Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah rumput laut melalui penerapan inovasi budidaya terkendali dan teknik pengeringan presisi pada masyarakat pesisir di Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi penggunaan metode budidaya tradisional, proses pascapanen yang tidak higienis sehingga kualitas karagenan belum memenuhi standar farmasetis, serta keterbatasan manajemen usaha dan diversifikasi produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis dan manajerial, penerapan teknologi, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi berkala. Teknologi yang diterapkan meliputi penggunaan kapal fiberglass sebagai alat bantu produksi dan sistem pengeringan presisi berbasis jaring dan rumah pengering. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan produktivitas rumput laut minimal 30%, penurunan kadar air hingga di bawah 12%, peningkatan kualitas produk sesuai standar pasar, serta terbentuknya produk olahan bernilai tambah oleh kelompok masyarakat. Selain itu, terjadi penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas manajerial, serta perluasan akses pasar. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya laut.
Copyrights © 2026