Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Formulasi sediaan sabun padat ekstrak Wuru Ketek (Myrica javanica Reinw. ex Bl) dengan basis minyak nabati dan minyak hewani Ardiyansyah, Muhamad; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1611

Abstract

Tanaman Wuru Ketek (Myrica javanica reinw. ex. Bl) berpotensi menghambat Pertumbuhan bakteri serta dapat digunakan untuk pembuatan beberapa sediaan Untuk kehidupan sehari-hari, salah satunya sediaan sabun padat. Tujuan penelitian Ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan sabun padat Ekstrak Wuru Ketek (Myrica Javanica Reinw. ex. Bl.) menggunakan metode eksperimental dengan Desain trial. F0 tidak mengandung Ekstrak Wuru Ketek, sedangkan F1, F2, dan F3 Masing-masing mengandung Ekstrak Wuru Ketek sebesar 5%, 7,5%, dan 10% serta Melakukan uji skrining dan evaluasi fisik sediaan sabun padat yang mencakup uji Organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas busa, dan uji aktivitas Antibakteri. Formulasi tersebut menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan Organoleptik dan homogenitas, serta memenuhi standar pH 9-11 dan tinggi busa 1,3 Cm – 22 cm serta hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh hasil diameter zona hambat 5 – 19 mm (sedang) hingga ≥20 mm (sangat kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Identifikasi senyawa Asam Askorbat dan evaluasi formulasi sediaan Sheet Mask sari buah jambu biji merah (Psidium Guajava Var. Pomifera) Handayani, Yulin Tristi; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1722

Abstract

Perawatan kulit wajah dengan menggunakan kosmetik khususnya masker wajah, salah satunya jenis masker yang populer saat ini adalah masker sheet. Masker sheet semakin populer karena kemampuannya dalam menyalurkan bahan aktif dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan asam askorbat dalam sari buah jambu biji merah (Psidium guajava var. pomifera) serta mengevaluasi stabilitas masker sheet berbahan aktif sari buah tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menguji empat formulasi (F0–F3) secara organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas pada suhu ruang, dingin, dan hangat selama 4 minggu. Hasil menunjukkan bahwa sari jambu biji merah mengandung asam askorbat, dan formula F3 paling stabil pada suhu ruang dan dingin, dengan viskositas (230-1,150 cPs) dan pH (4,5-8,0) sesuai standar SNI. Kesimpulannya, sari buah jambu biji merah berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam sheet mask, dengan penyimpanan suhu rendah untuk menjaga kestabilan.
Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik di wilayah Kober Kecil Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur Shafira, Intan; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1752

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, terutama di negara –negara berkembang. Penggunaan antibiotik Secara self-medication pada masyarakat Kober Kecil masih banyak ditemukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Berdasarkan hasil analisis dari 35 responden mayoritas berusia 36-45 tahun (22,71%), pendidikan SMA/ SMK sederajat (71,43%), dan Bekerja sebagai ibu rumah tangga (40%). Tingkat Pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik berada pada kategori cukup dengan hasil nilai rata-rata 59,28%. Hasil ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan mengenai antibiotik untuk mencegah resistensi bakteri.
Inovasi pemanfaatan limbah kulit Jeruk Peras (Citrus nobillis L) dalam pembuatan formulasi sediaan sampo padat Nugroho, Haryo Bayu; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Arianti, Varda
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1776

Abstract

Kulit jeruk merupakan salah satu limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan karena kandungan minyak atsirinya yang kaya senyawa aktif seperti limonene, linalool, sitronelal, dan geraniol, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sampo padat dari minyak atsiri kulit jeruk peras serta mengevaluasi efektivitas antibakterinya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga formulasi yang mengandung 0%, 10% dan 20% minyak atsiri kulit jeruk peras. Evaluasi dilakukan melalui uji sifat fisik, uji kimia, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil menunjukkan bahwa sediaan homogen, terjadi perubahan warna dan pH akibat perlakuan suhu panas, serta tinggi busa memenuhi standar yaitu antara 1,3–22 cm. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat sebesar 13,5 - 22,18 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus, yang tergolong dalam kategori kuat – sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit jeruk peras berpotensi digunakan sebagai bahan antibakteri dalam sediaan sampo padat.
Perbandingan aktivitas antibakteri Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Staphylococcus aureus menggunakan dua pelarut Prianti, Rahmania; Arianti, Varda; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1786

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab infeksi paling umum. Infeksi akibat S. aureus menjadi tantangan kesehatan serius, terutama karena meningkatnya resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai agen antibakteri alternatif sangat diperlukan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun salam (Syzygium polyanthum), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak daun salam dengan dua pelarut (etanol 96% dan aquadest) terhadap S.aureus. Uji dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak (80%, 60%, 40%, 20%), serta klindamisin 0,1% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% menghasilkan zona hambat rentang rata-rata sebesar 5,830,87 mm s.d. 10,661,12 mm, sedangkan ekstrak aquadest menghasilkan zona hambat 5,150,07 mm s.d. 10,610,97 mm. Meskipun tidak menunjukkan hubungan linier terhadap konsentrasi, kedua ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Dengan demikian, daun salam berpotensi dikembangkan sebagai sumber agen antibakteri alami untuk mengatasi resistensi antibiotik.
Uji aktivitas antibakteri sediaan masker bubuk ekstrak etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Propionibacterium Acne Fakhriah, Amalina; Nurjannah, Selfia Irma; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1812

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri sediaan masker serbuk dari ekstrak etanol daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Propionibacterium acnes, bakteri utama penyebab jerawat. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diuji selama 24 jam aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa sediaan masker bubuk ekstrak etanol daun pepaya memiliki konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80%. Aktivitas antibakteri dengan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 18.57 mm, yang tergolong dalam kategori kuat. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan, yakni menggunakan uji normalitas dan uji kruskal-wallis. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid yang berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri. Meskipun daya hambatnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif (klindamisin), hasil ini menunjukkan potensi penggunaan ekstrak daun pepaya dalam formulasi produk kosmetik alami untuk perawatan kulit berjerawat.
Analisis Pengelolaan Obat Look Alike Sound Alike (LASA) terhadap Angka Kejadian Medication Error di Rumah Sakit X Adiana, sylvi adiana; Fakhriah, Amalina; Zahro, Kamelia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5333

Abstract

Look Alike Sound Alike (LASA) merupakan obat-obatan yang memiliki kemiripan bentuk, kemasan, atau nama. Kemiripan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) jika obat tidak disimpan, diberi tanda, atau ditempatkan dengan tepat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA terhadap medication error di Rumah Sakit X Tangerang. Metode: Metode kuantitatif dilakukan melalui observasi langsung penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA serta data medication error pada Oktober–November 2024. Hasil: Kesesuaian penyimpanan obat LASA sebesar 99,2% kategori Sangat Baik, penandaan sebesar 62,55% kategori Baik, dan penempatan sebesar 95,61% kategori Sangat Baik. Hasil pengamatan terhadap data medication error di Rumah Sakit X tidak terjadinya kejadian insiden keselamatan pasien yang disebabkan penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA. Kesimpulan: Penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA tidak berpengaruh terhadap medication error yang terjadi di Rumah Sakit X Tangerang. Hal ini menegaskan pentingnya konsistensi dalam manajemen pengelolaan obat LASA.
Level of knowledge of the Menteng community RT 010 RW 009 Menteng Village regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic Rahmadani, Azrizah; Fakhriah, Amalina; Arianti, Varda; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1969

Abstract

Mefenamic acid, a meclofenamate derivative, is a type of NSAID that inhibits the formation of the cyclooxygenase enzyme. This cyclooxygenase enzyme converts arachidonic acid into prostaglandins. Therefore, if this drug is given as a pain reliever to children or adolescents during their growth period, it will disrupt the longitudinal growth process of their bones. This study aims to evaluate the level of public knowledge in RT 010 RW 009, Menteng Village, Central Jakarta, regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic. The method used is descriptive with a quantitative approach and involved 64 respondents selected based on inclusion criteria. The results show that the average level of public knowledge is in the sufficient category (63,20%). Respondents are predominantly in the 17–25 year age group with a vocational high school education level. Only 35.90% of respondents have received direct education from health workers. This finding emphasizes the importance of more intensive educational interventions from health institutions so that the public uses drugs appropriately and wisely.