Saputri, Rindiani Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Alkaloid Compounds in Medicinal Plants: Mechanisms and Anti-Diabetic Potential Rahmadhani, Ade Novira; Rismawati, Lia; Nurramadhani, Aisyah Zahra; Syahputri, Salsabila Dia; Saputri, Rindiani Dwi; Usman, Usman
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i3.16012

Abstract

Alkaloids are a group of chemical compounds found in nature with the most basic nitrogen atoms. As many as 20% of plant species contain alkaloid compounds, one of which is flowering plants. Plants that contain alkaloid compounds have the potential to be antidiabetic agents. This literature review research uses the narrative literature review method. Using keywords from the range of 2014-2024, a total of 25 articles were obtained. Diabetes is a common metabolic disease caused by insulin deficiency. The plants that contain bioactive alkaloid compounds are Catharanthus roseus, Portulaca oleracea L. (PO), Momordica charantia (Bitter Melon), Uncaria Nervosa Elmer (Bajakah), Peperomia Pelucida (Water Pepper), Mulberry, Ageratum conyzoides L (Ageratum), Syzygium sp (Red Pakoba Fruit), Sansevieria trifasciata (Mother-in-law's Tongue), Triumfetta cordifolia, Phrynium Capitatum (Rice Leaf), and Annona Muricata L. (Soursop Leaf), which have been proven to contain alkaloid activity compounds that can be used as anti-diabetic agents. Alkaloid compounds play an essential role in diabetes management through various mechanisms that regulate blood glucose levels.
Optimasi perbedaan pelarut pada pembuatan nanopartikel air cucian beras untuk bahan dasar face toner sebagai sediaan skincare pembersih wajah penangkal merkuri Sari, Feni Mayang; Karimah, Fathiyah; Saputri, Rindiani Dwi; Muflihah, Muflihah
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.20652.133-141

Abstract

Penerapan teknologi nanopartikel air cucian beras dapat mengoptimalisasi penyerapan skincare ke dalam kulit. Limbah air cucian beras sebagai bahan dasar face toner mengandung nutrisi seperti vitamin B, C, E, mineral, pati, dan polifenol. Kandungan polifenol mencapai 390,98 mg / 100 g, memiliki kapasitas antioksidan kuat yang mampu menangkal radikal bebas dan mendukung regenerasi sel. Penelitian ini mendukung pengembangan produk perawatan kulit berbasis bahan alami dan teknologi ramah lingkungan. Metode kimia co-precipitation dengan tiga pelarut berbeda yaitu, NaOH 0,2 N, NH₄OH 0,2 N, dan PEG 6000 0,2 gram sebagai agen pengendap, dipanaskan pada suhu 50°C selama 1 jam. Karakteristik nanopartikel melalui Panjang gelombang maksimum sampel melalui spektrofotometri UV-Vis pada rentang 400-600 nm. Optimasi penyerapan nanopartikel dari air cucian beras terhadap krim wajah yang mengandung merkuri dilakukan menggunakan analisis Atomic Absorption Spectrophotometry untuk mengetahui potensi penurunan kadar merkuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel air cucian beras 6000 meningkatkan stabilitas dan memperkecil ukuran partikel, sehingga memperluas permukaan aktif dan meningkatkan kemampuan pengikatan ion logam berat. Perlakuan dengan nanopartikel berbasis NH₄OH menunjukkan efektivitas tertinggi dengan penurunan kadar merkuri sebesar 74,9%, diikuti PEG 6000 sebesar 71,3%, dan NaOH sebesar 56,7%.