Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Nutrasetikal Daun Sirih untuk Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 1 Ketewel, Gianyar I Gusti Ayu Ari Agung; Dewa Made Wedagama; I Gusti Agung Ayu Hartini; Ni Putu Idaryati
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i4.2825

Abstract

Betel leaf nutraceutical education for dental and oral health, especially for school age children, needs special attention because at this age children are undergoing the process of growth and development.  Children's teeth will influence the development of dental health in adulthood. Considering that the nutraceutical advantages of betel leaves for dental and oral health have been known for generations, they are easy to obtain, delicious and very cheap. Through the outreach program, it is hoped that it can increase knowledge and raise awareness of the importance of maintaining healthy teeth and mouth. The aim of this counseling is to provide knowledge to children about the importance of betel leaf nutraceuticals for maintaining healthy teeth and mouth. This type of counseling uses face-to-face counseling methods directly in class, starting with a pretest, and at the end of the counseling a posttest. In this extension activity, participants were active in taking part in the extension, so that this activity ran well. So it can be concluded that betel leaf nutraceutical counseling increases students' knowledge of betel leaf nutraceuticals for dental and oral health.
Recent developments in root canal treatment techniques in dental conservation: Perkembangan terkini teknik perawatan saluran akar dalam konservasi gigi Made Mega Indah Purnamawati; Maya Sari Dewi; I Gusti Agung Ayu Hartini
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan saluran akar (PSA) merupakan prosedur penting dalam konservasi untuk mempertahankannya gigi yang mengalami infeksi atau kerusakan pulpa. Artikel ini mengkaji perkembangan terkini teknik PSA, dengan fokus pada publikasi lima tahun terakhir. Kajian sistematis ini berbasis data elektronik dengan kata kunci yang relevan. Hasil menampakkan kemajuan pesat dalam instrumen rotari, teknik preparasi minimal invasif, sistem irigasi, bahan obturasi, dan pendekatan regeneratif. Teknologi pencitraan seperti CBCT dan mikroskop operasi juga berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keberhasilan perawatan. Disimpulkan bahwa teknik-teknik terbaru PSA telah meningkatkan efisiensi, akurasi, dan tingkat keberhasilan perawatan, meskipun masih diperlukan penelitian jangka panjang untuk memvalidasi efektivitasnya secara komprehensif.
Increasing the number of fibrolas in the healing of rat gingiva wounds with topically applied of leaves extracts of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn): Peningkatan jumlah fibrolas pada penyembuhan luka gingiva tikus dengan pemberian ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) secara topikal I Gusti Agung Ayu Hartini
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyembuhan luka pada gingiva merupakan suatu hal kompleks karena terletak pada daerah yang terbuka, sering terkontaminasi dan terpapar berbagai jenis bakteri di dalam rongga mulut. Secara histologis, penyembuhan luka memperlihatkan gambaran berupa peningkatan jumlah fibroblas. Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) dapat digunakan sebagai obat luka karena mengandung saponin yang memiliki kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptik; tanin dan flavonoid bersifat anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva tikus dengan pemberian ekstrak daun belimbing wuluh secara topikal dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan pretest-posttest control group design, terdiri atas kelompok kontrol dengan akuades dan kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak etanol DBW secara topikal dengan konsentrasi 20% dan 40%. Hasil penelitian berdasarkan uji perbandingan dengan one-way Anova menunjukkan bahwa rerata jumlah fibroblas pada ketiga kelompok setelah diberikan perlakuan berbeda secara bermakna (p=0,001). Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva tikus yang diberikan ekstrak DBW. Pada konsentrasi 20% peningkatan jumlah fibroblas lebih tinggi dari pada konsentrasi 40%.