Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effectiveness of olive oil administration on stretch mark reduction in postpartum women Nurwendah, Siti; Manullang, Riyen Sari; Br Karo, Marni; Santosa, Puji Raharja; Silitonga, Riris Ocktryna
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 3 (2025): May 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i3.92

Abstract

Stretch marks manifest as hyperpigmented dermal lesions that commonly occur during pregnancy. These cutaneous changes frequently cause physical discomfort and psychological distress among postpartum women, leading to diminished self-esteem and social withdrawal. Nonpharmacological interventions, particularly olive oil application, are potentially effective management approaches. This study evaluated the efficacy of topical olive oil in reducing stretch mark visibility among postpartum women in the Karang Mulya Community Health Center service area in 2024. This quantitative investigation employed a quasi-experimental design with pre- and posttest assessments. The participants included 45 postpartum women on postpartum day 6 residing within the Karang Mulya Health Center catchment area in March 2024. A total sampling technique was used, and data collection relied on standardized observational assessment tools. Statistical analysis was performed via the Mann‒Whitney test (p<0.05). The baseline assessment revealed a mean stretch mark severity score of 3.87 (SD=1.407) before olive oil application, which decreased significantly to 1.07 (SD=0.799) after the intervention. The experimental group demonstrated a statistically significant improvement compared with the control group (p<0.001), confirming marked differences in the visibility of stretch marks following olive oil treatment. Topical olive oil application significantly reduces stretch mark visibility in postpartum women. These findings support the implementation of this technique as a safe and accessible nonpharmacological intervention in postpartum care protocols for stretch mark management.
Pengaruh Afirmasi Positif terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien TBC Pelawi, Arabta Malem Peraten; Roulita, Roulita; Silitonga, Riris Ocktryna; Ananda, Dea Fitri; Sakinah, Enjel Ajkia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3073

Abstract

Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan terbesar di dunia. Untuk mengatasi masalah TB Paru salah satunya adalah mempengaruhi pemikiran seseorang untuk yang disebut dengan afirmasi positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh afirmasi positif terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Puskesmas Mustika Jaya, Desain penelitian Pre-eksperimental data dikumpulkan menggunakan tipe one group pretest-posttest dengan alat kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Populasi penelitian ini adalah pasien TBC di Puskesmas Mustika Jaya, sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk untuk menentukan distribusi data dan analisis bivariat menggunakan Paired sample t-test. Hasil analisis sebelum menerima afirmasi positif, tingkat kepatuhan minum obat TBC dinilai rendah, dengan mean sebesar 10,20 dari 30 responden. Setelah mendapatkan afirmasi positif, tingkat kepatuhan minum obat TBC meningkat menjadi tinggi, dengan mean sebesar 14,03 dari 30 responden, dan P Value sebesar (0,000) < alpha (0,05). Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kepatuhan minum obat pasien TBC setelah diberikan afirmasi positif.
EDUKASI PEMANFAATAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT RW 05 KELURAHAN SEPANJANG JAYA KOTA BEKASI Aritonang, Tetty Rina; Maslan; Roulita; Silitonga, Riris Ocktryna; Aluwi Nirwana Sani; Amelia, Aurel Aprida
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5528

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit metabolik kronis ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun resistensi insulin. Berdasarkan data International Diabetes Federation, jumlah penderita diabetes di dunia mencapai 537 juta orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030. Di Indonesia, prevalensi diabetes juga terus bertambah dengan estimasi 19,5 juta penderita, sehingga menempatkan Indonesia pada urutan ke-5 jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Kondisi ini menegaskan bahwa diabetes masih menjadi beban kesehatan masyarakat yang membutuhkan upaya promotif dan preventif yang efektif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah edukasi kesehatan berbasis masyarakat dengan pemanfaatan tanaman herbal lokal yang mudah diperoleh. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, dan polifenol yang memiliki efek antihiperglikemik dan antioksidan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 05 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kota Bekasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan diabetes sekaligus memperkenalkan konsumsi teh bunga telang sebagai alternatif minuman herbal sehat. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan teh bunga telang, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan rata-rata skor meningkat dari 60 menjadi 85. Selain itu, terjadi pula penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu pada peserta dengan kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan pemanfaatan herbal lokal mampu meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.