Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Pengaruhnya terhadap Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan Masyarakat di Kelurahan Bareng Kota Malang Ferdiana, F; Irawati, Mimien Henie; Suhadi, S; Susilowati, S; Budianingsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.141 KB)

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap rumah tangga yang terlihat dari ketersediaan pangan yang cukup baik, serta jumlah maupun mutunya aman, merata dan terjangkau. Tetapi dari tahun ketahun masyarakat perkotaan semakin meningkat, oleh sebab itu kebutuhan pangan semakin meningkat pula, akibat permasalahn tersebut, beberapa daerah sudah melakukan pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit dengan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang merupakan kawasan setingkat desa/kelurahan/RW/RT yang dibangun berkelompok dari beberapa rumah-rumah pangan lestari yang menerapkan prinsip-prinsip pemanfaatan pekarangan dan sumberdaya ruang dengan baik, berbasis sumberdaya lokal dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta meningkatkan pendapatan keluarga. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan lingkungan dan sikap peduli lingkungan dengan program kawasan rumah pangan lestari untuk masyarakat di kelurahan Bareng Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Hasil penelitian yang dihasilkan yaitu adanya pengaruh pengetahuan lingkungan dengan hasil gain score sebesar 0.40 dalam kategori sedang dan sikap peduli lingkungan dengan hasil gain score sebesar 0.30 dalam kategori sedang setelah penerapan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dengan cara pemberian penyuluhan dan penerapan secara langsung terhadap masyarakat kelurahan bareng kota Malang. Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program kawasan rumah pangan lestari dapat meningkatkan pengetahuan lingkungan dan sikap peduli lingkungan untuk masyarakat kelurahan bareng di Kota Malang.
Pengembangan Modul Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Berbantuan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Siswa SMP Kota Malang Mardiana, M; Irawati, Mimien Henie; Sueb, S; Susilowati, S; Budianingsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.636 KB)

Abstract

Bahan ajar memiliki peran sangat penting bagi guru, siswa, serta pada kegiatan pembelajaran. Salah satu jenis bahan ajar yang dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam belajar adalah modul. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa guru. Dengan demikian modul dapat dijadikan bahan ajar untuk belajar mandiri dan menjadikan pembelajaran semakin bermakna sehingga dapat membantu siswa mencapai kompetensi belajar. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menggunakan bahan ajar berupa modul program KRPL berbantuan PBM. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menyusun modul Program KRPL berbantuan PBM untuk siswa sekolah menengah pertama (2) menguji kelayakan modul Pogram KRPL berbantuan PBM melalui uji validasi oleh ahli materi ahli modul, dan praktisi pendidikan (3) menguji kepraktisan modul program KRPL berbantuan PBM melalui uji coba pendahuluan oleh siswa. Pengembangan modul program KRPL berbantuan PBM menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Desagn, Develop, Implement, Evaluasi). Hasil validasi ahli materi sebesar 90,5% dengan kategori sangat valid. Hasil validasi ahli modul sebesar 82,4% dengan kategori sangat valid, Hasil praktisi pendidikan di lapangan sebesar 96,0% dengan kategori sangat valid, dan uji pendahuluan sebesar 89,9% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil uji validasi dan uji pendahuluan dapat disimpulkan bahwa modul program KRPL berbantuan PBM sangat layak dan praktis diterapkan pada pembelajaran untuk siswa SMP Kota Malang.
Implementasi Perencanaan (K3) Melalui Pembentukan Tim dan HIRADC di Laboratorium Klinik X Budianingsih, Endang; Herniwanti, Herniwanti; Kurniawan, Ilham
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k4ync116

Abstract

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2025 merupakan pembaruan komprehensif yang memperkuat struktur, tugas, pelaporan, dan pengawasan P2K3 dengan menyesuaikan perkembangan regulasi dan teknologi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam setiap lingkungan kerja di dunia sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan gangguan kesehatan akibat pekerjaan. Kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan pembentukan Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menerapkan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis risiko dengan pendekatan USG dan Fishbone Analysis. Hasil kegiatan ini menunjukkan masih terdapat kekurangan pada aspek sumber daya manusia, standar operasional prosedur (SOP), pengawasan, sarana, serta keterbatasan anggaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan paparan bahaya kerja. Kesimpulan: pembentukan Tim K3 dan metode HIRADC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan kerja, efektivitas operasional, serta kualitas layanan di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Rekomendasi disampaikan untuk pelatihan berkala dan penguatan sistem dokumentasi prosedur K3. Efektivitas penerapan HIRADC sangat bergantung pada keberadaan Tim K3 yang akan dibentuk, yang memiliki struktur organisasi dengan pembagian tugas yang jelas, kemampuan teknis yang baik, serta koordinasi yang solid antar anggota.