Kajian ini merupakan studi komparatif tentang fase awal kolonialisme yang dipelopori oleh Portugal, Spanyol, Belanda, dan Inggris, dengan fokus pada perbedaan motivasi, strategi kekuasaan, dan pola interaksi awal dengan masyarakat lokal. Motivasi ekspansi didasarkan pada triad kompleks antara Gold, Gospel, dan Glory. Portugal dan Spanyol mewakili fase awal di mana agama dan monarki absolut lebih dominan, sementara Belanda dan Inggris menunjukkan pergeseran ke fase komersial-kapitalis yang didorong oleh logika akumulasi modal perusahaan saham (VOC dan EIC). Perbedaan ini tercermin dalam strategi kekuasaan: Portugal menciptakan model imperium jaringan berbasis feitorias (pos dagang) , Spanyol membangun imperium teritorial melalui conquista dan administrasi langsung di Amerika , sedangkan Belanda dan Inggris mengandalkan instrumen korporasi saham gabungan yang canggih. Interaksi dengan masyarakat lokal pun bervariasi; Portugal dan Belanda sering terlibat konflik akibat upaya monopoli rempah-rempah , sementara Spanyol fokus pada transformasi sosio-kultural yang mendalam melalui Kristenisasi di Filipina. Dampak kolektifnya adalah destabilisasi politik, disrupsi jaringan niaga tradisional, dan integrasi paksa Nusantara ke dalam orbit ekonomi global di bawah logika Eropa. Studi ini menegaskan bahwa kolonialisme awal adalah proses evolusioner yang kompleks, membentuk fondasi bagi beragam bentuk dominasi global di masa depan.