Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN HEALTH WORKER SUPPORT AND ADHERENCE TO TAKING HYPERTENSION MEDICATION AT BEKASI JAYA HEALTH CENTER, EAST BEKASI 2023 Prasetya, Anisya; Lina Indrawati; Roulita
Jurnal Medicare Vol. 3 No. 2 (2024): APRIL 2024
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v3i2.92

Abstract

Backround : Compliance with medication among hypertensive patients is a crucial factor in improving their health and quality of life. Family and healthcare providers can significantly influence blood pressure reduction programs. Successful treatment can only be achieved through collaboration between patients, healthcare providers, and families. Healthcare provider support plays a significant role in preventing hypertension, such as through health education, awareness campaigns, and early detection. Purpose : This research aims to determine the relationship between healthcare provider support and medication adherence among hypertensive patients at Bekasi Jaya, East Bekasi Public Health Center. The study was conducted from May 3rd to June 3rd. Methode : This is a quantitative research using a cross-sectional method. The research population consists of registered hypertensive patients at Bekasi Jaya, East Bekasi Public Health Center, with a sample size of 123 individuals who meet the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used is simple random sampling. Result : The research results indicate that the significance value of the relationship between healthcare provider support and medication adherence is p-value (0.000) < (0.005), indicating that H0 is rejected, meaning there is a relationship between healthcare provider support and medication adherence among hypertensive patients in Bekasi Jaya, East Bekasi in 2023.
PENCEGAHAN HIPERTENSI DENGAN EDUKASI DAN PEMBERIAN INFUSED WATER SERTA SENAM HIPERTENSI Roulita; Aritonang, Tetty Rina; Aluwi Nirwana Sani; Pangaribuan, Maslan; Silitonga, Riris Octrynga; Kartika Nurwahyuni
PROFICIO Vol. 6 No. 1 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i1.3929

Abstract

Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi ketika tekanan dalam pembuluh darah Anda terlalu tinggi (140/90 mmHg atau lebih tinggi). Tekanan darah tersebut membuat sistem sirkulasi dan organ yang mendapat suplai darah (termasuk jantung dan otak) menjadi tegang. Salah satu cara untuk menstabilkan tekanan darah dengan melakukan senam hipertensi dan konsumsi infused water berbahan dasar lemon dan mentimun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Metode pelaksanaan dilaksanakan kegiatan edukasi tanya jawab dilakukan kepada masyarakat. dengan tahapan pre- test, tanya jawab dan post test yang kemudian dilakukan uji statistik. Hasil nilai tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi yaitu sebesar 5,84. Dan setelah dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan terdapat sebesar 8,68. Uji statistik diperoleh nilai P-Value sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan P-Value (0,000) lebih kecil dari nilai Alpha (<0.05) yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan pada kegiatan ini adalah adanya pengaruh penyuluhan hipertensi, pemberian infused water dan senam hipertensi terhadap pengetahuan dewasa dan lansia.
Pemberian Edukasi Pertolongan Pertama pada Luka Bakar di RW 08 Kelurahan Sepanjangjaya Kota Bekasi Arabta Malem Peraten Pelawi; Dinda Nurfajri Hidayati Bunga; Ernauli Meliyana; Roulita; Baltasar Dedu; Mardinata
Health Care : Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v1i1.1

Abstract

Luka bakar telah menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang menyababkan kematian sekitar 180.000 orang per tahun yang diakibatkan oleh luka bakar. Angka kejadian pada tahun 2012 sejumlah 1.187 kasus, pada tahun 2013 menurun menjadi 1.123 kasus dan meningkat pada tahun 2014 terdapat 1.209 kasus. Pravelensi tertinggi luka bakar terdapat di provinsi Papua (2.0%) dan Bangka Belitung (1.4%). Hasil penelitian ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan kesehatan hasil analisa dengan menggunakan paired sampel t-test dalam hasil P value (0,000) < alpha (0,05). Dapat disimpulkan ada pengaruh setelah dilakukan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada luka bakar.
KENALI DIRI DAN KELUARGA TENTANG STROKE DENGAN LANGKAH “CERDIK” Arabta Malem Peraten Pelawi; Roulita; Kiki Deniati; Nutri Yunika K Gea; Ernauli Meliyana; Lisna Agustina; Lisna Nuryanti
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.12

Abstract

Stroke is defined as a clinical manifestation of impaired cerebral function, either focal or generalized (global), which occurs rapidly, lasts more than 24 hours, or ends in death, without any cause other than vascular disorders being found. Stroke is the third leading cause of death after heart disease and cancer in the United States. The prevalence in America in 2005 was 2.6%. The prevalence increases according to age group, namely 0.8% at age 18-44 years, 2.7% 5 at age 45-64 years and 8.1% at age 65 years or older. Men and women have a prevalence that is not much different, namely men 2.7% and women 2.5%. The aim is to improve society regarding stroke, stroke prevention and healthy living. The research results showed that there were differences before and after health analysis results using paired sample t-test with the results of P value (0.037) < alpha (0.05). It can be concluded that there is an influence after health education has been carried out on public knowledge about stroke.
EDUKASI PEMANFAATAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT RW 05 KELURAHAN SEPANJANG JAYA KOTA BEKASI Aritonang, Tetty Rina; Maslan; Roulita; Silitonga, Riris Ocktryna; Aluwi Nirwana Sani; Amelia, Aurel Aprida
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5528

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit metabolik kronis ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun resistensi insulin. Berdasarkan data International Diabetes Federation, jumlah penderita diabetes di dunia mencapai 537 juta orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030. Di Indonesia, prevalensi diabetes juga terus bertambah dengan estimasi 19,5 juta penderita, sehingga menempatkan Indonesia pada urutan ke-5 jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Kondisi ini menegaskan bahwa diabetes masih menjadi beban kesehatan masyarakat yang membutuhkan upaya promotif dan preventif yang efektif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah edukasi kesehatan berbasis masyarakat dengan pemanfaatan tanaman herbal lokal yang mudah diperoleh. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, dan polifenol yang memiliki efek antihiperglikemik dan antioksidan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 05 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kota Bekasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan diabetes sekaligus memperkenalkan konsumsi teh bunga telang sebagai alternatif minuman herbal sehat. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan teh bunga telang, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan rata-rata skor meningkat dari 60 menjadi 85. Selain itu, terjadi pula penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu pada peserta dengan kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan pemanfaatan herbal lokal mampu meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DALAM BERKOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP RESIKO DEMENSIA PADA LANSIA Amir, Nurhidayah; Simamora, Rotua Suriany; Meliyana, Ernauli; Roulita; Pelawi, Arabta M.Peraten; Nuryanti, Lisna
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.358

Abstract

Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Upaya pencegahan risiko demensia dapat dilakukan melalui stimulasi kognitif, salah satunya dengan komunikasi terapeutik yang didukung oleh penggunaan media visual. Media visual diyakini mampu meningkatkan pemahaman, perhatian, dan daya ingat lansia dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual dalam berkomunikasi terapeutik terhadap risiko demensia pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi berupa komunikasi terapeutik dengan bantuan media visual dilakukan secara terstruktur, sedangkan risiko demensia diukur menggunakan instrumen penilaian kognitif yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko demensia sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada kelompok yang mendapatkan komunikasi terapeutik dengan media visual. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dalam komunikasi terapeutik berpengaruh terhadap penurunan risiko demensia pada lansia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan dalam upaya pencegahan demensia pada lanjut usia.