Asman, Fhilia Alci Angela
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dimensi Dalam Mengucap Syukur : Relevansi Tradisi Minahasa Foso Rummages dalam Praktik Pastoral Konseling Kontemporer Rumate, Charga Jofial; Kreysen, Inriany F.; Bokko, Lanny; Lalompoh, Suryaningsi Dorthea; Ralendesang, Nivtrik Netson; Bawihu, Sylvia Evangelin; Kalensang, Geby Ladesya; Sapoh, Fani; Mamesah, Joice Stella; Asman, Fhilia Alci Angela; Luma, Subaedah
PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika Vol. 1 No. 1 (2024): PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/r56edy71

Abstract

This study examines the relevance of the Minahasa tradition of Foso Rumages in pastoral counseling practice from a contemporary perspective. The Minahasa tradition is rich in cultural values that can significantly support the pastoral counseling process. Cultural values of Minahasa religiosity, such as awareness of the supernatural, belief in life before and after death, and the celebration of Foso Rumages, provide a strong theological foundation for dialogue with the Christian faith. This research uses a descriptive qualitative approach to depict and analyze existing phenomena, emphasizing the characteristics, qualities, and interrelationships between cultural traditions and pastoral counseling practices. Through the integration of values of community and togetherness, respect for ancestors, and the use of rituals and symbolism from Minahasa traditions, this study finds that these cultural elements can enhance the effectiveness of pastoral counseling. The results of this research show that the integration of Minahasa traditions in pastoral counseling practice not only increases the effectiveness of counseling but also ensures that the approaches used are aligned with the cultural and spiritual values of the clients. This supports a more comprehensive and sustainable healing process and makes a significant contribution to the development of more inclusive and locally-oriented pastoral counseling practices.   Penelitian ini mengkaji relevansi tradisi Minahasa Foso Rumages dalam praktik konseling pastoral dari perspektif kontemporer. Tradisi Minahasa kaya akan nilai-nilai budaya yang dapat mendukung proses konseling pastoral secara signifikan. Nilai-nilai religiusitas budaya Minahasa, seperti kesadaran akan supranatural, kepercayaan pada kehidupan sebelum dan sesudah kematian, dan perayaan foso rumages, memberikan dasar teologis yang kuat untuk percakapan dengan agama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena yang ada, menekankan karakteristik, kualitas, dan keterkaitan antara tradisi budaya dan praktik konseling pastoral. Melalui integrasi nilai-nilai kebersamaan dan komunitas, penghormatan terhadap leluhur, serta penggunaan ritual dan simbolisme dari tradisi Minahasa, penelitian ini menemukan bahwa elemen-elemen budaya ini dapat meningkatkan efektivitas konseling pastoral. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi tradisi Minahasa dalam praktik konseling pastoral tidak hanya meningkatkan efektivitas konseling tetapi juga memastikan bahwa pendekatan yang digunakan selaras dengan nilai-nilai budaya dan spiritual klien. Hal ini mendukung proses penyembuhan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan praktik pastoral konseling yang lebih inklusif dan berorientasi pada kearifan lokal.
Budaya Tulude Sebagai Sarana Fungsi Konseling Pastoral Mengutuhkan & Mendamaikan Brek, Yohan; Bulamei, Brayen Vicard; Weol, Wolter; Asman, Fhilia Alci Angela; Sumenda, Gustaf; Makakombo, Feiby Pauline
PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika Vol. 1 No. 1 (2024): PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/9wae3w70

Abstract

Tulude culture has family values that can be used as a source of guidance in social life when people can interpret this culture as a part of life where the life that has been passed in the past year which was full of struggles can be passed by placing the human self in a position to be able to make peace and renew life. as a whole to live life in the future. This Tulude culture can also unite the cohesiveness and unity of society in which church members have long existed using the pastoral function of reconciliation and unity which can be used as a means for pastoral care. Tulude is also an activity that helps in reunifying this unity. With the aim of knowing Tulude culture by using the pastoral function of reconciliation and integration as a means of pastoral care. This writing is also to increase knowledge about Tulude culture and to find out the meaning of Tulude Culture for society, especially for church members because culture makes society one. This research is a descriptive qualitative research carried out at GMIST Nazareth Bahoi Congregation in 2024. Budaya Tulude memiliki nilai-nilai kekeluargaan yang dapat dijadikan sebagai sumber pedoman dalam kehidupan bermasyrakat ketika masyarakat dapat memaknai budaya ini sebagai bagian dalam kehidupan dimana kehidupan yang telah dilalui pada tahun kemarin yang penuh dengan pergumulan dapat dilalui dengan menempatkan posisi diri manusia untuk dapat berdamai membaharui kehidupan secara utuh untuk menapaki kehidupan dimasa yang akan datang. Budaya Tulude ini juga dapat mempersatukan kekompakan dan kesatuan masyarakat yang di didalamnya warga gereja yang sudah terjalin lama dengan menggunakan fungsi pastoral mendamaikan dan mengutuhkan yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk berpastoral, Tulude juga merupakan kegiatan yang membantu dalam mempersatukan kembali kekompakan tersebut. Dengan tujuan mengetahui budaya Tulude dengan menggunakan fungsi pastoral mendamaikan dan mengutuhkan sebagai sarana untuk berpastoral. Penulisan ini juga untuk menambah pengetahuan mengenai budaya Tulude serta mengetahui makna dari Budaya Tulude bagi untuk masyarakat terlebih khusus bagi warga gereja karena budaya yang membuat masyarakat menjadi satu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Tagulandang dan GMIST Jemaat Nazaret Bahoi pada tahun 2024.