Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI PERSPEKTIF KEMISKINAN BUDAYA INDONESIA Putri Indah Yani; Mohd. Apryanta Sukasa; Novita Agresia Manik; Marturianus Laia; Rafli Edelweis Turnip; Veronika Simbolon; Alya Zahra Lirinza; Ika purnamasari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya laju urbanisasi di Indonesia didorong oleh pertumbuhan penduduk dan minimnya lapangan pekerjaan di desa. Kondisi ini memunculkan tantangan sosial dan ekonomi, termasuk kemiskinan struktural dan budaya yang kompleks. Penelitian ini mengkaji fenomena kemiskinan melalui perspektif sosiologi dan antropologi, dengan fokus pada "budaya kemiskinan" dan solusi inovatif berupa socialpreneurship. Berdasarkan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui studi literatur, ditemukan bahwa kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga pola hidup dan norma sosial yang diwariskan. Socialpreneurship, dengan memadukan kewirausahaan dan misi sosial, menjadi solusi potensial dalam mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan konteks budaya dan sosial lokal.
KOLONIALISME AWAL: STUDI KOMPARATIF PENJELAJAHAN PORTUGIS, SPANYOL, BELANDA, DAN INGGRIS Rosmaida Sinaga; Jessica Amelia Butar Butar; Marturianus Laia; Muhammad Ibnu Adani; Juanda Alfario Turnip; Novita Agresia Manik; Yuliana Santa Lore Purba; Ashari Siregar; Putri Indah Yani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini merupakan studi komparatif tentang fase awal kolonialisme yang dipelopori oleh Portugal, Spanyol, Belanda, dan Inggris, dengan fokus pada perbedaan motivasi, strategi kekuasaan, dan pola interaksi awal dengan masyarakat lokal. Motivasi ekspansi didasarkan pada triad kompleks antara Gold, Gospel, dan Glory. Portugal dan Spanyol mewakili fase awal di mana agama dan monarki absolut lebih dominan, sementara Belanda dan Inggris menunjukkan pergeseran ke fase komersial-kapitalis yang didorong oleh logika akumulasi modal perusahaan saham (VOC dan EIC). Perbedaan ini tercermin dalam strategi kekuasaan: Portugal menciptakan model imperium jaringan berbasis feitorias (pos dagang) , Spanyol membangun imperium teritorial melalui conquista dan administrasi langsung di Amerika , sedangkan Belanda dan Inggris mengandalkan instrumen korporasi saham gabungan yang canggih. Interaksi dengan masyarakat lokal pun bervariasi; Portugal dan Belanda sering terlibat konflik akibat upaya monopoli rempah-rempah , sementara Spanyol fokus pada transformasi sosio-kultural yang mendalam melalui Kristenisasi di Filipina. Dampak kolektifnya adalah destabilisasi politik, disrupsi jaringan niaga tradisional, dan integrasi paksa Nusantara ke dalam orbit ekonomi global di bawah logika Eropa. Studi ini menegaskan bahwa kolonialisme awal adalah proses evolusioner yang kompleks, membentuk fondasi bagi beragam bentuk dominasi global di masa depan.