Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemitraan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dengan Model Pendampingan Kelompok Petani untuk Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Baumata Kupang NTT Muntasir, Muntasir; Tadeus Andreas Lada Regaletha; Yoseph Kenjam; Sri Prilmayanti Awaluddin; Nadra Aga Iryani
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i3.2258

Abstract

This community partnership with target partners can produce VCO products that are fast, easy, simple, have good sanitation, and have quality production, and can be marketed as family or group businesses to increase family income and provide economic value for coconut products. The Assistance Model that is carried out consists of a. Fieldwork team planning; b. Community group discussions; c. Priority Problems handled from the results of group discussions; d. Preparation of Tools and Materials for Intervention; e. Implementation of activity interventions; f. Formative Monitoring and Evaluation of group activities; g. Activity assistance; h. Final Discussion and Final Product Evaluation. The results of this activity indicate that the community members who take part in this activity have the motivation to increase their knowledge and skills in producing VCO which is supported by the evaluation results showing a good assessment from the initial presence to the production of VCO. The Community Partnership Program (PKM) which is aimed at community members in the Baumata village area, Taebenu sub-district, Kupang Regency, NTT, provides a new opportunity to learn and gain understanding and knowledge for the community about selecting coconut materials for VCO production and VCO processing in a simple way with the implementation usable technology. Community members who are in the Baumata village area, Taebenu sub-district, Kupang Regency, and NTT as PKM program partners have additional knowledge in innovating coconut products into processed products with higher economic value. Also, an understanding of simple, easy and hygienic processing methods was obtained from the implementing team
Inovasi Budidaya Terkontrol dan Teknis Pengeringan Presisi Untuk Meningkatkan Kualitas Karagenan Farmasetis Rumput Laut di Pulau Semau, NTT Muhajirin Dean; Tadeus Andreas Lada Regaletha; Muntasir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5931

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah rumput laut melalui penerapan inovasi budidaya terkendali dan teknik pengeringan presisi pada masyarakat pesisir di Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi penggunaan metode budidaya tradisional, proses pascapanen yang tidak higienis sehingga kualitas karagenan belum memenuhi standar farmasetis, serta keterbatasan manajemen usaha dan diversifikasi produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis dan manajerial, penerapan teknologi, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi berkala. Teknologi yang diterapkan meliputi penggunaan kapal fiberglass sebagai alat bantu produksi dan sistem pengeringan presisi berbasis jaring dan rumah pengering. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan produktivitas rumput laut minimal 30%, penurunan kadar air hingga di bawah 12%, peningkatan kualitas produk sesuai standar pasar, serta terbentuknya produk olahan bernilai tambah oleh kelompok masyarakat. Selain itu, terjadi penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas manajerial, serta perluasan akses pasar. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya laut.