Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP IDENTITAS BUDAYA LOKAL Ashari Siregar; Dhita Dwi Yanti; Dinda Valicia Sipayung; Muhammad Ibnu Adani; Novita Paskah Rianti; Ika Purnamasari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk identitas budaya lokal. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, globalisasi menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga keaslian budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh globalisasi terhadap identitas budaya lokal, dengan fokus pada aspek budaya, ekonomi, komunikasi, serta peran generasi muda. Globalisasi menciptakan tekanan pada budaya tradisional melalui arus informasi yang didominasi oleh budaya asing, terutama dari negara Barat. Dampaknya terlihat pada perubahan gaya hidup, norma sosial, dan perlambatan pelestarian budaya lokal. Namun, globalisasi juga memberikan peluang untuk memperkaya budaya lokal dengan ide-ide baru. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara menerima perubahan global dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas nasional.
KOLONIALISME AWAL: STUDI KOMPARATIF PENJELAJAHAN PORTUGIS, SPANYOL, BELANDA, DAN INGGRIS Rosmaida Sinaga; Jessica Amelia Butar Butar; Marturianus Laia; Muhammad Ibnu Adani; Juanda Alfario Turnip; Novita Agresia Manik; Yuliana Santa Lore Purba; Ashari Siregar; Putri Indah Yani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini merupakan studi komparatif tentang fase awal kolonialisme yang dipelopori oleh Portugal, Spanyol, Belanda, dan Inggris, dengan fokus pada perbedaan motivasi, strategi kekuasaan, dan pola interaksi awal dengan masyarakat lokal. Motivasi ekspansi didasarkan pada triad kompleks antara Gold, Gospel, dan Glory. Portugal dan Spanyol mewakili fase awal di mana agama dan monarki absolut lebih dominan, sementara Belanda dan Inggris menunjukkan pergeseran ke fase komersial-kapitalis yang didorong oleh logika akumulasi modal perusahaan saham (VOC dan EIC). Perbedaan ini tercermin dalam strategi kekuasaan: Portugal menciptakan model imperium jaringan berbasis feitorias (pos dagang) , Spanyol membangun imperium teritorial melalui conquista dan administrasi langsung di Amerika , sedangkan Belanda dan Inggris mengandalkan instrumen korporasi saham gabungan yang canggih. Interaksi dengan masyarakat lokal pun bervariasi; Portugal dan Belanda sering terlibat konflik akibat upaya monopoli rempah-rempah , sementara Spanyol fokus pada transformasi sosio-kultural yang mendalam melalui Kristenisasi di Filipina. Dampak kolektifnya adalah destabilisasi politik, disrupsi jaringan niaga tradisional, dan integrasi paksa Nusantara ke dalam orbit ekonomi global di bawah logika Eropa. Studi ini menegaskan bahwa kolonialisme awal adalah proses evolusioner yang kompleks, membentuk fondasi bagi beragam bentuk dominasi global di masa depan.