. There is a relationship between knowledge, parity, chronic energy deficiency, diet, and FE intake compliance with the incidence of anemia, while education, age, and occupation show no relationship. Furthermore, there is a simultaneous relationship between parity, diet, and FE intake compliance with the incidence of anemia, and diet is the dominant variable.