Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Deteksi Kualitas Kopra Berdasarkan Warna dan Tekstur Zaldy, Idhan; Khairat, UL; Maslan
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.918

Abstract

Kopra adalah kelapa yang sudah dikupas dan daging yang diambil harus segera dikeringkan. Proses pengeringan sendiri dapat dilakukan dengan dua cara. Metode pertama menggunakan bantuan sinar matahari dan metode kedua menggunakan proses pengolahan gas dari tungku. Kopra putih yang cocok untuk dijual dikirim ke baler atau biasa disebut kopra toke. Toke Kopra ditentukan dengan melihat tekstur dan warna Kopra serta melihat harga Kopra putih. Jenis penetapan harga ini masih relatif umum. Hal ini dapat menyebabkan angka kopra yang salah saat memperkirakan harga kopra. Dalam penelitian ini dilakukan di pabrik kopra sala satu warga masyarakat camplagian, Adapun alat dan bahan dalam penelitian ini ada dua yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), kemudian dalam pengumpulan data peneliti ada dua diantaranya studi pustaka yaitu mengumpulkan suatu data melalui jurnal penelitian yang telah ada sebelumnya dengan mempelajari, mendalami dan mengutip teori- teori dan teknik observasi yang mana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu petani mengetahui kualitas Kopra menggunakan metode Neural Mean Classifier (NMC), sistem deteksi kualitas kopra berdasarkan warna dan tekstur ini dapat digunakan dalam pendeteksian Kopra dibedakan menjadi kopra baik dan buruk.
EDUKASI PEMANFAATAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT RW 05 KELURAHAN SEPANJANG JAYA KOTA BEKASI Aritonang, Tetty Rina; Maslan; Roulita; Silitonga, Riris Ocktryna; Aluwi Nirwana Sani; Amelia, Aurel Aprida
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5528

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit metabolik kronis ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun resistensi insulin. Berdasarkan data International Diabetes Federation, jumlah penderita diabetes di dunia mencapai 537 juta orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030. Di Indonesia, prevalensi diabetes juga terus bertambah dengan estimasi 19,5 juta penderita, sehingga menempatkan Indonesia pada urutan ke-5 jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Kondisi ini menegaskan bahwa diabetes masih menjadi beban kesehatan masyarakat yang membutuhkan upaya promotif dan preventif yang efektif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah edukasi kesehatan berbasis masyarakat dengan pemanfaatan tanaman herbal lokal yang mudah diperoleh. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, dan polifenol yang memiliki efek antihiperglikemik dan antioksidan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 05 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kota Bekasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan diabetes sekaligus memperkenalkan konsumsi teh bunga telang sebagai alternatif minuman herbal sehat. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan teh bunga telang, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan rata-rata skor meningkat dari 60 menjadi 85. Selain itu, terjadi pula penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu pada peserta dengan kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan pemanfaatan herbal lokal mampu meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.