Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUDAYA BATAK TOBA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Agnesia Margareta Purba; Lioni Tantri Sigiro; Yuliana Santa Lore Purba; Belia Mutiara Aprili Br Depari; Muhammad Naufal Syafiq Purba; Juanda Alfario Turnip; Vinc Jae Lestari Surbakti; Ika Purnamasari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi budaya Batak Toba dalam konteks masyarakat multikultural, terutama melalui konsep Dalihan Na Tolu yang menjadi landasan sosial dan kekerabatan masyarakat Batak Toba. Sistem Dalihan Na Tolu, yang terdiri dari tiga elemen: mora, kahanggi, dan anak boru, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan harmoni antaranggota masyarakat. Budaya Batak Toba menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan budaya lain, seperti agama Hindu dan Kristen, melalui proses sinkretisme. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi literatur untuk meneliti interaksi budaya Batak Toba dengan masyarakat multikultural serta dampaknya terhadap kohesi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial Batak Toba, melalui Dalihan Na Tolu dan falsafah Hombar Adat Dohot Ibadat, membantu mencegah konflik dan memperkuat hubungan antarbudaya di masyarakat yang beragam.
KOLONIALISME AWAL: STUDI KOMPARATIF PENJELAJAHAN PORTUGIS, SPANYOL, BELANDA, DAN INGGRIS Rosmaida Sinaga; Jessica Amelia Butar Butar; Marturianus Laia; Muhammad Ibnu Adani; Juanda Alfario Turnip; Novita Agresia Manik; Yuliana Santa Lore Purba; Ashari Siregar; Putri Indah Yani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini merupakan studi komparatif tentang fase awal kolonialisme yang dipelopori oleh Portugal, Spanyol, Belanda, dan Inggris, dengan fokus pada perbedaan motivasi, strategi kekuasaan, dan pola interaksi awal dengan masyarakat lokal. Motivasi ekspansi didasarkan pada triad kompleks antara Gold, Gospel, dan Glory. Portugal dan Spanyol mewakili fase awal di mana agama dan monarki absolut lebih dominan, sementara Belanda dan Inggris menunjukkan pergeseran ke fase komersial-kapitalis yang didorong oleh logika akumulasi modal perusahaan saham (VOC dan EIC). Perbedaan ini tercermin dalam strategi kekuasaan: Portugal menciptakan model imperium jaringan berbasis feitorias (pos dagang) , Spanyol membangun imperium teritorial melalui conquista dan administrasi langsung di Amerika , sedangkan Belanda dan Inggris mengandalkan instrumen korporasi saham gabungan yang canggih. Interaksi dengan masyarakat lokal pun bervariasi; Portugal dan Belanda sering terlibat konflik akibat upaya monopoli rempah-rempah , sementara Spanyol fokus pada transformasi sosio-kultural yang mendalam melalui Kristenisasi di Filipina. Dampak kolektifnya adalah destabilisasi politik, disrupsi jaringan niaga tradisional, dan integrasi paksa Nusantara ke dalam orbit ekonomi global di bawah logika Eropa. Studi ini menegaskan bahwa kolonialisme awal adalah proses evolusioner yang kompleks, membentuk fondasi bagi beragam bentuk dominasi global di masa depan.