Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL KERAPAN SAPI UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK KASAR PESERTA DIDIK KELAS III SD NENGRI PAKIS 1/368 SURABAYA Agnes Diona Febriyanti; Agung Bayu Aji; Agung Prasetya; Agus Prasetiyo; Agustia Indra Wahyu; Marsudianto; Fifukha Dwi Khory
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.23368

Abstract

This Classroom Action Research was conducted with the aim of determining the improvement of gross motor skills in children by implementing the bull racing game through the PTK classroom action research method in grade III students at SD NENGRI PAKIS 1/368 SURABAYA, Jl Pakis Tirtosari VIII/14, Sawahan District. This study used two cycles, namely cycle 1 and cycle 2. The data collection techniques used were tests, documentation, and observation. This study used the PTK method to improve gross motor skills in children in the bull racing game of grade III students at SD NENGRI PAKIS 1/368 SURABAYA, Jl Pakis Tirtosari VIII/14, Sawahan District. From the results of the study, there was an increase in the results of motor tests in children from cycle I to cycle II, both from the improvement of gross motor skills in children. The completion of learning outcomes in cycle I was (63%) and in cycle II (96%), so that the increase from cycle I to cycle II was (33%).
Analisis tingkat efiikasi diri mahasiswa program mata kuliah renang di tinjau dari pengalaman dan gender Defriga Yanuarta; Bayu Budi Prakoso; Setiyo Hartoto; Fifukha Dwi Khory
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v11i2.71426

Abstract

Efikasi diri memiliki peran penting dalam pembelajaran renang karena berhubungan dengan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan mereka saat menghadapi tantangan di air. Variasi pengalaman renang, frekuensi latihan, dan kondisi emosional memengaruhi kesiapan mahasiswa mengikuti mata kuliah ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efikasi diri mahasiswa serta melihat perbedaannya berdasarkan pengalaman renang dan gender. Pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif digunakan untuk menggambarkan perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri mahasiswa berada pada kategori tinggi. Tidak ditemukan perbedaan berdasarkan gender (p > 0,05). Faktor pengalaman berpengaruh signifikan (p < 0,05), dengan mahasiswa tanpa pengalaman memiliki efikasi diri lebih rendah (M = 3,79) dibanding yang berpengalaman di kolam renang (M = 4,07). Instruktur juga berpengaruh signifikan (p < 0,05), di mana kelompok kursus mencatat nilai tertinggi (M = 4,44). Rutinitas latihan lebih dari empat kali per minggu meningkatkan efikasi diri secara signifikan (p < 0,05). Durasi latihan 30–60 menit dan lebih dari 1 jam turut memberikan pengaruh signifikan (p < 0,05). Selain itu, kondisi perasaan menunjukkan perbedaan nyata antara kelompok khawatir dan biasa saja (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman terstruktur, latihan rutin, dan kesiapan emosional berperan besar dalam membentuk efikasi diri mahasiswa.
Identifikasi Motivasi Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga Di SMK Negeri 3 Buduran Kabupaten Sidoarjo Mustaqim, Moh Fajar; Fifukha Dwi Khory
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober 2025: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.353

Abstract

Pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga. Di SMK Negeri 3 Buduran, partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga masih rendah. Penelitian sebelumnya menunjukkan variasi tingkat motivasi siswa, dimana Ramadhani (2023) menemukan motivasi kategori rendah (37%), Ardiansyah (2019) kategori sedang (53,3%), dan Muhammad Sahroni (2021) kategori baik (79%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 143 siswa peserta ekstrakurikuler olahraga. Instrumen berupa angket yang mengukur motivasi intrinsik (kesehatan, perhatian, minat, bakat) dan ekstrinsik (metode pengajaran, alat/bahan ajar, kondisi lingkungan), dengan analisis statistik deskriptif. Hasil menunjukkan rata-rata motivasi intrinsik 3,23 (kategori Tinggi), motivasi ekstrinsik 3,34 (Sangat Tinggi), dan motivasi total 3,28 (Sangat Tinggi). Temuan ini lebih tinggi dibanding Ramadhani (2023) dan Ardiansyah (2019), namun sejalan dengan Muhammad Sahroni (2021), mengindikasikan bahwa konteks sekolah dan kualitas pembinaan berperan penting dalam membentuk motivasi. Implikasi praktisnya, sekolah dapat meningkatkan partisipasi dengan mengoptimalkan pengelolaan program, sarana prasarana, dan iklim lingkungan yang suportif.