Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Project-Based Islamic Education Learning to Increase Students' Creativity Qoyimah, Durotul; Hamami, Tasman
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 3 (2025): (On Progress) Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v14i3.14945

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) is an innovative approach that fosters the creativity and skills of students within Islamic education. This study examines the implementation of PjBL strategies in the context of Islamic education as an effort to enhance students’ creativity. Employing a qualitative approach through library research, this study reviews relevant literature. The findings reveal that PjBL is not only effective in cultivating students’ creativity and active engagement but also strengthens spiritual, moral, and social dimensions through the integration of contextual projects. The implementation of PjBL highlights the shift in the teacher’s role from being a source of information to a facilitator, thereby promoting learning that is more participatory, collaborative, and connected to real-life contexts. Despite challenges such as limited resources, teacher readiness, and curriculum support, this study affirms that PjBL has the potential to serve as a strategic model for shaping visionary, adaptive, and ethically grounded Muslim generations. Thus, this research contributes theoretically by integrating Islamic values into the PjBL framework, and practically by offering guidance for educators in designing meaningful learning experiences that nurture both creativity and noble character.
Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum: Kajian Kurikulum, Metode, dan Problematika Pembelajaran di Era Digital Qoyimah, Durotul; Dwi Ratnasari
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.42-01

Abstract

Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum dan perguruan tinggi dengan mengkaji aspek penerapan, metode, dan pendekatan pembelajaran, serta mengidentifikasi permasalahan utama yang mempengaruhi efektivitas dan relevansi pembelajaran PAI di era digital. Fokus penelitian diarahkan pada keselarasan antara desain kurikulum adaptif dan praktik pembelajaran di lapangan, baik dalam konteks pendidikan dasar-menengah maupun perguruan tinggi negeri. Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian perpustakaan. Data diperoleh melalui penelusuran dan analisis buku akademik, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, dan dokumen kebijakan pendidikan terkait Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang ditarik. Validitas data dipertahankan melalui triangulasi sumber untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif dan argumentatif. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual, implementasi PAI di sekolah umum dan perguruan tinggi telah dirancang secara komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter keagamaan dan literasi agama yang moderat. Namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain dominasi metode perkuliahan, keterbatasan kompetensi pedagogik dan literasi digital pendidik, serta lemahnya kontekstualisasi dan integrasi interdisipliner materi pembelajaran. Di perguruan tinggi negeri, PAI cenderung direduksi menjadi mata kuliah administrasi wajib yang kurang terhubung dengan disiplin ilmu mahasiswa dan menghadapi persaingan dari otoritas ilmiah dari sumber keagamaan digital. Penelitian ini menekankan bahwa penguatan PAI di era digital memerlukan reformasi pembelajaran yang tekanan pada peningkatan kompetensi pedagogik dan literasi pendidik digital, serta pengembangan pembelajaran kontekstual dan interdisipliner. Dengan demikian, PAI diharapkan mampu berfungsi secara transformatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di sekolah dan universitas negeri.
Integrasi Pilar-Pilar Iman dalam Pendidikan untuk Pembentukan Karakter Qoyimah, Durotul; M. Ghibran Akbar
Jurnal Keislaman Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v9i1.803

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter moral dan spiritual. Dalam konteks pendidikan Islam, pilar-pilar iman menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual integrasi pilar-pilar iman dalam pendidikan sebagai upaya pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka (library research), melalui analisis terhadap Al-Qur’an dan hadis, buku-buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi keterkaitan antara iman, pendidikan, dan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai keyakinan teologis, tetapi juga mencakup dimensi pembenaran dan pengamalan yang berdampak langsung pada pembentukan karakter. Enam pilar iman-iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari akhir, serta qadha dan qadar memiliki kontribusi signifikan dalam menumbuhkan karakter religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, sabar, dan peduli sosial. Integrasi pilar-pilar iman dalam pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran formal, pembiasaan keagamaan, dan budaya sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi iman dalam pendidikan sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan Profil Pelajar Pancasila, serta menjadi landasan penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
PENERAPAN CLASSROOM-BASED ASSESMENT (CBA) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA DI SEKOLAH DASAR Qoyimah, Durotul; Suwadi, Suwadi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.5856

Abstract

This study examined the implementation of Classroom-Based Assessment (CBA) at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Toto Mulyo, focusing on three assessment dimensions: assessment as learning, assessment for learning, and assessment of learning, and their relation to students’ competencies (cognitive, affective, psychomotor, and 21st-century skills/4C). Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis (rubrics, instruments, and learning outcomes). Data analysis followed an interactive process involving data reduction, data display, and source triangulation to ensure credibility. The findings indicate that teachers have integrated several CBA principles into instructional practices, particularly in formative assessment (assessment for learning), which is evident in regular understanding checks and feedback provision. However, the implementation of assessment as learning remains limited due to a lack of structured reflection and self-assessment practices. Assessment of learning is conducted but is not yet fully standardized or transparent to students. In terms of competencies, assessment tends to emphasize cognitive and psychomotor domains, especially in religious practices, while the development of 4C skills (critical thinking, creativity, collaboration, communication) and consistent affective assessment still require improvement. The study recommends enhancing transparency in assessment criteria, developing clear rubrics, strengthening self-assessment practices, and providing teacher training on fair and learning-oriented CBA design and implementation.